Rencana Perjalanan Dua Hari Luar Biasa untuk Mengalami Keajaiban di Kyoto!

  • KYOTO
  • TEMPAT
  • Kyoto memiliki banyak jalanan antik dan kuno yang memberikan kesan memesona dan juga perasaan melankolis. Kyoto adalah ibu kota kekaisaran kuno selama lebih dari seribu tahun sebelum Tokyo menggantikannya pada tahun 1868. Kota ini terletak di Honshu, pulau utama di tengah Jepang dan walaupun Kyoto merupakan nama keseluruhan sebuah prefektur, para turis biasanya hanya mengunjungi area utama kota Kyoto.

    Berikut ini adalah kompilasi dari tujuan wisata terkenal yang dapat Anda kunjungi dalam dua hari dan telah termasuk tujuan wisata utama Kyoto jika Anda hanya mampir selama perjalanan Anda dengan kereta atau hanya memiliki waktu di akhir pekan. Nah, sekarang siapa yang ingin mengunjungi 2000 kuil di Kyoto?

    Hari pertama: Fushimi Inari, Arashiyama dan Gion

    Fushimi Inari

    Perjalanan ke kuil utama membutuhkan waktu sekitar 10 menit dari stasiun Fushimi Inari dan melalui pusat perbelanjaan oleh-oleh lokal dan makanan-makanan pinggir jalan dan restoran penginapan untuk keluarga. Anda harus coba inari sushi, kitsune udon dan telur puyuh panggang! Inari sushi adalah nasi yang dibungkus kulit tahu yang dimaniskan dan sesuai namanya, merupakan satu dari variasi sushi sederhana terbaik. Dari kuil utama, Anda membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menaiki ribuan gerbang torii vermillion yang terkenal ke puncak Gunung Inari dan kembali lagi ke bawah. Karena ini adalah tujuan wisata yang populer, jalanan sangat ramai bahkan pada hari-hari kerja.

    Halaman *hanya dalam bahasa Inggris
    Akses

    Arashiyama

    Kota Arashiyama yang misterius ini adalah lokasi situs warisan dunia UNESCO, yaitu Tenryu-ji dan hutan kebun bambu. Naik kereta jalur Keihan ke Gion-Shinjo dan menyebrang jembatan yang memesona ke stasiun Kawaramachi. Saksikan warga Kyoto duduk di pinggiran sungai atau memberi makan bebek, bangau dan elang dari jembatan. Kemudian lanjutkan ke jalur Hankyu Kyoto ke Arashiyama.

    Akar Zen di Arashiyama sangat kental. Kuil Zen pertama, Danrin-ji, didirikan oleh Permaisuri Tachibana no Kachiko pada abad ke-9 dan terletak di situs Tenryu-ji saat ini. Setelah itu, Anda hanya perlu berjalan sedikit ke bawah dari Tenryu-ji untuk dapat menikmati hutan bambu. Hutan bambu sering membuat seseorang merasa takjub sekaligus tenang karena keindahan dan ketenangannya. Kuil Nonomiya adalah tempat terkenal untuk berdoa dan menyampaikan permohonan dan juga tempat suci untuk pemurnian bagi putri-putri kaisar sebelum masuk ke pusat pemujaan Shintoisme, Kuil Ise Grand, dalam The Tale of Genji, sebuah literatur terkenal di Jepang.

    Sebagai catatan tambahan, marron yondan (四段) empat lapis yang lembut, teh hojicha (barley bakar), matcha dan vanila di toko persis sebelum pintu masuk jalanan bambu adalah yang makanan terenak yang pernah saya makan di Kyoto. Bahkan marron ini disajikan dengan waffle bukan wafer. Dango (団子), atau sate bola mochi dari tepung beras, juga tersedia dalam berbagai rasa. Jalan utama juga dipenuhi oleh restoran dan toko oleh-oleh dan kerajinan.

    Halaman *hanya dalam bahasa Jepang
    Akses

    Gion

    Kembali ke arah yang sama ke pusat Kyoto di sore hari dan habiskan malam di Gion, distrik hiburan dan geisha di Kyoto. Nikmati malam dengan kaiseki yang istimewa, sajian spesial Kyoto, atau pertunjukan geisha jika Anda memiliki uang lebih. Beberapa gadis berpakaian kimono di jalanan sebenarnya adalah para turis yang menyewa kimono, tapi tetap saja layak disaksikan. Seorang teman saya yang beruntung pernah melihat sekilas seorang geisha menghibur sekelompok perusahaan dalam pesta pribadi di restoran rumah teh atau ochaya. Selain itu, geisha atau maiko sangat jarang terlihat berjalan di sepanjang jalan. Walaupun begitu, tetaplah perhatikan tanda peringatan tentang mengambil gambar atau menggoda geisha! Jalan yang paling populer adalah jalan Hanamikoji, sebuah jalanan tua yang berisi rumah-rumah kayu tradisional pedagang atau machiya.

