Mengapa Budaya Pria dan Wanita Penghibur di Jepang sangat Populer?

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Jepang merupakan negara dengan sejuta atraksi. Salah satunya adalah klub-klub malam yang diisi oleh pria dan wanita penghibur.

    Di Jepang, khususnya di kota-kota metropolitan, mudah sekali menemukan berbagai hiburan seperti: klub biasa, bar, klub pria atau wanita penghibur dan lain sebagainya. Ada banyak pilihan klub sehingga pelancong di Jepang dan juga warga lokal dapat memenuhi tiap kebutuhan pelanggannya. Kota-kota seperti Tokyo dan Osaka terutama menawarkan hiburan, kemewahan dan kesenangan yang tak terhingga bagi masyarakatnya. Dalam artikel ini, kami akan mengajak Anda untuk melihat lebih dekat sebuah klub pria dan wanita penghibur.

    Walaupun di berbagai negara lain klub – klub seperti ini terkadang terlihat sebagai portalnya kegiatan prostitusi, kondisi berbeda terdapat di Jepang. Di Jepang, klub – klub ini sangat populer dan umum sebagai tempat hiburan bagi para pria dan wanita. Apa yang sebenarnya terjadi di dalam klub-klub ini? Dan mengapa mereka begitu populer di negeri sakura?

    Klub Wanita Penghibur

    Terdapat dua macam klub wanita penghibur di Jepang. Yang pertama adalah klub perempuan penghibur yg biasa dan yang kedua adalah ‘kyabakura‘. Kata ‘kyabakura‘ berasal dari kombinasi kata “kabaret” dan “klub”. Klub itu sendiri dimaksudkan untuk menampilkan hiburan seperti kabaret.

    Para wanita yang bekerja di klub ini dibayar untuk duduk dengan para pria untuk berbincang dengan mereka, menyalakan rokok, menuangkan minuman dan yang terpenting adalah menjadi teman bicara yang baik dan menarik bagi tamu mereka. Tentu saja para tamu pria tersebut harus membayar untuk jasa seorang perempuan penghibur yang menjadi teman bicara mereka. Normalnya, para wanita penghibur ini hanya berbincang-bincang dengan tamu dan terkadang mereka diminta untuk bernyanyi karaoke bersama tamu tersebut. Tujuan utamanya adalah membuat tamu merasa rileks dan menikmati hiburannya. Hal yang terpenting adalah untuk memastikan bahwa tamu mereka tidak merasa bosan.

    Sebagian besar tamu mereka adalah pria yang berpenghasilan di atas rata-rata dan yang memiliki pekerjaan tetap. Para pegawai kantoran biasanya mendatangi bar perempuan penghibur setelah seharian bekerja dan untuk bersantai sejenak saat mereka bertugas di malam hari. Terkadang tamu yang datang adalah rekan dari pemilik perusahaan dan para pria yang bersedia mengeluarkan biaya lebih untuk hiburan ini. Para perempuan penghibur ini biasanya adalah gadis-gadis muda yang menawan dan pandai berbicara. Beberapa klub wanita ini mempekerjakan orang asing yang ingin melakukan pekerjaan ini sebagai kerja paruh waktu. Dan beberapa klub secara ekslusif hanya memperkerjakan wanita yang bukan orang Jepang (orang asing), dimana tamu mereka sebagian besar adalah pria Jepang yang tertarik untuk untuk berbincang-bincang dengan wanita asing.

    Tentu saja sangat sulit bagi orang luar untuk memahami budaya ini. Namun bagaimanapun sulitnya, perlu dimengerti bahwa klub ini tidak ada kaitannya dengan kegiatan prostitusi. Mereka hanya bertugas untuk menemani tamu-tamu di klub ini.

    Klub Pria Penghibur

    Klub dengan pria penghibur cukup mirip dengan klub perempuan penghibur, namun kali ini tamu wanita lah yang datang kesana dan membayar untuk kesenangan karena memiliki teman pria. Klub pria penghibur ini biasanya berlokasi di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka. Distrik Kabukicho di Tokyo adalah satu dari beberapa lokasi utama dari klub pria penghibur ini. Mereka biasanya sangat tampan, memiliki kepribadian yang menarik dan pandai berbicara.

    Sama seperti para wanita penghibur, para pria penghibur ini juga duduk bersama tamu, menuangkan minuman dan berbincang dengan mereka dan mungkin juga sedikit merayu tamu mereka di malam mereka datang. Satu bagian dari pekerjaan mereka yang pasti adalah harus tampil menarik dan mampu mendapatkan tamu sebanyak mungkin (dan yang mau berlangganan).

    Para pria ini harus mampu banyak minum (alkohol) dan tampil menghibur tamu mereka sepanjang malam. Mungkin kelihatannya mudah, namun pekerjaan ini sama sekali bukanlah pekerjaan yang mudah. Para laki-laki penghibur ini haruslah menawan, pandai bercanda dan pandai menghibur banyak orang. Setiap klub ini memiliki sistem rangking dimana setiap pria penghibur dirangking dari jumlah pemasukan yang dihasilkan dari penjualan minuman sepanjang bulan lalu. Pria penghibur terbaik biasanya adalah yang menghasilkan pemasukan paling tinggi. Satu bagian tersulit dari pekerjaan ini adalah mereka diharuskan untuk minum setiap malam selama berjam-jam tidak peduli mereka suka atau tidak. Hal ini sudah pasti tidak baik bagi tubuh mereka dan berefek dalam kehidupan mereka sehari-hari (sampai-sampai tidak memiliki kehidupan di luar pekerjaan).

