Mengapa Anak Muda Jepang Membiarkan Orang Lanjut Usia Berdiri di Transportasi Umum?

  • BERITA
  • BUDAYA
  • ETIKA
  • SOSIAL
  • Jika Anda pernah berkunjung ke Jepang, Anda pasti akan kagum terhadap keramahan orang Jepang. Namun, mungkin pandangan Anda terhadap orang Jepang akan sedikit berubah setelah Anda menaiki transportasi publik, terutama di ibukota seperti Tokyo. Akan ada beberapa kesempatan dimana Anda akan melihat anak muda duduk di kursi disaat orang yang lanjut usia berdiri. Tentu saja Anda akan terheran-heran, “Kenapa orang Jepang yang terkenal ramah itu tidak mau memberikan tempat duduk mereka terhadap orang yang lebih tua?”

    Di banyak negara, menghormati dan memberikan prioritas terhadap orang tua termasuk dalam tata krama untuk orang yang lebih muda. Hal ini bahkan sudah sangat lumrah dilakukan di Indonesia, bukan? Saat Anda mempunyai kesempatan tinggal lama dan mengobrol dengan orang Jepang lanjut usia, Anda akan sadar bahwa segala perilaku orang Jepang itu bukan saja tentang keramahan, namun juga tentang tata cara menerapkan norma sosial dengan benar!

    jp.fotolia.com/

    Setelah satu setengah tahun tinggal di Jepang, saya akhirnya berkesempatan untuk mengobrol dengan sepasang kakek-nenek ketika sedang menunggu bus. Karena busnya tak kunjung datang, kami mengobrol cukup lama–untungnya mereka sangat terbuka dan ramah. Saya menyampaikan banyak hal kepada mereka, salah satunya tentang pandangan saya dalam menggunakan transportasi umum. Karena topik tersebut, akhirnya saya memberanikan diri menanyakan kepada beliau: “Apakah Anda keberatan jika seseorang mempersilakan Anda duduk di dalam kereta?” Jawaban mereka ternyata cukup sederhana, tapi juga mencengangkan. “Wah, ternyata saya sudah tua, ya? Sampai – sampai anak muda mempersilakan saya untuk duduk di tempat umum.”

    Jawaban dari nenek tersebut membuat saya canggung. Ternyata alasannya selama ini adalah karena jika kita anak muda menawarkan tempat duduk, hal itu hanyalah membuat mereka merasa ‘sepuh’. Ia juga sadar bahwa selain dirinya, pasti banyak orang lanjut usia lain yang mengalami keadaan serupa.

    Belakangan ini, teman saya dari Jepang berkata, “Walaupun niatmu baik, bukan berarti mereka akan senang diberikan tempat duduk seperti itu”. Mereka tidak ingin merasa canggung karena takut dianggap “merepotkan” atau mudahnya, mereka tidak butuh belas kasihan. Disaat populasi orang berusia lanjut Jepang meningkat, perlakuan terhadap mereka di Jepang sedikit berbeda dibandingkan negara asia lainnya.

    Mereka tidak mau dianggap “tua” atau “merepotkan orang lain”. Kalau Anda ingin sekali memberikan mereka tempat duduk, hal yang paling baik menurut pengalaman saya adalah berpura – puralah ingin turun dari bus di pemberhentian selanjutnya. Berdiri dan berjalan ke tempat pintu keluar, atau pergi ke gerbong selanjutnya (jika Anda naik kereta). Jika mereka melihat kursi kosong dan ingin duduk, mereka pasti akan duduk.