4 Kebiasaan Melekat yang Mungkin Anda Dapat dari Jepang

  • BUDAYA
  • Saya telah tinggal di Jepang sekitar 3 tahun. Selama pulang ke Amerika Serikat, saya mendapati diri saya melakukan atau ingin melakukan hal-hal tertentu yang, umum di Jepang, namun tidak dilakukan di tempat saya berasal. Biasanya saya segera mengerti, tapi hal tersebut telah menyebabkan momen yang menggelikan (atau canggung). 4 hal berikut merupakan yang paling sering terjadi.

    1. Membungkuk

    Ini seringkali terjadi sehingga telah menjadi sifat kedua saya. Kadang saya merasa saya melakukan ini lebih sering daripada orang Jepang. Membungkuk adalah alat komunikasi non-verbal yang menunjukkan kesopanan, sesuatu yang selalu berguna dalam menjembatani halangan bahasa. Ketika saya kembali ke Amerika, alih-alih menjabat tangan, saya membungkuk pada orang saat melewati jalan, ketika memberikan saya sesuatu, atau bahkan ketika saya bertemu seorang kenalan. Saya mendengar hal itu juga banyak terjadi pada kawan lainnya yang telah kembali ke negara asalnya dari Jepang, dan saya merasa kebiasaan ini tidak dapat sepenuhnya dihilangkan.

    2. Berkata “un un” ketika mendengarkan orang berbicara

    Biasanya ucapan ini bersamaan dengan anggukan kepala untuk tiap “un” (うん) yang diucapkan. Mengucapkan ini di Jepang merupakan suatu cara untuk menjawab apa yang orang lain katakan, semacam “uh-huh” dalam bahasa Inggris. Cukup aneh bagi beberapa sanak keluarga saya ketika mengetahui saya melakukan ini di rumah, namun mereka biasanya dapat mengerti. Jika seseorang mengatakan sesuatu yang menarik atau mengejutkan, bisa jadi saya juga menambahkan “sou?!” (そう?!) untuk “benarkah?!”

    3. Ingin memasukkan barang belanjaan sendiri ke dalam kantong

    Di toko bahan makanan di Jepang tidak ada pegawai yang membantu Anda memasukkan barang belanjaan ke dalam kantong. Sebagai gantinya, barang yang dibeli diletakkan di dalam keranjang, bersama dengan tas atau kantong jika perlu dan pembeli dapat menuju area yang ditentukan untuk mengemas barang belanjaan mereka. Hal ini dilakukan untuk sistem yang lebih efisien dan antrian tidak terlalu panjang. Di Amerika Serikat, saya harus menahan diri untuk tidak mengambil dan menaruh sendiri barang belanjaan ke dalam kantong, saya khawatir akan dianggap tidak sopan. Menariknya betapa kecilnya perbedaan budaya seperti ini bisa membuat seseorang terkadang merasa tidak pada tempatnya.

    4. Menepukkan tangan dan berkata “Itadakimasu!” sebelum makan

    “Itadakimasu” (いただきます) kira-kira dapat diartikan “Saya menerima dengan kerendahan hati”, dan merupakan suatu cara untuk menunjukkan apresiasi pada makanan, tidak hanya pada orang yang terkait dengan persiapan dan penyajian makanan, namun juga kepada tanaman dan jika ada apresiasi juga ditujukan pada hewan, yang menyerahkan hidupnya untuk makanan. Menempatkan tangan Anda pada posisi seperti berdoa juga merupakan sikap yang sopan. Ketika di Amerika, saya hampir selalu mengatupkan tangan sebelum makan dan beberapa kawan dan anggota keluarga akan mendapati saya mengucapkan “Itadakimasu.” Hanya ketika berada di antara orang asing dengan sadar saya akan mengucapkan kata lain, seperti “mari makan!”

    Ini hanya sebagian kecil terkait tingkah laku khas Jepang yang melekat dengan saya. Seandainya Anda tinggal di Jepang, tingkah laku apa yang menurut Anda akan Anda ambil? Atau jika Anda sedang tinggal di Jepang, kebiasaan apa yang susah untuk Anda tinggalkan ketika Anda pulang ke negara asal?