Tips Cepat dan Mudah untuk Naik Taksi di Jepang

  • BUDAYA
  • Naik taksi sepertinya adalah hal yang sederhana, tapi apakah Anda pernah mencoba naik taksi di Jepang? Untuk naik taksi, Jepang memiliki etiket yang sedikit berbeda dengan Inggris, Amerika Serikat atau negara barat lainnya!

    Memanggil taksi

    Seperti halnya di Amerika Serikat, ketika Anda berada di jalan, yang perlu Anda lalukan adalah melambaikan tangan dan sebuah taksi akan berhenti untuk Anda. Tetapi, penting untuk mempelajari beberapa huruf kanji yang dinyalakan di jendela taksi. 空車 – artinya taksi tersedia; maka Anda bisa memanggil taksi ini untuk perjalanan yang Anda butuhkan. Kanji ini biasanya ditampilkan dengan lampu merah, yang mungkin cukup membingungkan untuk banyak orang asing karena biasanya merah berarti ‘tidak tersedia’, namun dalam kasus ini, lampu merah adalah pertanda baik! Kemudian, jika Anda melihat 賃走 dengan lampu hijau, artinya taksi ini sudah dipesan. Sekali lagi, ini mungkin membingungkan karena yang ditampilkan dengan warna hijau biasanya berarti “tersedia”. Aneh bukan?

    Pintu taksi

    Sesuatu yang dapat memakan waktu lama untuk membiasakan diri adalah pintu taksi. Di Jepang, penumpang tidak pernah menyentuh pintu taksi. Ketika sebuah taksi berhenti, sang supir akan menekan tombol dan pintunya akan terbuka secara otomatis. Hal yang sama juga akan terjadi saat Anda akan keluar dari taksi. Jadi, mohon jangan pernah mencoba untuk membuka dan menutup pintunya atau supir taksi akan marah kepada Anda! Hal yang sama juga berlaku untuk koper yang perlu dimasukkan ke dalam bagasi mobil. Supir taksi akan keluar dan membukanya untuk Anda.

    Di dalam taksi

    Bagian ini sangat mirip dengan taksi di manapun! Mereka memiliki argometer yang berfungsi saat perjalanan dan harganya dihitung berdasarkan waktu yang Anda gunakan, bukan jarak tempuh perjalanan. Maka dari itu, Anda mungkin akan menemukan supir yang membawa Anda ke rute yang tidak umum untuk menghemat uang Anda!

    Anda juga tidak perlu khawatir jika Anda tidak bisa berbahasa Jepang. Beberapa pengemudi taksi di Jepang akan memberikan lembaran terjemahan dalam bahasa Inggris yang kalimatnya dapat Anda tunjuk dengan jari. Namun, supir taksi pribadi dan taksi yang berada di pedesaan tidak memiliki fasilitas semacam ini. Pastikan seseorang menuliskan alamat tujuan Anda dalam bahasa Jepang agar supir taksi dapat menemukannya dengan mudah. Jika tidak berhasil, cobalah tunjukkan peta lokasinya. Kebanyakan supir taksi memiliki sistim navigasi di dalam mobilnya, sehingga mereka bisa menggunakannya untuk menemukan destinasi Anda.

    Semoga tips ini dapat membantu saat Anda sedang membutuhkan taksi! Apakah Anda memiliki pengalaman menaiki taksi di Jepang? Apakah taksi di Jepang sangat berbeda dari taksi di Indonesia?