Berbagai Jenis Musik dan Tarian Tradisional Jepang: Dari Koto, Biwa, sampai Shamisen!

  • BUDAYA
  • TRADISIONAL
  • Jepang adalah negara yang kaya akan sejarah yang menarik, khususnya untuk dunia musik dan tari. Negara ini telah berhasil menyelamatkan dan menghidupkan kembali tarian tradisional dan acara musik yang mungkin bisa punah tahun demi tahun seiring dengan perubahan budaya dan masyarakatnya. Hal itu benar, mengingat banyak negara di dunia tidak merayakan sejarah budaya tradisional mereka sama seperti yang Jepang lakukan hingga sekarang.

    Artikel ini akan memberikan gambaran singkat tentang beberapa gaya tarian tradisional, genre musik dan alat musik yang terkenal di Jepang yang tertanam dalam budaya Jepang dan masih dirayakan dan dipraktekkan hingga saat ini!

    Banyak dari kesenian tradisional ini benar-benar unik untuk Jepang dan sangat berbeda dari gaya internasional. Baca terus untuk mengetahui tentang kesenian hebat ini dan dimana lokasinya agar Anda bisa melihatnya sendiri di Jepang!

    Jenis Tari Tradisional Jepang

    Jepang telah berpegang teguh pada banyak gaya tarian tradisional yang telah berkembang selama berabad-abad. Anda dapat menemukannya di berbagai festival dan acara sepanjang tahun dan di seluruh Jepang dan mungkin sedikit berbeda tergantung pada wilayah negara dimana tarian tersebut berasal.

    Ada banyak jenis tarian yang dijunjung oleh tradisi Jepang sejak dulu kala. Musik dan gaya penampilan dari tari-tarian ini sangat berbeda dari tari-tarian barat.

    Bon Odori

    Bon Odori adalah tarian tradisional Jepang yang biasanya ditampilkan di festival musim panas (matsuri) dan yang disukai penggemar lokal dan wisatawan!

    Orang biasanya memakai baju kimono yang cantik dan menari dengan musik tradisional dengan berbagai langkah, gerakan dan gestur. Anda mungkin melihat ratusan orang mengambil bagian dalam tarian ini karena semua orang dapat berpartisipasi dan merayakan tarian ini.

    Sama seperti namanya, tarian terkait dengan Festival Bon yang berlangsung setiap bulan Agustus dan diadakan untuk memperingati leluhur.

    Nihon Buyo

    Nihon Buyo adalah tarian Jepang yang sangat tradisional, dimainkan oleh para penari yang memakai kimono, serta menggunakan aksesoris tradisional seperti kipas dan tali.

    Berbeda dengan Bon Odori yang sangat partisipatif, tarian ini ditampilkan di panggung sebagai bagian dari acara hiburan. Penari dilatih secara khusus untuk melakukan tarian ini dan diajarkan oleh guru tari yang disebut shiso.

    Tarian ini umumnya terkait dan tampil dengan musik latar Jepang. Gerakan dalam tariannya lamban dan mencakup gerakan dan gestur yang spesifik dan lembut.

    Noh Mai

    Noh Mai adalah gaya tarian yang unik dengan musik latar belakang Jepang yang dimainkan dengan kecapi dan gendang tradisional. Terkadang vokal ikut tergabung juga.

    Tarian ini dikoreografikan untuk menceritakan sebuah cerita dan biasanya adalah dongeng Jepang tradisional dan terkenal. Pelaku memakai berbagai kostum warna-warni dan terkadang tampil dengan topeng juga.

    Kabuki

    Kabuki mungkin salah satu tarian yang paling terkenal dalam hiburan tradisional Jepang. Secara khusus, Kabuki adalah sebuah drama tari karena menggabungkan tarian, nyanyian, akting dan seni.

    Kabuki dilakukan kebanyakan di teater khusus kabuki, yang tersebar di negara ini. Kabuki sering menunjukkan kisah tentang sejarah, gaya hidup dan masyarakat Jepang, serta dapat memberi pengalaman dan wawasan yang benar-benar autentik yang tidak akan Anda dapatkan di tempat lain selain Jepang.

    Kabuki telah menjadi bagian besar hiburan Jepang untuk waktu yang lama dan masih populer hingga saat ini. Dengan kemajuan teknologi, pencahayaan, efek dan sebagainya, penampilan kabukipun berkembang seiring dengan berjalannya waktu!

    Musik dan Alat Musik Jepang

    Musik Tradisional Jepang sering dikaitkan erat dengan gaya tarian yang berbeda, pertunjukan Kabuki dan juga berbagai instrumen musik Jepang juga.

    Jika Anda pergi ke kuil, kelenteng dan festival budaya, Anda bisa melihat banyak alat musik tradisional yang dimainkan oleh musisi dan memamerkan gaya musik tradisional yang masih merupakan praktik yang sangat umum dilakukan di Jepang dalam era modern ini.

    Sekarang kita akan melihat lima alat musik tradisional yang paling terkenal di Jepang, yang biasanya digunakan untuk memainkan kesenian musik tradisional Jepang yang sangat dicintai di negara ini!

    Shamisen

     

    View this post on Instagram

     

    Música del Mundoさん(@musica_delmundo)がシェアした投稿


    Shamisen adalah instrumen tradisional yang sangat mirip biola. Bedanya, alat musik ini memiliki leher panjang dan panjangnya sekitar satu meter. Alat ini juga memiliki tiga senar dan biasanya terlihat pada acara musik tradisional dan festival di Jepang.

    Mirip dengan alat penggesek biola atau bow, tongkat kayu yang disebut batchi digunakan untuk memainkan shamisen. Dalam sejarahnya, shamisen digunakan di pertunjukan kabuki karena leher panjangnya menghasilkan suara panjang dan lincah sesuai yang dibutuhkan untuk lagu-lagu gaya kabuki. Alat ini juga digunakan pada pertunjukan boneka dan lagu rakyat.

    Baru-baru ini, shamisen telah digunakan di beberapa musik modern. Misalnya, grup musik Jepang populer Babymetal menggunakan shamisen di pertunjukan dan video musik mereka. Alat musik ini juga terkadang digunakan oleh seniman barat.

    Shakuhachi

    Shakuhachi adalah seruling bambu yang memiliki 5 lubang. Awalnya diperkenalkan ke Jepang dari Cina, alat musik ini sangat populer di jaman Edo. Instrumen itu sendiri bervariasi dalam ukuran dan memiliki nada serbaguna yang memungkinkan pemain untuk membuat berbagai macam irama dengan instrumen ini.

    Instrumen yang terdengar indah secara tradisional digunakan oleh Biara Buddha Zen dan dipandang sebagai alat spiritual. Bermain instrumen ini bahkan dipandang sebagai latihan bermeditasi karena fokus pada teknik pernapasan yang lembut dan berirama.

    Setelah Restorasi Meiji, shakuhachi lebih banyak dimainkan dan ditampilkan di acara kabuki dan pertunjukan tarian lainnya sebagai musik latar. Saat ini, alat musik ini juga ditampilkan dalam acara yang lebih modern dan bisa didengar dalam film terkenal, termasuk Jurassic Park, The Last Samurai, Memoirs of a Geisha, dan Braveheart.

    Instrumen yang menenangkan dan indah ini masih populer sampai sekarang dan banyak orang di Jepang mempraktikkannya dengan harapan bisa menjadi seorang master shakuhachi!

    Koto

    Dinamakan sebagai instrumen nasional Jepang, Koto adalah yang instrumen terbesar diantara alat musik tradisional Jepang, dengan panjang rata-rata sekitar 180 cm dan lebarnya 20 cm.

    13 senar instrumen kayu ini dipetik dengan jari tangan kanan. Jempol, jari telunjuk dan jari tengah dilengkapi dengan alat pemetik senar khusus yang disebut tsume. String tangan kiri digunakan untuk mengatur suara dengan menekan senarnya, mirip dengan gitar.

    Koto secara historis sering dimainkan oleh musisi buta karena kemudahannya saat bermain, serta mempertahankan popularitasnya sampai ke zaman modern. Jepang masih membanggakan Koto hingga hari ini, dengan banyak musisi yang menjadi koto master dan tampil di acara tradisional.

    Koto juga sangat populer di kalangan seniman rock psychedelic internasional di tahun 1960-an dan 1970-an, ditampilkan dalam lagu-lagu oleh The Rolling Stones dan David Bowie, juga ditampilkan dalam lagu-lagu oleh artis rap Dr. Dre.

    Wadaiko

    Wadaiko (juga disebut taiko) adalah drum tradisional Jepang yang sangat dicintai oleh masyarakat Jepang. Instrumen ini telah digunakan secara historis dalam prosesi militer dan peperangan, seperti alat komunikasi, teater dan upacara keagamaan.

    Alat ini berbentuk seperti bedug dan datang dalam berbagai ukuran dan bahan yang berbeda. Ada yang terlalu besar untuk digerakkan dan hanya diletakkan di tempat di kuil dan tempat suci, sementara ada yang cukup kecil untuk diangkat dan dimainkan.

    Saat ini, drum ini bisa dilihat di berbagai parade dan festival. Wadaiko juga digunakan dalam acara gerakan politik, sosial dan protes-protes lainnya, terutama oleh kelompok minoritas di Jepang.

    Biwa

    Biwa adalah kecapi Jepang dengan leher pendek dan juga dimainkan dengan menggunakan batchi. Instrumen indah ini digunakan untuk menemani musik istana tradisional Jepang (gagaku). Mereka juga digunakan sebagai instrumen solo.

    Biwa dianggap sebagai instrumen pilihan Benten, Dewi Musik dalam agama Shinto dan sangat banyak digunakan sampai jaman restorasi Meiji. Setelah mengalami masa kemunduran, seniman Jepang sekarang berusaha menghidupkan Biwa kembali.

    Instrumen ini sekarang bisa didengar di lagu-lagu J-pop dan beberapa film Jepang. Biwa memiliki bentuk lucu dan suara yang unik dan Anda mungkin akan menemukannya di beberapa acara musik tradisional di Jepang!

    Jadi, itulah beberapa tarian dan alat musik tradisional yang paling terkenal di Jepang. Saya akan sangat menyarankan agar Anda menghadiri acara kabuki atau acara tradisional untuk menikmati tarian dan gaya musik yang unik ini. Momen ini biasanya hanya dapat dilihat di Jepang dan merupakan cara terbaik untuk menikmati tarian, musik dan nyanyian!