Mengapa di Jepang Orang Asing yang Aneh pun Dianggap Baik-baik Saja?

  • BUDAYA
  • OTAKU
  • Jepang dengan segala asetnya adalah negara yang misterius dan sangat eksotis. Orang asing bisa menikmatinya atau merasa bingung dengan hal-hal aneh disana. Bagi mereka yang tinggal lebih lama disini, biasanya mereka melewati metamorfosis yang aneh. Para orang asing tersebut menjadi sangat aneh dan tidak akan pernah bisa pulih, termasuk saya!

    女性に英語を教える外国人講師

    Orang Jepang yang tinggal di luar negeri dan kembali ke Jepang sering menghadapi kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan norma sosial dan sering merasa tidak bahagia disini. Seperti halnya kikoku shijo (帰国子女), yang berarti anak-anak yang tinggal di luar negeri lalu kembali ke Jepang dan harus bersekolah di sekolah Jepang, biasanya mendapat perlakuan yang sangat berbeda sekitar tahun 1960 dan 1970. Mereka digolongkan sebagai anak yang susah belajar yang tidak memiliki kemampuan untuk mengikuti kelas dan terlalu fokus pada karakter individual.

    Serupa dengan dengan orang luar negeri yang tinggal di Jepang. Bentrokan budaya sangat kuat sehingga tidak peduli tentang apapun yang mereka lakukan, mereka akan tetap dianggap eksentrik dan aneh. Jika mereka tetap memiliki perilaku “asing”, mungkin mereka hanyalah orang yang acuh tak acuh dan KY (ケーワイ), yang berarti perilaku orang-orang yang tidak dapat memahami situasi, khususnya saat orang lain merasa tidak nyaman. Jika mereka berusaha sebaik mungkin dan menyesuaikan dengan budaya, mempelajari bahasa dan menyesuaikan kebiasaan mereka dengan orang Jepang, maka mereka akan mendapat pujian. Namun, orang Jepang akan tetap menertawakan orang asing tersebut hanya karena penampilan mereka yang berbeda dan merasa aneh jika mereka berperilaku seperti orang Jepang.

    Orang asing sering melebih-lebihkan kebiasaan orang Jepang yang membuatnya terlihat lebih buruk. Kesenjangan budaya Jepang dengan budaya asing lainnya sangat besar, sehingga orang asing yang mencintai negaranya asalnya dan berusaha keras mungkin untuk menyesuaikan diri dengan Jepang dapat mengalami krisis identitas.

    Hal diatas bukan alasan untuk menyerah, justru sebaliknya, jika Anda tinggal di Jepang, sebaiknya Anda mencoba untuk menyesuaikan dan mempersatukan diri Anda dengan budaya Jepang. Jangan merasa jengkel jika Anda tidak berhasil dan sadar bahwa mungkin saat ini Jepang belum siap untuk menjadi negara multikultural .