Apa Pendapat Orang Jepang tentang Hidup Bersama Diluar Nikah?

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Hal yang sangatlah umum bagi orang Jepang masa kini untuk pindah dan tinggal bersama sebelum mengucapkan janji pernikahan. Inilah mengapa pemikiran konvensional di negara ini terus berlanjut. Namun, pertanyaannya adalah, siapakah yang lebih rela untuk pindah? Apakah si pria atau wanitanya? Sebuah survey baru-baru ini menyebutkan bahwa dibandingkan dengan para wanitanya, pria Jepang lebih rela meningkatkan komitmen atau keterlibatan dalam sebuah hubungan dengan cara pindah dan tinggal bersama pasangan mereka.

    Tinggal bersama di Jepang

    Standar hidup di Jepang pada umumnya tinggi. Hampir setiap saat tempat-tempat di Jepang ramai dan ada banyak sekali aktivitas untuk dicoba. Beberapa tempat di sana masih tradisional sedangkan tempat lainnya sangatlah modern. Hal ini juga berlaku terhadap adat istiadat di sana. Beberapa orang setuju dengan pasangan belum menikah yang tinggal bersama sedangkan yang lain tidak. Kadang-kadang ini tergantung tempat dimana Anda tinggal. Hidup bersama sangatlah biasa di kota, ini juga merupakan suatu bentuk untuk mengurangi biaya hidup dimana para pasangan berbagi biaya pengeluaran. Sering kali, orang tua menjadi orang terakhir yang tahu tentang hal seperti ini. Alasannya adalah tinngal bersama oleh pasangan yang saling mencintai tapi belum menikah tidak disetujui oleh generasi tua. Mereka berpikir bahwa tidak ada alasan yang sah untuk melakukan hal ini. Jika pasangan ingin tinggal bersama selamanya maka mereka haruslah menikah.

    Alasan tinggal bersama

    Tinggal bersama merupakan sebuah cara fleksibel yang memudahkan pasangan untuk benar-benar mengerti satu sama lain tanpa harus menikah terlebih dahulu. Satu alasan mengapa anak-anak muda Jepang sering memilih untuk tinggal bersama pasangan mereka adalah biaya pernikahan yang sangat tinggi yang terjadi akibat stagnasi jangka panjang negara ini. Banyak dari mereka tidak bersemangat karena mereka tidak akan mampu membayar biaya pernikahan mereka sendiri. Maka dari itu, jika mereka ingin menikah maka mereka harus meminta bantuan dari orang tua mereka yang juga tidak memiliki kondisi ekonomi yang cukup.

    Faktor lain adalah orang Jepang hidup dengan tingkat stres yang tinggi dan dibawah tekanan yang luar biasa, pria dan wanita membuat skema/situasi untuk bertemu dan berkumpul bersama dengan mudah. Ini adalah pilihan yang dipilih oleh kebanyakan anak muda Jepang karena pilihan ini tidak perlu mengeluarkan uang sedikitpun dan secara bersamaan ini membuat jiwa dan raga menjadi rileks.

    Pernikahan di Jepang

    Pernikahan adalah upacara yang mahal di Jepang. Kebanyakan, pernikahan berdasarkan pada keinginan keluarga. Konon, hampir 90 persen pria dan wanita lajang di negara ini berniat untuk menikah, tetapi presentasi dari mereka yang tidak menginginkan hubungan semacam ini juga terus menerus meningkat. Kebanyakan orang masih memegang teguh kepercayaan tradisional dimana prialah yang menghidupi wanita. Pria bertugas untuk menjaga keamanan dan harus memiliki pekerjaan yang stabil sebelum memutuskan untuk menikah. Bagi banyak pasangan, kadang-kadang cukup berat untuk mendapatkan kondisi ekonomi yang bagus karena stagnasi ekonomi negara ini. Hal ini menyebabkan naiknya kecenderungan seperti wanita menikah di usia tua, naiknya ketertarikan untuk menikah dengan orang asing dan tinggal bersama tanpa menikah. Hidup bersama sebelum menikah sering dilihat sebagai sebuah solusi bagi mereka yang mencari seseorang untuk dipercaya dan berbagi kehidupan mereka tanpa meributkan masalah biaya pernikahan. Untuk beberapa wanita, cukuplah berat untuk menemukan pasangan yang cocok terutama jika mereka berpendidikan tinggi dan hanya akan mencintai pria yang belum mengubah sudut pandang mereka tentang wanita tradisional.

    Hasil dari Match Alarm (マッチアラーム)

    Match Alarm (hanya dalam bahasa Jepang) adalah aplikasi kencan yang bertindak sebagai tempat konsultasi cinta yang memungkinkan orang untuk mencari pasangan sejati mereka. Aplikasi ini bisa diakses melalui akun pengguna Facebook. Dalam sebuah survei pengguna aplikasi ini, 506 pria dan 257 wanita ditanya apakah mereka ingin tinggal bersama dengan pasangan mereka sebelum menikah atau tidak. Hasilnya menunjukkan bahwa 89,7 persen pria dan 66,5 persen wanita memiliki jawaban yang sama. Ada beberapa alasan yang diberikan oleh orang-orang yang setuju untuk tinggal bersama tersebut. Beberapa menganggap bahwa tinggal bersama membantu Anda untuk melihat sisi baik dan buruk masing-masing pasangan dan juga membantu Anda untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang nilai masing-masing. Di sisi lain, kelompok anti tinggal bersama juga mengemukakan alasan mengapa mereka menentangnya. Jika Anda berdua serius dengan hubungan Anda, maka Anda harus menikah karena inilah hal yang membuat sebuah hubungan menjadi spesial. Jika Anda mulai berpacaran, maka paling baik jika Anda tidak tinggal bersama tetapi hanya menginap di rumah satu sama lain. Pernikahan membantu Anda untuk mengatasi banyak hal, tidak seperti tinggal bersama dimana hubungan ini mudah sekali terputus. Tidak hanya itu, ketika Anda sudah lama tinggal bersama, kebahagiaan menikahi satu sama lain akan hilang dalam jangka panjang.

    Beberapa wanita Jepang tidak suka tinggal bersama tanpa menikah karena mereka menginginkan komitmen hubungan yang lebih dalam. Wanita usia antara 20 sampai 24 tahun cenderung untuk tinggal dengan pasangan mereka dan pria usia antara 25 sampai 29 juga berpikiran sama. Pria dari usia 35 sampai 39 dan wanita dari usia 25 sampai 29 tahun cenderung memilih untuk menikah sebelum tinggal bersama. Hasil ini menunjukkan secara jelas bahwa wanita Jepang lebih memilih untuk idealnya menikah terlebih dahulu sebelum tinggal bersama dibandingkan dengan pria yang lebih memilih tinggal bersama untuk menghindari pernikahan.

    Masih ada perbedaan besar antara pemikiran pria dan wanita tentang tinggal bersama sebelum menikah. Pria Jepang lebih bersemangat untuk melakukan hal ini dibandingkan pasangan mereka yang seringkali menginginkan komitmen yang berarti. Bagaimana pendapat Anda? Apakah tinggal bersama merupakan kunci untuk menciptakan hubungan yang kuat?