Menuju Daerah Tohoku, Jepang? Inilah 3 Mie Lokal Segar untuk Dicoba!

  • MACAM-MACAM AREA
  • MAKANAN
  • Tohoku (東北) terdiri dari bagian timur laut dari Honshu (本州), pulau terbesar di Jepang. Wilayah tradisional ini terdiri dari enam prefektur – Akita (秋田), Aomori (青森), Fukushima (福島), Iwate (岩手), Miyagi (宮城), dan Yamagata (山形). Pariwisata adalah industri utama di wilayah Tohoku. Ketika Anda berkunjung, jangan lewatkan ketiga mie lokal ini yang pasti akan membuat perut Anda berteriak “lagi”!

    1. Negi Soba (ネギそば)

    Anda bisa menemukan negi soba di Ouchi-juku (大内宿) di Prefektur Fukushima di Tohoku. Negi soba adalah Takato soba (高遠そば) yang dimakan menggunakan bawang hijau panjang (negi) sebagai pengganti sumpit.

    Tapi pertama-tama, apa itu takato soba dan bagaimana asal usulnya? Takato soba adalah hidangan soba dengan parutan lobak daikon. Ketika Masayuki Hoshina (保科正之), penguasa Aizu (会津), kembali dari Nagano (長野), orang-orang di Aizu melihat salah satu pengikutnya makan soba dengan lobak daikon. Punggawa, yang berasal dari klan Takato Nagano, menjelaskan kepada orang-orang bahwa itu adalah bagaimana orang-orang di Takato memakan soba. Segera setelah itu, cara makan soba ini menyebar ke seluruh Aizu dan dikenal sebagai “Takato soba.”

    Ketika Anda memasuki sebuah restoran yang melayani negi soba, Anda harus meninggalkan semua peralatan makan dan makan dengan menggunakan sayuran sebagai gantinya. Namun, ini bukan sayuran biasa. Ini adalah bawang hijau panjang, khusus dibudidayakan dan tumbuh menjadi sedikit berbentuk “J”.

    Misawaya (三澤屋), salah satu restoran yang menyajikan mie jenis ini, menawarkan berbagai takato soba untuk dipilih, mulai dari panas, dingin, dan beberapa lainnya juga ada! Seiring dengan berjalannya waktu, pemilik Misawaya memiliki ide mengganti sumpit dengan daun bawang ketika memakan soba karena ia mengeluarkan aroma harum dan Anda bisa mengunyahnya setelah Anda selesai memakan soba.

    Waktu terbaik untuk makan negi soba adalah bulan Oktober atau November, yang merupakan musim soba segar.

    Halaman Web Misawaya *tersedia dalam bahasa Inggris
    Akses

    Halaman Web Ouchi-juku *tersedia dalam bahasa Inggris
    Akses

    2. Shiroishi Umen (白石 温麺)

    Mie ini diberi nama “umen (温麺; mie hangat)” untuk menghormati “hati yang hangat akan belas kasih” seorang anak laki-laki yang mengabdi kepada orang tuanya. Kisah tentang mie ini berasal dari periode Edo (江戸). Kisah ini tentang seorang pria bernama Miuemon Suzuki (鈴木味右衛門) yang tinggal di kota kastil Shiroishi (白石). Ayahnya sedang sakit di tempat tidur dan harus berpantang makan selama beberapa hari. Jadi dia pergi untuk mencari makanan obat sampai akhirnya dia bertemu dengan seorang biksu yang mengajarinya membuat mie tanpa menggunakan minyak. Dia segera membuat mie tersebut dan memberikannya kepada ayahnya yang kemudian, sembuh. Kesembuhannya mungkin karena tepung yang diremas dalam air garam. Mie ini meninggalkan rasa lembut di lidah dan karena dibuat tanpa minyak, mie ini mudah dicerna.

    Kisah tentang kebaktian ini sampai pada Katakura Kojuro (片倉小十郎), penguasa feodal Istana Shiroishi saat itu. Dia kemudian menamai mie ini “umen” yang diambil dari kehangatan Miuemon. Dengan kata lain, kehangatan tidak ada di dalam mie tetapi di “hati” seseorang.

    Umen adalah salah satu dari tiga produk putih Shiroishi bersama dengan lada Jepang dan pati garut yang disebut “kuzu (葛).” Dibuat dengan gandum, mie yang tipis dengan panjang 9 hingga 10 sentimeter ini dapat dimakan hangat atau dingin. Mie tradisional dari Prefektur Miyagi ini juga tersedia dalam bentuk kering sehingga Anda dapat membeli dan membawanya pulang untuk dimasak sendiri!

    Halaman Web Shiroishi City Travel and Tourism Guide *tersedia dalam bahasa Inggris
    Akses

    3. Yokote Yakisoba (横手焼きそば)

    Disajikan dengan telur yang digoreng dan fukujinzuke (福神漬け), sejenis sayuran acar, mie tebal dan lurus dari yokote yakisoba digoreng dengan kubis dan daging babi cincang dan dibumbui dengan saus manis.

    Konon ini berasal dari Kota Yokote (横手市) sekitar 60 tahun yang lalu ketika seorang pemilik restoran yakisoba lokal dan sebuah perusahaan mie mengembangkan resep bersama sebagai camilan anak-anak. Makanan ini kemudian menjadi populer di kalangan penduduk setempat karena rasanya yang gurih dan harganya terjangkau.

    Sekelompok restoran lokal meluncurkan kampanye yang disebut “Yokote Yakisoba Norenkai (横手焼きそば暖簾会)” pada bulan Juli 2001 untuk mempromosikan mie ini. Dikenal sebagai salah satu dari tiga yakisoba utama Jepang bersama dengan Fujinomiya (富士宮) dan yakisoba Joshu-ota (上州太田), makanan ini juga merupakan meibutsu (masakan daerah) dari Akita. Ini bahkan tersedia dalam bentuk mentah sehingga Anda bisa memasak dan menikmatinya di rumah!

    Sekilas tentang Kota Yokote *tersedoa dalam bahasa Inggris
    Akses

    Jadi, perhatian untuk semua pecinta makanan di luar sana! Jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba mie lokal spesial ini setiap kali Anda mengunjungi Tohoku. Cicipi mie ini di tempat asal mereka!