Mengapa Poni Sangat Populer di Kalangan Gadis Jepang?

  • BUDAYA
  • GAYA
  • Jika Anda berjalan di jalanan yang ramai di Tokyo, naik kereta saat jam sibuk atau jika Anda hanya duduk di warung kopi, mungkin Anda melihat sesuatu pada gadis-gadis Jepang. Kebanyakan wanita yang mengikuti mode memakai pakaian yang sangat terkoordinasi, tak ada noda, tak ada yang menggunakan pakaian lama, dan biasanya sesuai dengan musim, fashion-hype dan situasi tertentu. Anda juga mungkin melihat hampir semua gadis menggunakan make up. Beberapa terlalu berlebihan, beberapa tampak natural dalam dandanan mereka dan bahkan beberapa memilih untuk menggunakan make up natural (no-make-up look). Kebanyakan dari mereka, paling tidak yang berumur 20 tahun ke atas mewarnai rambut mereka dengan warna coklat, yang lebih berani bahkan mewarnai rambut mereka dengan warna pirang, namun coklat tua atau coklat medium adalah warna yang paling populer. Kemudian yang terakhir, apa yang dimiliki sembilan dari sepuluh gadis adalah poni! Apakah Anda telah menyadarinya? Keluarlah, lihatlah sepuluh wanita yang berlalu dan Anda akan melihat banyak wanita yang berdandan akan hampir selalu memiliki poni. “Maegami” (前髪), sebutannya di Jepang, sangatlah populer di kalangan wanita Jepang yang cantik!

    Jadi apa alasannya?

    Tokoh televisi dan artis

    Orang-orang terkenal memainkan peran besar dalam membentuk tren mode. Model fesyen dan penyanyi Kyary Pamyu Pamyu memiliki poni, hampir semua anggota grup j-pop AKB48 memiliki poni dan banyak juga aktris terkenal memiliki poni.

    Tampilan seksi, menggemaskan dan polos

    Poni itu seksi, paling tidak jika dipotong dan ditata dengan gaya yang sesuai. Jika dipotong secara menajam, akan mengingatkan pada model rambut okappa (おかっぱ)yang digunakan pada model rambut tradisional namun sekarang ini sering digunakan hanya untuk gadis-gadis sekolah yang lebih muda dan anak-anak TK. Jadi poni dapat menambah kepolosan dan keseksian pada wajah seorang gadis! Istilah potongan poni yang sangat lurus adalah patsun (ぱっつん) yang merupakan frasa onomatopoeia (tiruan) yang digunakan untuk suara gunting saat memotong poni secara mendatar.

    Mungkin ada lebih banyak alasan lain, tapi alasan-alasan di atas adalah yang paling memungkinkan. Bagaimana menurut Anda?