4 Makanan Jepang yang Tidak Bisa Saya Makan! Bagaimana Dengan Anda?

  • MAKANAN
  • SELURUH NEGERI
  • Saya sangat menyukai makanan Jepang, namun ada beberapa hidangan yang tidak bisa saya makan, juga tidak mau saya coba kembali untuk kedua kalinya. Apakah Anda mempunyai pengalaman yang serupa?

    1. Natto

    Natto (kacang kedelai yang difermentasi) adalah salah satu makanan yang dapat membelah dua negara Jepang secara selera. Grup pertama adalah penyuka natto dan grup kedua adalah pembenci natto. Beberapa orang tidak menyukai natto karena ini adalah makanan yang paling bau yang pernah mereka coba. Tapi, berbeda dengan saya. Saya tidak menyukai natto karena natto sangat lengket. Aroma nya tidak begitu mengganggu dan tidak cukup bau, namun teksturnya sangat lengket. Saking lengketnya, hingga menyerupai lendir sehingga saya tidak bisa mengunyahnya ataupun memasukannya ke dalam mulut. Suatu ketika, di sekolah kami disajikan natto sebagai menu makan siang. Sebagai guru, saya dan teman-teman saya harus memberi contoh untuk memakan makanan yang disajikan. Namun, tebak! Yang terjadi adalah saya memberikan secara sopan natto tersebut ke guru yang lain, sambil berkata “Maaf, saya tidak bisa memakan ini.” Lalu sekejap saja, berita tentang “Guru bahasa Inggris yang tidak bisa memakan natto” telah tersebar dimana-mana.

    2. Cumi dan gurita mentah

    Saya suka sashimi (ikan mentah iris) dan sushi. Kesukaan saya adalah ikan salmon. Jika Anda memberi saya cumi atau gurita, tidak terima kasih, saya tidak mau. Saya ingat kakak saya bercerita tentang seberapa enak cumi mentah, sangat empuk dan manis. Hal itu ia sampaikan saat saya pertama tiba di Jepang. Ia membawa saya ke sebuah restoran sushi dan di sana kokinya memasak sushi di hadapan pengunjung. Saat itu kami memesan menu dimana kokinya menyajikan makanan satu per satu. Saat cumi disajikan, saya sangat terkejut. Cumi tersebut sama sekali tidak terasa lembut dan empuk. Setiap saya mengunyah, cuminya terasa masih bergerak. Saya ingin sekali berhenti memakannya, namun koki di depan saya bertanya “Ikagadesuka?” atau “Bagaimana rasanya?” dan tentu saja saya harus berpura-pura menyukainya sambil lanjut mengunyah. Sekuat tenaga saya berusaha menghabiskannya. Semenjak saat itu saya tidak akan pernah lagi mencoba cumi mentah. Lalu, saya memutuskan untuk tidak menyukai gurita mentah juga, karena keduanya memiliki banyak kesamaan.

    3. Basashi

    Apakah Anda tahu basashi? Saya pun sebelumnya tidak tahu apa-apa mengenai basashi. Saya hanya tahu itu adalah jenis makanan mentah. Saat pertama kali saya tinggal di Jepang, kakak ipar saya yang orang Jepang membawa pulang sebungkus yang berisi macam-macam daging mentah. Berbagai macam sashimi rasanya sangat enak, apalagi saat saya celupkan ke kecap asin atau soyu dan wasabi. Serasa di surga. Lalu, ketika saya mencoba sejenis sashimi yang berwarna kemerahan, ia bertanya apakah saya tahu itu daging apa, tentu saya jawab tidak. Ternyata, itu adalah daging kuda! Mentah! Bagaimana orang Jepang dapat memakan daging kuda mentah! Di negara saya, kuda dijadikan alat transportasi dan rasanya saya baru saja memakan sebuah kendaraan! Sejujurnya, rasanya tidaklah buruk, namun saya tidak akan pernah memakannya lagi.

    4. Kujira

    Apakah itu kujira? Kujira adalah ikan paus. Ya, kujira adalah daging ikan paus yang dimakan mentah. Saya tidak pernah membayangkan akan memakan daging hewan laut tersebut. Sangat menyeramkan dan hal itu membuat saya berpikir bahwa suatu hari ikan pausnya akan balas dendam pada saya. Memang hal ini terdengar aneh, namun saya rasa paus bukanlah untuk dikonsumsi. Jikalau itupun salah, saya rasa saya tetap tidak akan berubah pikiran.

    Bagaimana dengan Anda? Apa makanan Jepang yang tidak Anda sukai?