Di Jepang, Membicarakan Masalah Pribadi dan Seks Termasuk Tabu?

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Pemikiran tentang privasi memiliki banyak aspek yang berbeda di kehidupan orang Jepang. Adalah hal yang penting bahwa tiap individual memiliki hak untuk menjaga informasi personal secara privat. Dengan sensus terbaru yang diadakan di tahun 2015, banyak penduduk Jepang yang merasa privasi mereka telah dilanggar sampai tingkat tertentu.

    Privasi dan Publikasi

    Beberapa perilaku orang Jepang modern terhadap seks adalah contoh bagaimana di saat perilaku moral telah berubah, pentingnya privasi masih tertanam sangat dalam. Kehidupan sosial orang Jepang memiliki reputasi dengan tuntutan standar perilaku yang sempurna.Terungkapnya perselingkuhan dalam perkawinan di masa lampau telah menghancurkan banyak publik figur. Walaupun contoh tersebut dapat menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap privasi, orang Jepang mengizinkan para politikus dan publik figur mereka untuk memiliki kehidupan pribadi. Walaupun jika terlihat sedemikian, hal tersebut bisa jadi menyesatkan.

    Dalam beberapa kasus, publik tidak marah karena aktivitas seksual publik figur dipertanyakan. Hal yang dapat menyinggung publik adalah cenderung pada fakta bahwa aktivitas tertentu ini tercampur aduk dengan masalah lainnya. Sebagai contoh, sebuah masalah terkait keamanan nasional, pelanggaran hukum, atau penyalahgunaan posisi politikal. Skandal terkait kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa figur publik tidak dapat memisahkan masalah kehidupan pribadi dan peran publik dengan baik.

    Mempublikasikan Masalah Pribadi

    Di tengah meningkatnya informalitas, menanyakan “pertanyaan pribadi” masih cenderung dianggap tidak sopan jika dilakukan kepada orang Jepang. Sebagai contoh, pertanyaan mengenai berapa banyak pendapatan dan kehidupan seks mereka, kecuali Anda mengenali mereka dengan baik. Remaja pada umumnya tidak dapat menanyakan hal mengenai seks kepada orang tua mereka. Di sekolah, terdapat sedikit sekali kelas pendidikan seks tiap tahunnya (mungkin karena guru yang terlalu malu untuk menerangkannya). Secara keselurahan, seks masih dianggap sebagai hal yang benar-benar tabu. Seks mungkin telah dianggap bukan sebagai hal “buruk”, namun masih memalukan untuk diperbincangkan.