Horor Jepang: Menghabiskan Malam dengan Wanita Kerangka

  • BUDAYA
  • Mari memasuki dunia horor Jepang…

    Jika Anda tipe yang tidak mudah ketakutan, Anda mungkin menyukai cerita hantu menakutkan ini. Pada dasarnya, kami hanya memberi tahu Anda agar menyadari siapa yang mungkin Anda temui di malam yang paling gelap nanti…

    Inilah kisah wanita kerangka (Hone-Onna).

    Sebuah legenda

    Suatu malam, seorang pemuda bernama Ogiwara Shinnojō sedang berjalan-jalan saat melihat seorang wanita cantik membawa lampion merah berbentuk bunga peony. Terpesona oleh kecantikan wanita itu, ia mendekatinya dan meminta namanya. “O-Tsuyu,” jawab wanita itu sambil tersenyum.

    O-Tsuyu adalah seorang wanita dengan kecantikan menakjubkan dengan mengenakan kimono yang anggun, yang menutupi seluruh tubuhnya yang ramping kecuali pergelangan tangan, leher dan wajahnya. Pada pandangan pertama, Shinnoji langsung jatuh cinta padanya. Tanpa sepercik keraguan, ia pun menunjukkan rumahnya kepada wanita itu, di mana mereka bercinta satu sama lain. Karena Shinnoji tidak dapat membayangkan jika malam ini mungkin adalah pertemuan terakhir mereka, ia bertanya, “Kumohon kasih, O-Tsuyu, bolehkah saya bertemu denganmu lagi?”

    “Ya,” jawabnya, dan pipi Shinnoji memerah kegirangan.

    Malam berikutnya, O-Tsuyu pun kembali ke rumah Shinnoji, tempat mereka berpadu kasih. Sejak malam itu, kebersamaan mereka terus berlanjut dan tanpa sadar, kesenangan mereka telah menjadi kebiasaan di tiap malam hari.

    Tidak lama kemudian, tetangga yang terlalu penasaran melihat kedatangan dan kepergian wanita cantik itu. “Aku ingin tahu apa yang mereka lakukan di sana,” ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Akhirnya, keingintahuannya menunjukkan sebuah hasil. Ia memutuskan untuk diam-diam menyelinap masuk ke kamar tidur pasangan itu untuk melihat apa yang sedang mereka lakukan.

    Ia membuka pintu, berhati-hati untuk tidak membangunkan mereka. Mula-mula, ia tidak bisa melihat banyak, namun saat matanya mulai terbiasa dengan kegelapan dan cahaya kecil di kamar tidur jatuh ke pasangan tersebut, pria itu mulai berteriak ngeri, “A a apa.. apa ini?!”

    Ia hampir meninggal karena terkejut saat menyadari bahwa Shinnoji yang sedang tidur sedang berbagi tempat tidurnya dengan kerangka hidup.

    Asal muasal

    Wanita kerangka muncul untuk pertama kalinya dalam sebuah cerita bernama Botan Dōrō (The Peony Lantern), yang diterbitkan dalam sebuah ensiklopedia tentang monster Jepang yang disebut Konjaku Gazu Zoku Hyakki, ditulis oleh Toriyama Sekien pada tahun 1779.

    Cerita versi alternatif

    Dengan versi tradisional mulut ke mulut dari prefektur Akita, ada kisah bahwa seorang pemuda tanpa nama sedang tersesat saat badai salju berat, saat ia melihat seorang wanita muda tanpa nama dengan lampion peony merah. Wanita itu melambaikan tangan pada pria itu dan membawanya ke rumahnya. Pria itu lalu berterima kasih pada wanita tersebut karena telah menyelamatkan dirinya, namun saat cahaya jatuh ke wajahnya, pria itu melihatnya sebagai kerangka hidup.

    Dalam versi lain, seorang wanita muda tanpa nama menggunakan kecantikannya untuk memikat pria muda kesepian yang mengembara sendirian dalam kegelapan. Bagaimanapun, keindahannya, hanyalah sebuah penyamaran. Ketika ia berhasil membawa korban ke tempat yang sepi, ia meyakinkan pemuda tersebut untuk menanggalkan pakaiannya. Ini adalah saat ia memperlihatkan tubuhnya yang sebenarnya, yaitu tulang belulang tanpa daging dan kulit sedikitpun. Begitu pria tersebut merasa terkejut menyadari bahwa ia sedang ditemani seorang monster, lalu wanita tulang belulang tersebut akan menyedot nyawa dan kehidupannya.