Hindari Menganggu Orang Lain dengan “Akimahen”, Aturan Berwisata di Kyoto

  • ETIKA
  • TATA CARA
  • Kyoto benar-benar menarik turis karena semua destinasi wisata dan kuil-kuilnya. Terdapat banyak bangunan kuno di Kyoto karena dulunya merupakan ibukota dari Jepang selama ratusan tahun. Sehingga, sangat penting untuk bersikap sopan dan mengikuti aturan Akimahen dari Kyoto. Akimahen artinya “larangan” jadi ikuti aturan berikut dan Anda tidak akan mengganggu siapapun.

    Kuil-kuil dan bangunan tua

    Kuil-kuil merupakan bagian terbesar dari pariwisata Kyoto dan demikian, sayangnya, itu berarti terdapat beberapa pengunjung yang tidak menghormati aturan tempat suci tersebut. Hal ini mungkin karena orang-orang tidak tahu bagaimana cara bersikap, jadi petunjuk baru ini akan membantu.

    Jangan mengambil foto di area terlarang

    Aturan pertama yang disebutkan adalah jangan mengambil foto di area terlarang. Hal ini penting untuk diingat bahwa kuil-kuil bukan museum tapi tempat beribadah untuk banyak dan banyak orang dan perlu untuk dihormati. Anda tidak mungkin pergi ke gereja atau mesjid di kampung halaman Anda dan mulai mengambil gambar! Banyak lukisan atau benda-benda di kuil-kuil sudah sangat, sangat tua. Mengambil foto, terutama mengambil foto dengan flash dapat merusak benda-benda ini.

    Sama seperti benda yang ada di museum, benda yang ada di kuil-kuil mungkin sudah sangat tua, jadi lindungi dengan tidak merusaknya dengan flash. Juga, terdapat tempat tertentu yang tidak memperbolehkan mengambil foto. Tolong hormati area tersebut. Benda-benda yang ada di kuil-kuil mungkin mewakili Dewa atau hal yang suci. Dalam hal ini tidak diperbolehkan mengambil foto pada hal-hal tersebut, ini merupakan hal yang sangat kasar untuk dilakukan. Tolong jangan menganggu orang lain di kuil.

    Jangan berbicara keras, hormati, jangan memakai kacamata hitam atau topi

    Terdapat dua aturan lagi yang harus diikuti di kuil. Pertama adalah diam dan bersikap hormat. Seperti yang sudah Saya katakan ini merupakan tempat yang aktif untuk beribadah, tidak hanya bangunan indah untuk Anda nikmati. Tolong berbicara dengan pelan ketika berada di sekitar kuil. Jangan membawa makanan atau minuman untuk dimakan di halaman kuil, hal ini juga termasuk bersikap tidak sopan. Lihat lebih dekat pada tanda-tanda yang ada disekitar kuil dan jangan pergi ke tempat yang Anda tidak diizinkan, karena hal ini sangat memalukan.

    Kedua buka topi dan kacamata hitam. Seperti gereja dan mesjid penting untuk mengormati apa yang ada di dalam kuil. Menyembunyikan mata atau kepala Anda itu tidak.

    Jangan merusak barang atau bangunan

    Kata lain dari akimahen adalah hindari menghancurkan atau merusak bagian kuno apa saja dari Kyoto. Seperti banyak bangunan disini yang telah berdiri ratusan tahun dapat menjadi cukup rapuh. Jika Anda tidak harus menyentuhnya maka jangan sentuh. Itu mungkin menarik untuk dilihat seperti apa tapi tolong hindari! Sama saja jangan menyentuh benda yang ada di bangunan kecuali itu sudah jelas dan boleh dilakukan. Jepang adalah negara yang menghormati dan mengerti masa lalu mereka dan beruntung banyak benda-benda yang selamat. Hal ini merupakan harta nasional Jepang, jadi jangan menjadi orang yang merusaknya.

    Toilet

    Toilet merupakan masalah besar di Jepang dan banyak wisatawan yang kagum dengannya. Sekarang Jepang telah menerima banyak pengunjung internasional mereka mungkin melihat beberapa masalah dengan toilet. Tidak hanya Akimahen dikeluarkan untuk toilet tapi juga menjadi panduan kedua yang ditempatkan di bilik toilet. Akimahen untuk toilet adalah untuk menjaga toilet tetap bersih. Itu artinya jika Anda mengotorinya makan bersihkan sebelum Anda keluar. Selalu bersihkan toilet seperti ketika Anda memasukinya. Kedua dan petunjuk yang lebih spesifik menunjukkan tiga kesalahan umum dari pengunjung dalam menggunakan toilet di Kyoto.

    Pertama adalah bagaimana untuk duduk di toilet, beda negara beda caranya, tapi toilet di Jepang dibangun dengan metode spesifik, jadi jangan merusaknya! Di banyak negara Asia, tisu toilet tidak ikut disiram tapi dibuang ke tempat sampah karena sistem salurannya tidak di desain untuk menampung tisunya. Di Jepang, toilet bisa menampungnya dan hal ini sebenarnya tidak bersih untuk membuang tisu toilet di tempat sampah karena petugas kebersihan tidak dipekerjakan untuk ini. Jadi tolong siram semua tisu toilet yang Anda gunakan. Ketiga penyiraman. Sekarang, ini bisa membingungkan karena terdapat banyak tipe penyiraman di Jepang, tapi tolong disiram sehingga orang lain tidak harus melakukannya untuk Anda

    Ini penting untuk diketahui bahwa beberapa toilet yang Anda jumpai di Jepang mungkin tidak sangat familiar bagi Anda, terdapat toilet Jepang bergaya kuno yang terlihat mirip dengan tempat buang air kecil yang ditempatkan di lantai. Toilet ini harus sedikit dibiasakan, jadi tolong berhati-hati.

    Nikmati perjalanan Anda ke Jepang dan tolong perhatikan orang-orang yang menganggapnya rumah dan juga pengunjung lainnya. Anda dapat sangat menikmati perjalanan ini jika mengikuti aturan-aturan tersebut. Kyoto adalah kota yang sangat mengagumkan, tetaplah menjadi seperti itu untuk kedepannya.