Cara untuk Tetap Aman di Gemerlap Kehidupan Malam di Kabukicho, Shinjuku

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Apa yang Anda pikirkan ketika seseorang berbicara tentang Jepang ? Kebanyakan orang terbagi dalam 4 kategori ketika mereka mendengar kata “Jepang”. Kategori pertama ialah “budaya yang kaya dan menarik”, diikuti dengan “surganya anime”, kemudian “teknologi yang luar biasa” dan terakhir yang mengejutkan, atau mungkin tidak mengejutkan ialah “sex”. Kenapa sex ? Jika Anda belum mengetahuinya, Jepang mempunyai industri sex yang sangat besar. Film dewasa yang terkenal diantara para pecinta film dewasa (yang kadang tidak lazim) kebanyakan dibuat di Jepang.

    Negeri Matahari Terbit ini juga memiliki salah satu red light district (area dimana prostitusi dan bisnis seputar sex berpusat) terbesar di dunia yang terletak di Kabukicho, Shinjuku (Tokyo). Disamping itu, sex merupakan tema penting dalam sejarah kesenian di Jepang, dengan mulai munculnya seni lukisan erotis atau biasa disebut 春画 (shunga), yang merupakan seni erotis yang telah ada sejak abad ke 8. Terlebih lagi, prostitusi telah memiliki sejarah yang panjang di Jepang seperti di negara lainnya, dengan ‘Oiran’ dan ‘Geisha’ sebagai contoh prostitusi dari Jepang yang terkenal di seluruh dunia.

    Apakah Anda berencana untuk mencari kenikmatan malam di Tokyo red light district Kabukicho? Berikut ini hal-hal yang perlu Anda waspadai ketika mengunjungi tempat tersebut.

    Perhatikan tarifnya!

    Seperti di kebanyakan red light district lainnya, tarif akan bervariasi sesuai dengan pelayanan yang diberikan, besarnya tempat hiburan, dan tentu saja “kualitas” dari wanita atau pria penghibur yang Anda pilih. Berbagai macam pelayanan tersedia di red light district, Anda dapat membayar para penghibur hanya untuk sekedar ngobrol-ngobrol (tidak ada kontak tubuh atau sejenisnya) ataupun untuk melakukan layanan spesial. Tak perlu dikatakan lagi, sudah merupakan hal yang lumrah, semakin ingin Anda “bersenang-senang”, maka semakin besar biaya yang harus Anda keluarkan. Jadi, seberapa besarkah biaya yang harus Anda keluarkan?

    Jika Anda hanya ingin minum-minum di klub malam, Anda harus membayar biaya masuk, yang biasanya berkisar Rp. 700.000,- sebelum memasuki tempat tersebut. Namun bukan berarti biaya tersebut sudah termasuk dengan harga minuman yang disajikan, yang mungkin Anda menduganya mengingat biaya masuk yang cukup mahal tersebut. Setiap gelas yang Anda minum di klub tersebut, akan dikenakan biaya secara terpisah. Jika Anda memilih untuk ditemani oleh wanita, setiap jam yang Anda lewatkan akan menghabiskan beberapa ratus ribu rupiah. Beberapa klub bahkan membebankan biaya lainnya juga. Inilah mengapa hiburan malam seperti ini ternyata dapat menghabiskan uang Anda setara dengan beberapa juta rupiah, bahkan tanpa menyentuh wanita-wanitanya sekalipun!

    Apakah Anda ingin menikmati lebih banyak lagi? maka bersiaplah untuk menghabiskan lebih banyak uang. Pink salons (layanan khusus oral sex) akan menghabiskan sekitar Rp. 600.000,- untuk 30 menit, pertunjukan pole dance akan membebankan Anda dengan kisaran biaya Rp. 1.000.000 – 1.200.000,- per jam dan jika Anda menginginkan pendamping dengan “kelas yang lebih tinggi”, membayar Rp. 8.000.000,- per jam bukanlah hal yang tidak mungkin.

    Jangan sampai dicurangi

    Sama seperti di red light district lainnya, kecurangan sangatlah lumrah terjadi, terutama di Kabukicho. Agen biasanya akan menawarkan harga rendah kepada para turis, namun harga tersebut dapat menjadi lebih tinggi dari harga awal yang dijanjikan ketika Anda akan membayar tagihannya. jadi siasat apa sajakah yang mereka gunakan untuk membuat harganya semakin tinggi? Siasat yang sering digunakan oleh para pengelola klub ialah membebebankan biaya tambahan di tagihan tanpa memberitahukan pelanggan terlebih dahulu. Sebagai contoh, Anda mungkin ditawarkan biaya masuk bar sebesar 15,000 yen, tetapi kemudian Anda akan dibebankan 20,000 yen lebih besar di akhir tagihan Anda, untuk biaya apakah 20,000 yen ini? Anda mungkin akan diberitahukan bahwa biaya tersebut merupakan biaya wajib untuk kunjungan pertama pelanggan, biaya keanggotaan (diwajibkan) atau alasan lain yang terdengar tidak masuk akal.