    Mengapa Banyak Orang Pergi ke Klub Semacam Ini?

    Klub pria penghibur dan wanita penghibur begitu populer di Jepang karena banyak masyarakat Jepang yang diharuskan memiliki jam kerja yang panjang dan mereka membutuhkan beberapa macam relaksasi atau paling tidak seseorang yang mau berbicara tanpa menghakimi mereka, jadi itulah alasan mereka pergi ketempat itu.

    Karena jam kerja yang panjang, banyak orang yang tidak punya waktu untuk mencari pasangan hidup. Jadi, ketika mereka pulang ke rumah, mereka sering merasa kesepian. Seorang pria penghibur maupun wanita penghibur dapat mengurangi rasa sepi. Tidak hanya menjadi temanmu, mereka juga mendengarkan setiap kata-katamu dengan penuh ketertarikan dan mereka juga senang memuji.

    Beberapa manajer perusahaan akan membawa klien mereka ke sebuah bar perempuan penghibur untuk sedikit meluluhkan suasana hati dan memastikan bahwa mereka diperlakukan dengan baik, sehingga bisnis antara mereka akan lebih mudah dijalani.

    Klub pria penghibur terkadang secara mengejutkan dikunjungi oleh wanita yang sebenarnya adalah wanita penghibur atau juga wanita yang bekerja di industri seks. Mereka pergi ketempat ini untuk minum dengan seorang pria penghibur dan bicara soal masalah mereka. Pria penghibur akan mencoba untuk menenangkan para wanita ini, menawarkan pertemanan dan seseorang yang mau mendengarkan mereka.

    Kelompok pelanggan yang lain adalah para wanita yang suaminya gila kerja di perusahaan mereka. Malam demi malam, mereka mulai merasa sendiri di rumah dan pergi ke klub pria penghibur demi merasa spesial dan mendapatkan perhatian yang mereka rasa kurang dalam pernikahan mereka.

    Karena para pria dan wanita penghibur adalah orang-orang yang profesional dan menjaga kerahasiaan tamunya dengan aman, hal ini merupakan alternatif yang baik untuk sebuah terapi. Satu hal lagi yang perlu diingat bahwa pria dan perempuan penghibur ini tidak melakukan kegiatan prostitusi. Meskipun dalam beberapa kasus yang juga jarang terjadi, beberapa dari mereka mungkin melakukan ‘hubungan’ yang sedikit lebih jauh untuk mendapatkan tambahan uang, namun hal ini termasuk tindakan ilegal.

    Mari Berbicara tentang Uang

    Klub-klub semacam ini biasanya tidaklah murah untuk dikunjungi dan tidak setiap orang mampu pergi ke klub tersebut secara rutin. Mengunjungi sebuah klub wanita penghibur dapat mencapai harga beberapa juta rupiah setiap malam, bahkan pernah terdengar bahwa beberapa pria menghabiskan hingga 300 juta rupiah dalam semalam (mereka meminum sampanye yang mahal dan berbagi dengan sekelompok perempuan penghibur).

    Untuk alasan ini, gaji pokok dari pekerja di industri ini cukup layak, mulai dari kisaran 25 juta rupiah lebih tiap bulannya. Pria penghibur biasanya bisa memperoleh lebih dari itu, tergantung dari berapa banyak tamu yang mereka miliki dan berapa banyak penghasilan yang didapatkan dari tamu. Satu botol sampanye di sebuah klub pria penghibur bisa mencapai harga setinggi 3 juta yen (300 juta rupiah) untuk merek premium. Beberapa pria dan wanita penghibur bahkan sering mendapatkan hadiah yang lebih mahal dari tamu-tamu mereka.

    Kesimpulannya, pekerjaan ini (seperti pekerjaan yang lain) memiliki sisi baik dan buruknya. Uang yang dihasilkan sangat banyak dan jika Anda adalah seorang extrovert atau sangat pandai bergaul, Anda mungkin dapat mencoba perkerjaan ini selama beberapa waktu. Kekurangannya adalah tubuh dapat menjadi tidak sehat dan juga karena kerasnya dunia mereka, jika sebagai penjual Anda tidak memperoleh keuntungan yang bagus, maka Anda akan dikeluarkan. Anda harus mampu menghadapi berbagai tekanan. Bagi beberapa orang, mungkin pekerjaan ini adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, namun bisa juga menjadi mimpi buruk.

    Dikatakan bahwa klub pria dan wanita penghibur modern sudah berevolusi. Dalam aspek yang lain, budaya ini dikenal sebagai dengan nama “Geisha“. Di negara lain, mungkin tidak pernah terdengar bahwa ada ada layanan membayar seseorang hanya untuk berbincang-bincang dan menemani kita, namun bagi banyak dari orang Jepang, ini adalah hal yang biasa dan terkadang digunakan untuk menghabiskan waktu luang.

    Sekali lagi, bisnis ini sangatlah berbeda dengan pandangan kita tentang ‘penghibur’. Tidak seperti di Indonesia, ‘penghibur’ di sini tidak melulu harus dikaitkan dengan prostitusi. Pekerjaan utama dari pria dan wanita penghibur ini adalah menghibur tamu-tamu agar mereka tidak merasa kesepian, dan tentunya merasa ‘terhibur’ dengan adanya mereka.