Kisah Seorang Ibu Penjual Kopi

Posted in: How to & manners

don

Sep 12, 2017 at 9:16 AM

Kisah Ibu yang Penyabar

Cerita berikut terjadi disebuah wilayah Kabupaten di Jawa Tengah. Sebut saja Ibu Fulanah, ibu dari 2 orang anak, seorang istri yang soleha dan wanita yang sangat baik hati. Sedangkan suaminya adalah sibuk berbisnis harga biji kopi dan suka sekali selingkuh.

Tapi si Ibu ini selalu setia dan menerima pasangan hidupnya apa adanya dengan lapang dada. Di kehidupannya dia tidak pernah memprotes mengenai susahnya kehidupan yang dia jalani. Di tiap malam Jum’at si Ibu ini pasti meluangkan waktunya untuk membaca surah yasin.

Terakhir saya berjumpa si Ibu di akhir tahun 2010 pada acara walimahan sepupu saya di daerah Jawa Tengah. Pada saat itu istri saya sedang mengandung anak kedua saat si Ibu sedang bantu sohibul hajat, yang kebetulan adalah keponakannya. Tiba-tiba saja istri saya mengobrol kepada si Ibu yang kebetulan lagi menggoreng pia-pia atau bakwan jagung:

“Ini namanya apa ya Bude”.

Dengan suara yang lembut si Ibu menjawab;

“Kalo di daerah sini biasanya disebut pia-pia”.

Lalu istri saya bertanya kepada saya:

“Yah, pia-pia itu makanan apa sih?”.

Saya pun menjawab:

“Pia-pia itu sebutan lain dari bakwan jagung”

Istri saya pun menjawab:”

“Oh gitu ya”.

Selepas dari acara itu berakhir saya dan istri pun bergegas pergi untuk silaturahim ke mbah perempuan dari istri saya. Di perjalanan dari tempat sepupu saya kebetulan berbarengan dengan si Ibu sekeluarga yang mau pulang menuju kediammannya juga.

Dan jarak antara kediaman beliau dan mbah putri juga tidak terlalu jauh. Namun dikarenakan rumah Mbah putri tidak terlalu jauh dibanding dengan kediaman si ibu, saya dan istri pun turun terlebih dahulu. Dan sekalian pamit pulang dengan si Ibu.

Akan tetapi sekitar Ramdahan tahun 2012 beliau tiba-tiba jatuh sakit dan harus dirujuk ke rumah sakit terdekat. Dan ditunggu oleh suaminya tercinta. Pada suatu waktu dokter menyuruh agar si Ibu untuk minum obat. Kebetulan pada saat itu adalah bulan puasa. Namun karena si Ibu sedang puasa maka beliau menolaknya dan berkata:

“ Saya ini lagi berpuasa jadi saya tidak bisa minum obatnya sekarang”.

Kemudian dokter pun meminta bantuan dari suaminya agar si Ibu ini mau meminum obatnya dan berkata:

“Pak, saya mohon bantuannya agar bapak bisa membujuk istri bapak agar meminum obatnya, Saya Khawatir jika beliau enggan meminum obatnya sekarang maka hanya akan memperburuk kondisinya”.

“OK Dok”. Jawab Suami beliau.

Suaminya pun langsung membujuk si Ibu untuk meminum obatnya. Namun lagi-lagi si Ibu enggan meminumnya. Dan berkata:

“ Saya ini lagi puasa jadi saya tidak akan minum obatnya sekarang, Pada dasarnya wajib untuk seorang istri untuk menaati segala yang disuruh suaminya dalam yang disyari’atkan Allah SWT, akan tetapi harus menolaknya jika suami memerintahkan kemaksiatan dan yang dilarang oleh Rabb Semesta Alam”.

Sesudah itu suaminya pun hanya bisa berdiam diri saja. Tak lama Selepas kejadian tersebut beliau pun koma tak sadarkan diri sampai berhari-hari lamanya. Dan keluarga beliau memutuskan untuk membawanya kembali agar dirawat di rumah saja.

Setibanya dirumah keadaan beliau masih saja koma hingga para tetangga beliau banyak yang berkunjung membesuk. Dan sebagian tetangganyapun ada yang berinisiatif untuk membacakan surah Yasin secara berjamaah.

Diawali dengan pembacaan surat Al-fatihah yang dibaca dengan khusyu. Namun keanehan terjadi ketika para jamaah mau memulai untuk membaca surah Yassin. Subhanallah, Allah yang memilki segala khendak dan atas izin dan rahmatnya, beliau pun tiba-tiba bangun dari komanya seperti orang yang sehat wal afiat tidak kurang sedikit apapun. Dan para jamaah pun terperangah dan begitu terkejut dengan kejadian ini terlebih beliau hanya bilang kepada orang banyak yang ada dirumahnya:

“Saya ikut bantu baca yasinannya”.

Bagaikan tersihir oleh prilaku beliau, tanpa banyak basa-basi lagi orang-orang pun langsung mengambilkan mukena beliau untuk dikenakannya untuk membaca Surah Yasin.

Akhirnya beliau bareng para Jamaah membaca surah yasin bersama-sama sampai selesai pembacaan surah yasin. Namun beliau tiba-tiba saja langsung tidur kembali ditempat dan langsung meninggal ketika itu juga. Orang-orang yang berada disana pun merasa takjub dan beberapa diantaranya bahkan samapai menagis haru.

Kemudian beliau pun dimakamkan di komplek pemakaman umum di temaptany. Bahkan saat suaminya meninggal pun berpesan untuk dimakamkan dsisamping istrinya tercinta.

(172.31.11.250)
Reply To: Kisah Seorang Ibu Penjual Kopi
Your information: