Apa yang Dipikirkan Orang Jepang Tentang Penumpang yang Tidur dalam Kereta?

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Saya telah mengajar bahasa Inggris di salah satu sekolah tinggi paling bergengsi di Osaka. Saya telah menjadi masalah besar di salah satu kelas saya, yaitu saat masuk kelas dan 20 sampai 30 persen siswa sedang tertidur, dan akan seperti itu selama pelajaran saya. Jadi, saya melakukan apa yang akan dilakukan guru lain agar mereka lebih menghargai saya dengan membeli sebuah toa.

    Namun, setelah menggunakan toa tersebut, saya diberitahu bahwa saya melakukan hal yang salah jika membangunkan para siswa. Saya bisa saja disebut sebagai orang jahat! Ini adalah interaksi utama pertama saya dengan gagasan unik Jepang tentang “inemuri” (居眠り) atau “tertidur di tempat.”

    Temukan orang-orang yang tertidur

    Jika Anda pernah naik kereta di Jepang, ada kemungkinan pria paruh baya tertidur di bahu Anda. Hal ini sangat umum untuk melihat para karyawan perusahaan yang tidur di taman, di bangku, bahkan di tempat kerja atau selama pertemuan bisnis. Di banyak negara lain, jenis perilaku ini akan sangat mengagetkan. Pertama kali saya melihat seorang pria tidur di bangku taman saya berpikir, “Ia pasti minum minuman keras terlalu banyak.” Akan tetapi, bagi banyak orang Jepang, tidur di depan umum sebenarnya adalah pertanda bahwa Anda sedang kelelahan dan orang Jepang terkadang menganggap Anda sebagai pekerja yang sangat keras.

    Mari kita tidur!

    Semua orang tahu bahwa pekerja Jepang bekerja sangat keras dan tidak jarang jika mereka bekerja hingga 60 jam dalam seminggu. Jepang adalah negara dimana ada budaya larangan untuk pulang ke rumah sebelum atasan mereka pulang, jadi terkadang para pekerja tersebut tidak banyak tidur di rumah. Beberapa orang mengatakan bahwa tertidur di tempat kerja sebenarnya adalah pertanda bahwa Anda adalah pekerja yang berdedikasi dan bahwa Anda lebih memperhatikan pekerjaan Anda daripada untuk kesejahteraan Anda sendiri. Brigette Stiger dari Universitas Cambridge mengutarakan pendapatnya sebagai berikut:

    “Ketekunan, yang diungkapkan dengan bekerja berjam-jam dan memberikan segalanya, sangat dihargai sebagai sifat moral yang positif di Jepang. Seseorang yang berusaha untuk berpartisipasi dalam sebuah pertemuan meski kelelahan atau sakit akan menunjukkan sebuah ketekunan, rasa tanggung jawab dan kemauan untuk berkorban. Dengan mengatasi kelemahan fisik dan menumor duakan keperluan pribadi, seseorang dianggap kuat secara moral dan mental, serta dipenuhi dengan energi positif.”

    Reference: bbc.com/
    Kesimpulan

    Lain kali bila Anda melihat ada orang yang tidur di tangga atau seorang wanita kantor mulai ngiler di kerah Anda, ketahuilah bahwa mereka mungkin adalah pekerja keras. Namun, sudah pasti lebih baik terjaga setiap saat selama jam kerja. Karena itu, jangan ikuti mereka dan usahakan untuk lebih bekerja keras!