Ikutilah Percakapan Remaja Jepang dengan 3 Istilah Gaul Ini!

  • BAHASA
  • Jika Anda seorang ekspatriat yang tinggal di Jepang, kendala bahasanya merupakan hambatan nyata dan sulit yang akan Anda hadapi. Bahkan meski Anda sudah berada di sini selama bertahun-tahun dan sudah belajar di sekolah berbahasa Jepang atau bahkan ke universitas atau kampus, akan selalu ada titik di mana Anda menggaruk-garuk kepala dan bertanya “Apa yang dimaksud dengan ini_____?”.

    Penasaran adalah salah satu cara untuk belajar lebih banyak tentang apa yang tidak Anda ketahui, terutama jika ketidaktahuan Anda menghambat komunikasi. Di Jepang, saat ini Anda akan sering mendengar istilah gaul yang banyak digunakan oleh remaja dan pemuda yang tentunya akan membuat Anda merenungkan artinya. Jika Anda ingin tahu apa 3 istilah gaul yang paling populer di kalangan remaja, maka akan kami jabarkan sebagai berikut.

    1. Otsu

    Otsu, adalah istilah gaul yang umum digunakan di Jepang tidak hanya oleh remaja tetapi juga pemuda dewasa karena mereka memainkan peran yang sangat penting dalam masyarakat. Apakah Anda orang asing atau bukan, Anda pasti akan mendengar ataupun menggunakan ungkapan “Otsukaresama desu” (diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai “Terima kasih atas kerja keras Anda”). Dengan segenggam suku kata, kalimat utuhnya bisa terlalu panjang untuk diucapkan, karena itu “Otsu” biasanya lebih sering dipakai. Sekarang Otsu bisa digunakan dalam berbagai cara namun waktu penggunaan yang paling umum adalah setelah bekerja seharian dan bila seseorang melakukan sesuatu yang Anda hargai.

    2. Tehepero

    Anda mungkin pernah mendengar kata “Tehepero” di anime atau film kartun, namun Tehepero adalah ekspresi yang bisa Anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari juga. Tehepero sering digunakan di internet dan kebanyakan adalah wanita, pada akhir kalimat. Tehepero terdiri dari kata “Tehe” yang merupakan onomatope dari ekspresi malu dan “Pero” artinya lidah yang keluar.

    Ini adalah ekspresi yang digunakan setelah melakukan kesalahan atau bahkan perilaku yang konyol dan ceroboh untuk menyembunyikan rasa malu mereka, namun juga menunjukkan keimutan seseorang. Ada juga pose Tehepero di mana seseorang mengeluakan lidahnya dan emoji ini (。・ ω<)ゞ digunakan untuk mengekspresikannya.

    3. Joshiryoku

    “Joshiryoku” adalah kombinasi kata “Joshi (女子)” yang berarti perempuan dan “Ryoku (力)“ yang berarti kekuatan, namun sebenarnya mengarah pada feminitas atau pesona perempuan. Istilah tersebut menunjukkan bahwa seseorang memiliki titik pesona yang seringkali menjadi daya tarik tersendiri. Kata ini dapat digunakan baik untuk perempuan maupun laki-laki, yang kemudian menjadi “Jyoshiryoku danshi” (女子力男子).

    Dikatakan seseorang memiliki titik pesona ini juka orang itu termasuk modis, penurut, bisa memasak, menikmati keramahan, menghargai perawatan kulit dan sikap-sikap lainnya. Istilah Joshiryoku sering dibarengi dengan kata takai (高い) atau hikui (低い) yang berarti tinggi atau rendah, menunjukkan level feminitasnya.

    Jadi inilah tiga kata yang perlu dicatat karena Anda akan menemukan kata-kata tersebut selama perjalanan Anda seputar Jepang. Ketika istilah gaul yang berbeda-beda sering diperkenalkan dari waktu ke waktu oleh para pemuda, sangatlah bagus untuk mengetahui apa saja istilah-istilah itu dan apa maksudnya sehingga Anda tidak ketinggalan jaman. Juga, mohon berhati-hati dan hanya menggunakan istilah gaul Jepang kepada teman-teman dalam situasi yang santai.

    *Featured Image: jp.fotolia.com/