Bagaimana Perubahan Seragam Sekolah di Jepang Hingga Hari Ini?

  • BUDAYA
  • GAYA
  • Seragam sekolah Jepang mungkin adalah yang paling modis dan bergaya dari semuanya. Hal ini bukan hanya sekedar simbol generasi muda namun juga memiliki peranan penting bagi negara. Banyak orang di dunia yang mencintai seragam sekolah Jepang karena penampilannya yang kawaii (imut). Ada banyak jenis seragam yang bervariasi dari yang standar sampai yang sangat unik memiliki setelan yang bervariasi. Mode seragam sekolah untuk perempuan berubah-ubah sepanjang waktu dikarenakan adanya tren mode yang berubah-ubah. Mari kita lihat lebih dekat lagi perbedaan tren dari seragam sekolah Jepang sepanjang tahun.

    Sejarah dari seragam sekolah

    Seragam sekolah Jepang telah ada sekitar 150 tahun. Model awalnya sangatlah mirip dengan penampakan gaya Eropa yaitu seragam naval. Disebut dengan “seifuku” dalam bahasa Jepang dan digunakan pertama kali pada abad ke-19. Idenya diambil dari pakaian pelaut yang dikecilkan yang biasa dikenakan oleh anak-anak yang berasal dari keluarga kerajaan Eropa. Karena memiliki kecenderungan mudah untuk dijahit, sehingga sangat mudah diadaptasi di Jepang.

    Bicara tentang seragam SMP dan SMA, pakaian tradisional diambil dari era Meiji yang mengikuti gaya seragam militer untuk laki-laki dan pakaian pelaut untuk perempuan. Kemudian, banyak sekolah yang mengadopsi corak barat seragam sekolah katolik. Para perempuan mulai mengenakan blus putih bersama pita, jas dengan lambang sekolah dan juga rok. Para laki-laki juga mengenakan kemeja putih, bersama dasi, jas dan celana panjang.

    Sekolah di Jepang tidak memiliki loker yang dikhususkan untuk gender tertentu sehingga cukup sulit untuk berganti pakaian dari seragam kelas ke seragam olahraga. Hasilnya, banyak siswa yang mengenakan seragam olahraga didalam seragam kelasnya. Sebagian sekolah juga memiliki bentuk khusus untuk rambut dan juga sepatu.

    Sekolah Negeri dan Sekolah Swasta

    Perbedaan dari gaya seragam sekolah juga tergantung dari sang siswa apakah ia bersekolah di sekolah negeri atau sekolah swasta. Seragam pada sekolah negeri cenderung lebih sederhana jika dibandingkan dengan sekolah swasta. Sebagian siswa bahkan tidak menggunakan seragam sekolah sama sekali, hanya pakaian biasa. Yang lainnya bahkan memilih untuk mengenakan seragam palsu yang bisa mereka pilih semuanya dari dasar.

    Para perempuan biasanya mengenakan rompi atau sweater ketika musim gugur dan musim dingin. Mereka juga dapat memilih warna yang mereka inginkan semisal putih, hitam, abu-abu dan krem. Merek yang paling terkenal untuk sweater adalah UNIQLO. Setiap sekolah juga memiliki seragam versi musim panas sekolah mereka. Pada banyak kasus, terdiri dari kemeja putih yang dipadukan dengan celana panjang untuk laki-laki dan blus tradisional yang dipadukan dengan dengan rok tartan dan pita untuk perempuan.

    Penampilan dari seragam ini sangat tergantung dari disiplin para siswa. Sebagian dari mereka memodifikasi penampilan seragam mereka dengan mengenakannya secara tidak benar atau dengan mengenakan hal-hal yang tidak diperbolehkan seperti pin atau kaos kaki yang kedodoran. Sebagian perempuan bahkan memendekkan rok mereka, sedangkan para laki-laki mengenakan celana mereka serendah pinggul.

    Rok sepanjang lutut, kaus kaki pendek, sepatu pantofel dan pita

    Pada tahun 1990-an dan 2000-an, menjadi gaya yang populer bagi para perempuan di Jepang untuk mengangkat dan menggulung rok mereka diatas pinggang (sehingga tampak pendek) ketika pergi ke sekolah maupun saat berjalan-jalan keluar di kota setelah waktu pulang. Kini, hal tersebut tidak lagi diperbolehkan untuk menghindari terjadinya skandal. Dengan kode pakaian yang baru, lebih banyak lagi anak sekolah perempuan yang mematuhi peraturan ketimbang mereka yang mengenakan rok dipendekkan. Ukuran rok yang terbaik dikatakan memiliki ukuran 15 cm diatas lutut, tidak terlalu panjang dan juga tidak terlalu pendek. Namun tergantung dari peraturan sekolah masing-masing karena sebagian sekolah membutuhkan rok yang lebih panjang.

    Gaya yang menjadi populer lainnya adalah pada tahun 90-an mengenakan kaus kaki longgar yang menjadikannya mirip seperti penghangat kaki. Dengan demikian kaki pemakainya akan tampak lebih kecil. Kaus kaki yang diperlakukan demikian cukup sulit dipertahankan bentuknya karena begitu longgar sehingga pemakainya perlu memberikan semacam lem ke betis mereka. Istilah khusus untuk hal ini disebut sock touch (sentuhan kaus kaki) yang berarti mempertahankan bentuk kaus kaki supaya tidak jatuh sampai pergelangan kaki. Sampai hari ini masih sering terjadi, siswi mengenakan kaus kaki semacam ini secara diam-diam dan ini merupakan pilihan populer para siswi ketimbang mengenakan kaus kaki setinggi lutut.

    Sekarang, gaya terbarunya adalah mengenakan kaus kaki yang sangat pendek. Hal ini hanyalah sebagian dari gaya masa muda yang terus berubah sepanjang waktu. Ketika berurusan dengan sepatu, sepatu pantofel mengalahkan jenis sepatu lainnya karena tampak bagus dan mahal. Kebanyakan mengenakannya dalam warna hitam atau coklat. Untuk penampilan yang lebih baik, sebagian sepatu pantofel tampil dengan hak pendek.

    Untuk memamerkan selera para siswi, mereka menggunakan pita atau dasi dengan berbagai pilihan warna dan corak yang bermacam-macam. Kebanyakan sekolah juga memerlukan tas sekolah khusus yang terbuat dari nilon maupun kulit. Berikut jenis-jenis standar tas yang ada, sebagian perempuan memilih tas menyamping, sedangkan yang lain mengenakan tas punggung, Sebagian juga mengenakan tas nilon yang penuh warna untuk memperlihatkan selera individual mereka.

    Meskipun banyak sekolah negeri yang memperbolehkan siswanya untuk mengenakan pakaian yang mereka inginkan, hampir semua siswa mengenakan seragam ketika mereka telah menginjak jenjang SMP. Seragam tersebut mengurangi resiko terkena bully juga memberikan kesan rasa bangga dan persatuan. Harga seragam itu sendiri sebenarnya cukup mahal sehingga terdapat aturan khusus untuk tiap sekolah. Anda tidak dapat mengenakan sembarang jas dan celana panjang yang ingin Anda kenakan. Satu set seragam sekolah untuk seluruh musim haruslah berharga sekitar 100.000 yen atau sekitar Rp. 12.000.000,- dan ini merupakan peraturan wajib. Walaupun demikian, tetap tren seragam sekolah sepanjang tahun menjadi simbol tertinggi terhadap vitalitas dan impian masa muda di negara Jepang. Namun tentu saja, apa yang populer saat ini tentu akan berubah suatu saat nanti, hanya masalah menunggu waktunya tiba