    Belum lama ini, ada berita yang menceritakan dimana sebuah bar diduga menagihkan 2 juta yen kepada pelanggannya untuk minum-minum, meskipun pada awalnya sang pelanggan dijanjikan tagihan sebesar 4000 yen. Dalam kejadian ini, korban-korban juga diancam dengan kekerasan apabila menolak untuk membayar.

    Tidak sampai disitu saja. Jika Anda adalah laki-laki, akan ada banyak sekali orang yang mencoba untuk membawa Anda ke klub mereka dengan menunjukan foto-foto wanita penghibur yang cantik dan muda. jangan percaya kepada penglihatan Anda dalam hal ini! Anda mungkin melihat wanita dengan usia remaja di foto, tetapi ketika Anda bertemu langsung dengan wanita yang dijanjikan, terkadang terlihat begitu jelas bahwa wanita yang dimaksud ternyata berusia beberapa puluh tahun lebih tua.

    ‘Khusus orang Jepang’

    “Bolehkah saya masuk ?” “Maaf…saya tidak bicara dengan bahasa Inggris”. Dikarenakan berkendala dengan bahasa, kebanyakan bar di Kabukicho tidak menerima wisatawan asing sebagai pelanggan. Mereka mungkin tidak memperlihatkan tanda dipintu seperti yang ditunjukan gambar diatas, tetapi mereka akan menulis semuanya dalam bahasa Jepang. ini adalah cara sopan yang menandakan bahwa wisatawan asing tidak diperkenankan masuk. ada juga beberapa klub yang menerima wisatawan asing, tapi tetap saja jumlahnya sangat sedikit.

    Namun, jika Anda mempunyai teman berkebangsaan Jepang, memasuki bar-bar di Kabukicho tidak akan terlalu sulit untuk Anda. Anda bisa mendapatkan seluruh layanan, asalkan disana ada seseorang yang jadi penerjemah untuk Anda. atau, jika Anda bisa sedikit berbahasa Jepang, Anda dapat mencoba untuk pergi ke bar seorang diri. Mengerti beberapa bahasa Jepang dasar dapat membuat perjalanan Anda terasa amat berbeda, percayalah!

    Apakah Anda kecewa sebab Anda mungkin tidak dapat menikmati hiburan malam di Kabukicho? Jangan khawatir, Jepang bukanlah negara yang anti dengan orang asing, selalu ada beberapa bar diluar sana yang siap melayani Anda dan bersahabat untuk para wisatawan asing. Akan tetapi, Anda perlu sedikit bersusah payah untuk menemukan lokasinya.

    Apakah prostitusi ilegal?

    Di Jepang, ada hukum yang melarang kegiatan prostitusi. Menurut hukum yang berlaku, wanita/pria tuna susila tidak diperbolehkan untuk melakukan hubungan sex jenis apapun dengan pelanggannya, apakah Anda mengira ini adalah gurauan? Tidak, ini bukanlah gurauan. Melakukan hubungan sex dengan wanita/pria tuna susila adalah hal yang ilegal. Akan tetapi, Anda boleh menyentuh atau melihat wanita/pria tuna susila tanpa mengenakan pakaian sedikitpun.

    Pada titik ini, Anda mungkin berpikir, “Kau pasti bercanda! Saya melihat orang masuk ke hotel-hotel dengan wanita/pria tuna susila!”. Jadi begini, alasan mereka tidak dituntut ialah, karena seperti hukum pada umumnya, ada celah yang bisa dimanfaatkan. Ingat bagaimana hukum mengatakan bahwa wanita/pria tuna susila tidak boleh berhubungan sex dengan pelanggannya? bagaimana bila Anda bukanlah pelanggannya?

    Untuk membuatnya sah, agen prostitusi hanya akan mengatur “kencan buta” untuk Anda dengan wanita yang Anda pilih. Setelah berkencan, maka sekarang Anda dan dia telah menjadi “pasangan” dan Anda berdua bisa melakukan hubungan sex. Sekarang, Anda berdua dianggap melakukan hubungan sex sebagai pasangan, bukan sebagai pelanggan dan wanita/pria tuna susila. Beberapa bisnis memang cerdas bukan?