    Akses

    Hari kedua: Kiyomizu-dera, Ginkaku-ji dan Kinkaku-ji

    Kiyomizu-dera

    kyoto-kiyomizu

    Dokumentasi penulis

    Mulai pagi dengan mengelilingi area Kiyomizu Temple. Kuil ini dinamai seperti itu, yang memiliki arti air jernih, dari mata air yang mengalir ke sana dari pegunungan. Selalu ada antrian panjang orang-orang yang menunggu untuk membasuh tangan mereka dengan air suci ini. Anda juga bisa mendapatkan peruntungan Anda di tahun ini dengan omikuji, yang merupakan undian bernomor dengan mengocok wadah besar yang berisi tongkat bernomor.

    kyoto-water

    Dokumentasi penulis

    Di sebelah kuil utama, terdapat juga kuil untuk cinta dan takdir. Ada dua batu yang terpisah jarak sepanjang 18 meter dan seorang pengunjung yang datang sendirian yang berhasil berjalan ke batu lainnya dengan mata tertutup akan berhasil menemukan cinta. Setelah itu, lanjutkan ke pusat perbelanjaan yang penuh dengan omiyage, atau toko oleh-oleh makanan. Mochi yang lembut berbentuk seperti siomay (八つ橋 yatsuhashi), adalah makanan khas Kyoto dan tersedia dalam berbagai rasa, yang dapat Anda cicipi secara gratis.

    Akses
    Halaman *hanya dalam bahasa Inggris

    Ginkaku-ji dan Philosopher’s Path

    Anda bisa naik bus menuju Ginkaku-ji, yang diterjemahkan menjadi kuil paviliun perak. Kuil yang secara resmi dinamai Jishō-ji, atau Temple of Shining Mercy ini, adalah lahan meditasi bagi Zen Buddhism yang telah ada sejak abad ke-15. Kuil ini terkenal dengan pola taman Zen yang tampak di batu kerikil di taman gaya Jepang, yang membatasi paviliun utama bertingkat dua. Berbagai elemen seperti kesimetrisan pintu masuk, kualitas wabi-sabi dari paviliun utama dan bentuk-bentuk jendelanya menggambarkan pemikiran Zen.

    Berjalan-jalan di Philosopher’s Path dimana seorang profesor filsuf di Kyoto University berjalan-jalan di sana setiap hari sambil berlatih meditasi. Dari jalan utama, Anda mungkin juga dapat melihat pemandangan Gunung Daimonji yang memiliki huruf 大 sangat besar di sana yang dibakar saat festival Obon tahunan.

    Halaman *hanya dalam bahasa Jepang
    Akses

    Kinkaku-ji

    Naik bus ke Kinkaku-ji, kuil paviliun emas. Kuil ini adalah kuil Zen Budha yang terkenal atas kuil daun emasnya yang sangat cemerlang. Paviliun bertingkat tiga ini didirikan dengan gaya arsitektur yang berbeda yaitu, shinden, shoin dan zen-syu. Shinden adalah gaya perumahan aristokrat pada abad ke-11. Kinkaku-ji, seperti banyak kuil atau kastil lain di Jepang, terbakar dalam perang jaman dulu. Namun, keutuhan dan keaslian eksteriornya masih dilestarikan.

    Halaman *hanya dalam bahasa Jepang
    Akses

    Menuju kesana

    Kyoto sangatlah mudah dijangkau dari Tokyo dengan shinkansen selama dua setengah jam atau naik bus selama enam jam, tergantung anggaran Anda. Untuk menghemat akomodasi di malam hari, bus malam yang berangkat saat tengah malam dan sampai pada pagi hari juga menjadi pilihan jika Anda tidak sulit tidur di bus. Angkutan umum di Kyoto juga murah dengan jaringan bus dan kereta yang luas, yang juga terdapat pilihan untuk kartu pass/terusan sehari atau beberapa hari.

    Beberapa tujuan wisata lain yang mungkin diganti atau dikunjungi jika sempat adalah Kastil Nijo dan Ryoan-ji, yang juga merupakan makam tujuh kaisar. Kyoto adalah kota yang indah yang menggambarkan banyak sejarahnya di arsitektur dan keindahannya. Dua hari pasti tak akan cukup untuk pemahaman spiritual yang lebih dalam, namun rencana perjalanan ini akan menyediakan panduan dasar untuk meringkas keindahan Kyoto dalam dua hari!