4 Tempat yang Paling Horor di Jepang

  • ANEKA ARTIKEL
  • TEMPAT
  • Tidak ada yang akan menyangkal bahwa Jepang adalah negeri yang ajaib. Terdapat berbagai kota yang begitu hidup, berbagai bentuk hiburan yang tak terhitung, pemandangan yang megah, serta kastil dan kuil yang sangat indah. Sekalipun begitu, seperti halnya negara lainnya, terdapat pula tempat menyeramkan di negara ini yang mungkin ingin Anda kunjungi.

    1. Nara Dreamland

    A post shared by Richard Dunn (@doraetron) on

    Kembali pada tahun 1961 di saat pertama kali Dreamland dibuka. Dreamland ini sangat mirip dengan Disneyland. Dari pintu masuk hingga wahana, seluruhnya dikonsepkan dari Disney. Bagaimanapun juga, ketika Dreamland benar-benar direalisasikan, terjadi penurunan pengunjung Dreamland yang menjadi-jadi. Orang-orang lebih memilih mengunjungi Disneyland dengan bangunan jutaan dollar-nya dan perhatiannya terhadap detail, mengakibatkan pemasukan yang sangat sedikit bagi Dreamland dan pada akhirnya ditutup pada tahun 2006. Ironis mengetahui bahwa setelah kematian Dreamland orang-orang mulai kembali mengunjungi Dreamland. Walaupun, kali ini bukan untuk bersenang-senang akan tetapi untuk suatu pengalaman yang menyeramkan.

    2. Pulau Hashima

    Sejauh 15 kilometer dari kota Nagasaki, terdapat pulau kapal perang tak berpenghuni yang menjadi meyeramkan sejak tahun 1974. Pulau ini merupakan pertambangan batu bara yang dibuka pada tahun 1887, akan tetapi ketika minyak bumi menggantikan batu bara di Jepang pada tahun 1960-an, pertambangan ini pun ditutup dan memaksa penduduknya meninggalkan pulau.

    3. Aokigahara/ hutan bunuh diri

    Pepohonan yang lebat di lereng barat laut Gunung Fuji menjadi tempat bunuh diri yang populer bagi orang Jepang. Terdapat setidaknya ratusan tindakan bunuh diri yang dilakukan di hutan ini. Jumlah kasus paling besar tercatat pada tahun 2003, dimana 105 tubuh ditemukan di wilayah tersebut, serta pada tahun 2004 dengan 108 jumlah kematian.

    4. Taman Gulliver’s Travel

    Taman Gulliver’s Travel dibuka pada tahun 1997, namun hanya dalam waktu empat tahun terpaksa ditutup karena kurangnya pengunjung. Kurangnya pengunjung taman ini diperkirakan karena dekat dengan Hutan Bunuh Diri (Aokigahara) dan dengan markas Aum Shinrikyu, sekte pemujaan yang bertanggung jawab atas kematian 13 orang dalam serangan gas Tokyo pada tahun 1995.