    Yakuza

    Rahasia kecil lainnya tentang Kabukicho ialah tempat ini dipenuhi oleh anggota Yakuza (mafia dari Jepang). Di Kabukicho Yakuza bisa ditemukan dimana-mana, karena di tempat inilah kebanyakan dari bisnis mereka dijalankan. Inilah mengapa Anda dapat melihat banyak polisi yang bertugas di hampir setiap sudut Kabukicho. Tidak semua bar disini dioperasikan oleh Yakuza, tapi dengan hadirnya mereka disini sudah cukup untuk membuat kebanyakan orang merinding. Tanyalah pada penduduk setempat, mereka akan menyarankan agar sebaiknya Anda tidak membuat masalah di Kabukicho. Perlu Anda ingat, di Jepang, gangster adalah hal yang disahkan dan Yakuza adalah organisasi yang telah diakui secara resmi. Jadi, pastikanlah Anda selalu dalam keadaan sadar untuk mencegah agar Anda tidak berbuat onar ketika Anda sedang mabuk. Faktanya, Yakuza dan pihak kepolisian Jepang menjalin kerja sama untuk memastikan wilayah tersebut tetap aman. Dalam beberapa kasus, polisi bahkan meminta pertolongan dari Yakuza. Yakuza sama sekali tidak menyukai jika ada orang yang membuat onar diwilayah mereka! Jika Anda memiliki kecendrungan untuk melanggar hukum, mungkin Kabukicho bukanlah tempat yang tepat untuk Anda kunjungi.

    Tempat-tempat di Kabukicho jika Anda hanya ingin minum

    Jika Anda hanya mencari malam yang menyenangkan bersama teman dan beberapa tempat minum yang murah, Anda dapat menemukannya di daerah ini, walaupun Anda harus siap untuk diundang ke tempat yang sedikit kumuh dari waktu ke waktu!

    Tentu saja, kawasan ini penuh dengan tempat Karaoke yang aman dan tempat yang bagus untuk bersosialisasi dengan teman, serta memiliki beberapa minuman atau makanan ringan. Beberapa tempat karaoke yang populer termasuk ‘Utahiroba’, yang menyenangkan dan murah, seperti Karaoke-Ken, Big Echo dan Shidax (sedikit lebih berkelas dan sedikit lebih mahal tapi fasilitasnya bagus).

    Selain karaoke, jenis bar / restoran lain yang mungkin Anda jumpai adalah kafe bertema. Ada banyak kafe bertema di sekitar Kabukicho dan tempat-tempat ini layak dikunjungi jika Anda berada di san! Satu yang populer yang tidak akan Anda temukan di tempat lain di Jepang adalah Robot Restaurant, di mana Anda bisa makan bersama teman pecinta robot dan menonton pertunjukan robot! Ada juga berbagai restoran bertema horor dan bar yang menyenangkan yang tidak kumuh sama sekali!

    Pada dasarnya, area ini memiliki segalanya, bukan hanya bar dan club host dan hostess yang dimaksudkan untuk menarik klien. Anda harus berhati-hati di daerah ini, tapi ingat juga bahwa kota ini sangat aman, apalagi dibanding kota-kota padat negara lainnya. Anda dipastikan akan merasa benar-benar aman dan tidak akan memiliki masalah sama sekali (kecuali, tentu saja, jika Anda mencari masalah).

    Bagaimana cara menuju Kabukicho?

    Daerah Kabukicho daapt diakses dengan mudah dari Stasiun Shinjuku. Dari stasiun Shinjuku, Anda harus berjalan ke East Exit (terdapat papan petunjuk menuju East Exit). Sesampai disana, terdapat beberapa East Exit, namun ide terbaik adalah menuju pintu utama atau (Central) East Exit.

    Begitu Anda berada di luar stasiun, pergilah menuju utara menuju Stasiun Seibu-Shinjuku, yang berjarak sekitar lima menit berjalan kaki. Dari sana, Anda mungkin akan melihat banyak bar, klub dan stafnya di luar yang menunggu dan menarik Anda untuk masuk. Inilah pintu masuk dari wilayah Kabukicho.

    Anda mungkin tahu atau tidak tahu bahwa Stasiun Shinjuku adalah salah satu stasiun tersibuk di dunia dan kemungkinan besar Anda bisa tersesat. Namun, staf stasiun kereta Jepang dan juga penduduk setempat sangat ramah dan mau membantu. Jika Anda menunjuk pada peta ke Kabukicho atau menyebutkan nama daerahnya, kemungkinan seseorang akan menunjukkan Anda ke arah yang benar!

    Setelah membaca seluruh tulisan ini, apa pendapat Anda? Apakah Kabukicho merupakan tempat yang layak untuk dikunjungi? Jika Anda mengesampingkan hal-hal kurang baik yang terjadi disini, sebenarnya mengunjungi Kabukicho merupakan cara berbeda untuk menikmati Tokyo, kota yang tetap ramai di malam hari. Setiap orang memiliki penafsiran tersendiri untuk menikmati hidup, lagipula tidak semua negara memiliki red light district yang telah disahkan. Jika Anda tidak pernah berkunjung ke red light district di negara asal Anda, tentu saja Kabukicho di jantung kota Tokyo ini menjadi tempat yang sangat disarankan untuk Anda jelajahi. Selama tidak ada aktivitas buruk dan kurang sehat berlangsung, berbincang-bincang dengan para pelayan klub dapat menjadi pengalaman seumur hidup yang sulit untuk Anda lupakan dan patut untuk dicoba! Tetaplah waspada dan jauhkan diri Anda dari bahaya!