Kisah Ibu yang Penyabar

Posted in: Travel

doni

Sep 8, 2017 at 11:43 PM

Kisah berikut terjadi disalah satu daerah Kabupaten di Jawa Tengah. Panggilannya Ibu Fulanah, ibu dari 3 orang anak, seorang istri yang soleha dan wanita yang sangat baik hati. Dan suaminya adalah sibuk berbisnis Jual kakao kering dan senang sekali selingkuh.

Tetapi beliau tetap setia dan menerima pasangan hidupnya apa adanya dengan lapang dada. Dalam kehidupannya beliau tak pernah memprotes tentang sempitnya kehidupan yang dia jalani. Setiap jum’at malam beliau pasti menyempatkan diri untuk mengaji surat yasin.

Terakhir saya bertemu beliau di penghujung tahun 2010 di acara khitanan saudara saya di daerah Jawa Tengah. Pada waktu itu istri saya lagi mengandung anak kedua ketika si Ibu sedang bantu sohibul hajat, yang kebetulan adalah masih ada hubungan soudara. Pada saat itu istri saya bertanya kepada beliau yang kebetulan sedang membuat pia-pia atau bakwan jagung:

“nama makanan ini apa ya Bude”.

Dengan ramah si Ibu menjawab;

“Kalo di daerah sini biasanya disebut pia-pia”.

Lalu istri saya berbicara kepada saya:

“Yah, pia-pia itu sejenis apa sih?”.

Saya pun menjawab:

“Pia-pia adalah nama lain dari bakwan jagung”

Istri saya pun menjawab:”

“Oh gitu ya”.

Selepas dari acara tersebut selesai saya dan istri pun bergegas pergi untuk berkunjung ke mbah putri dari istri saya. Di perjalanan dari tempat sepupu saya kebetulan berbarengan dengan si Ibu sekeluarga yang mau pulang ke kediammannya juga.

Dan jarak antara rumah beliau dan mbah putri pun tidak terlalu jauh. Tetapi dikarenakan rumah Mbah putri lebih dekat dibanding dengan kediaman beliau, saya dan istri pun turun terlebih dahulu. Dan sekalian pamit pulang dengan beliau.

Namun kira-kira Ramdahan tahun 2012 si Ibu tiba-tiba jatuh sakit dan harus dirujuk ke rumah sakit setempat. Dan ditunggu oleh suaminya tercinta. Pada suatu waktu dokter menyuruh agar beliau untuk minum obat. Ketepatan pada saat itu merupakan bulan Ramadhan. Namun dengan alasan si Ibu lagi puasa maka beliau menolaknya dan berkata:

“ Saya ini sedang berpuasa jadi saya tidak bisa minum obatnya sekarang”.

Kemudian dokter pun menyuruh suaminya agar beliau mau meminum obatnya dan berkata:

“Bapak, saya minta tolong agar bapak bisa membujuk istri bapak untuk meminum obatnya, Saya Khawatir apabila beliau enggan meminum obatnya sekarang takutnya hanya akan memperparah kondisinya”.

“Baik Dok”. Jawab Suami beliau.

Suaminya pun langsung menyuruh si Ibu untuk meminum obatnya. Namun lagi-lagi si Ibu enggan meminumnya. Dan berkata:

“ Saya ini lagi puasa sehingga saya tidak akan minum obatnya sekarang, Pada dasarnya wajib bagi seorang istri dalam mematuhi segala yang diperintahkan suaminya dalam yang disyari’atkan Allah SWT, namun harus menolaknya apabila suami menyuruh kejelekan dan yang dilarang oleh Rabb Semesta Alam”.

Setalah itu suaminya pun hanya dapat berdiam diri saja. Tidak lama sesudah peristiwa itu beliau pun koma tak sadarkan diri sampai berhari-hari lamanya. Dan keluarga si Ibu tadi mengambil keputusan agar membawanya kembali untuk dirawat di rumah saja.

Setibanya dirumah keadaan si Ibu tetap saja tak sadarkan diri hingga tetangga-tetangga beliau banyak yang datang membesuk. Dan sebagian tetangganyapun ada yang berinisiatif untuk mengajikan surah Yasin secara berjamaah.

Dimulai dengan pembacaan Surah Al-fatihah yang dibaca dengan khusyu. Namun keanehan terjadi ketika jamaah-jamaah mau memulai untuk mengaji surah Yassin. Subhanallah, Allah yang memilki segala kuasa dan atas izin dan rahmatnya, beliau pun tiba-tiba bangun dari komanya seperti orang yang tidak terlihat sakit tak kurang sedikit apapun. Dan para jamaah pun terkaget-kaget dan begitu terkejut dengan kejadian ini apalagi beliau Cuma bilang kepada orang banyak yang berada dirumahnya:

“Mari sini saya bantu baca yasinannya”.

Seperti terhipnotis dengan prilaku si Ibu tadi, tanpa banyak basa-basi lagi orang-orang pun bergegas untuk mengambilkan mukena beliau untuk dipakaikannya untuk membaca Surat Yasin.

Akhirnya si Ibu bersama jamaah-jamah membaca surat yasin bersama-sama sampai selesai pembacaan surah yasin. Akan tetapi si Ibu tiba-tiba saja langsung berbaring kembali ditempat dan langsung meninggal saat itu juga. Orang-orang yang ada disana pun merasa takjub dan ada sebagaian diantaranya bahkan samapai menitikan air mata.

Kemudian beliau pun dimakamkan di komplek pemakaman umum di temaptany. Bahkan ketika suaminya meninggal pun berpesan untuk dimakamkan dsisamping istrinya tercinta.

(172.31.19.52)
Reply To: Kisah Ibu yang Penyabar
Your information: