Daerah Mana di Jepang yang Terkenal Memiliki Wanita Tercantik?

  • AKITA
  • SOSIAL
  • Wanita Jepang dikenal baik, berkemauan keras dan ramah. Mereka juga sangat cerdas dan secara konsisten mampu mengalahkan pria ketika harus mendapatkan nilai terbaik dan prestasi dalam bidang pendidikan! Sayangnya, bagaimanapun, Jepang masih harus membenahi stigma yang terdapat di masyarakat mengenai kesetaraan gender dan juga hak-hak yang harusnya setara antara laki-laki dan perempuan.

    Di Jepang, penampilan wanita (kebanyakan) masih dianggap sebagai faktor terpenting. Hal ini terlihat jelas dari banyaknya kontes kecantikan, gagasan bahwa tidak memakai tata rias ataupun sepatu hak tinggi di lingkungan kerja adalah tindakan yang tidak sopan, serta adanya obsesi menyeramkan dari pria-pria berumur terhadap gadis sekolahan dengan seragam SMA yang berlangsung di Jepang.

    Namun, semua orang mungkin akan setuju bahwa wanita Jepang itu cantik, seperti juga semua wanita dari semua negara. Di Jepang, wanita cantik disebut sebagai bijin dan orang Jepang memiliki istilah Akita bijin. Hal ini terlintas dalam benak banyak orang Jepang saat mereka mengunjungi Prefektur Akita dan berikut adalah alasannya!

    Mengapa wanita Akita disebut bijin?

    Gagasan bahwa wanita dari Prefektur Akita luar biasa cantik memiliki asal usul sejarah dan dikenal luas di kalangan orang Jepang di seluruh negeri. Salah satu alasan untuk gagasan ini adalah bahwa wanita di Akita dianggap memiliki kulit yang sangat putih. Hal ini mungkin terdengar sedikit kontroversial, namun di Jepang, memiliki kulit yang lebih terang akan terlihat lebih menarik daripada memiliki kulit yang lebih gelap.

    Alasan kulit yang lebih terang ini bisa jadi karena orang-orang di Akita terkena sinar matahari dan sinar UV lebih sedikit daripada kebanyakan orang di Jepang karena Akita adalah prefektur yang terletak di sudut utara negara ini. Siang hari menjadi lebih pendek terutama saat musim dingin tiba, sehingga orang tidak terkena sinar matahari sebegitu banyak seperti di daerah lainnya. Hal ini juga disebabkan karena hawa di musim dingin sangatlah dingin, sehingga orang cenderung untuk tetap tinggal di dalam rumah.

    Satu studi yang dilakukan di tahun 1960-an mengungkapkan bahwa wanita di Akita memiliki kulit yang tingkat warna putihnya mencapai 29,6% (saya tidak yakin bagaimana cara memperhitungkan tingkat warna kulit tersebut), sedangkan rata-ratanya di seluruh dunia adalah 22%.

    Selain warna kulit, wanita di Akita juga dikatakan memiliki wajah kecil dan bulat, yang sekali lagi terlihat lebih menarik bagi masyakat Jepang. Untuk alasan ini, dan mungkin juga karena udara segar dan polusi rendah di daerah tersebut, wanita Akita bisa dikatakan memiliki fitur wajah yang lebih digemari oleh masyarakat Jepang.

    Bijin Akita yang terkenal di masyarakat

    Akita bijin yang  paling terkenal adalah Ono no Komachi, seorang penyair di awal periode Heian yang konon luar biasa cantik. Kecantikannya dirayakan dengan digunakannya kata Komachi, yang berarti kecantikan feminin!

    Contoh kecantikan Akita yang modern adalah Nozomi Sasaki dan Natsuki Kato, yang pada tahun 2010 dipilih oleh pejabat Prefektur Akita untuk menjadi Duta Wisata Akita (Akita Bi-no-Kuni Taishi).

    Nozomi Sasaki

    Nozomi Sasaki adalah model dari Akita dan telah dikenal di Jepang selama bertahun-tahun. Ia juga memiliki karir musik dan telah melakukan modeling secara profesional. Sasaki terkenal dengan bakat modelnya, tapi juga pernah menjadi target kontroversi karena ketakutannya akan menjadi gemuk, dan ia pernah mengkritik banyak model terkenal lainnya perihal berat badan mereka.

    Bagaimanapun, ia masih merupakan salah satu wanita terkenal di Akita yang terkenal dengan kecantikannya yang luar biasa!

    Natsuki Kato

    そろそろスクワットを真剣にやろうかな!

    A post shared by ༝༝𓇼加藤夏希𓇼༝༝ (@natsukikato_official) on

    Natsuki Kato adalah seorang aktris Jepang dan juga mantan model. Ia juga bisa dilihat di berbagai acara televisi dan cukup populer sebagai wakil dari ibu-ibu pekerja di Jepang!

    Festival Komachi

    A post shared by aume☆ (@umeaume) on

    Kota Yuzawa dikenal sebagai tempat kelahiran Ono no Komachi. Setiap tahun pada Minggu kedua bulan Juni, festival Komachi diadakan di Kota Yuzawa untuk merayakan kelahiran Ono no Komachi. Tujuh wanita mengenakan topi dan kimono ichime-gasa untuk menampilkan tujuh puisi Ono no Komachi.

    Karena topi tersebut memiliki kerudung panjang yang menempel pada mereka, akan sulit untuk melihat keindahan wajah mereka. Namun, itu mungkin pilihan Jepang untuk mengagumi kecantikan tradisional yang elegan dan tidak perlu untuk dipamerkan.

    Mungkin banyak pria mulai berduyun-duyun ke Akita setelah membaca artikel ini. Secara pribadi, saya belum pernah mengunjungi Akita untuk melihat apakah kepercayaan lama tentang Akita ini benar adanya. Namun, kecantikan selalu menjadi hal yang subjektif karena wanita yang Anda anggap cantik mungkin tidak sesuai dengan yang orang lain anggap cantik. Karena hal itu, kepercayaan tentang kecantikan Akita mungkin saja tidak berlaku untuk Anda!