Mari Buat Orang Jepang Tertawa dengan 9 Plesetan Kata-kata Asli Jepang Ini!

  • BAHASA
  • Komedi Jepang dikenal di seluruh dunia. Sebagian besar, perspektif internasional tentang komedi Jepang adalah terpusat pada owarai. Owarai pada dasarnya adalah acara televisi komedi di Jepang. Acaranya sangat bervariasi, tapi orang mungkin cukup akrab dengan pertunjukan kuis, variety show, dan kontes pencarian bakat yang sangat populer saat ini!

    Bagi orang Barat, komedi Jepang mungkin terlihat cukup menampar. Komedian sering melakukan hal-hal lucu dengan mengadakan kompetisi makan makanan aneh, dan lain-lain. Namun, ada bagian lelucon kuno Jepang yang orang mungkin tidak mengenalnya. Lelucon-lelucon ini disebut dajare, dan ini adalah bentuk komedi yang sangat tradisional di Jepang!

    Dajare merupakan salah satu macam dari plesetan kata-kata Jepang yang bisa dikait-kaitkan dengan permainan kata-kata dari Barat. Hal itu tergantung pada kemiripan dalam pengucapan kata-kata di sebuah kalimat pendek untuk membuat sebuah lelucon.

    Ada banyak dajare terkenal di Jepang. Semacam dajare klasik tapi mungkin belum tentu menjamin membuat tertawa. Dajare secara umum sering disebut sebagai oyaji gyagu yang berarti lelucon orang tua.

    Meskipun demikian, dajare berfungsi sebagai pencair suasana yang sangat baik, misalnya ketika mencoba bercakap-cakap dengan orang Jepang atau bahkan ketika mencoba membuat pasangan kencan Anda terkesan. Saat Anda menggunakan dajare dengan benar, maka Anda mungkin akan mendapatkan senyuman, dan mungkin juga pujian atas kemampuan sensasional Anda dalam berbahasa Jepang.

    Jika Anda mendapatkan reaksi yang kurang bersemangat, maka Anda mungkin ingin mencoba salah satu dari kata-kata dajare berikut ini! (Catatan: Hati-hati dengan lelucon yang Anda gunakan)

    1. Panda wa nani kuu no? Pan da.

    Makna: Panda makan apa? Roti.

    Tempat apa yang lebih baik untuk berkencan di Jepang selain di kebun binatang? Dan apabila pasangan Anda mengerti, dajare ini akan benar-benar mengubah suasana hati.

    2. Hakucho ga kushami, hakuchon

    Makna: Ketika seekor angsa bersin, suaranya akan seperti…haaatchim!”

    Siapa yang tidak mau untuk pergi kencan kedua kalinya dengan Anda setelah lelucon tentang panda tadi? Dengan dajare ini, angkat lengan baju Anda, tempat untuk kencan kedua adalah sebuah hal yang sangat mudah ditebak: Memberi makan angsa-angsa di sebuah danau!

    3. Tora furueteru yo. Nande? Toraburu de!

    Makna: Harimau itu gemetar. Kenapa? Karena dia dalam masalah!

    Pakai lelucon ini jika Anda tidak menemui seekor panda di kebun binatang.

    4. Kono ika tabete ii ka?

    Makna: Boleh saya makan cumi ini?

    Makan malam dan percakapan nya mulai garing? Mungkin dajare ini akan membuatnya kembali mencair.

    5. Wain, yowainda yo

    Makna: Anggur ini tidak sependapat dengan saya.

    Dajare ini sangat sempurna ketika Anda ingin memperlambat kecepatan minum Anda dan meringankan suasana hati pada saat yang bersamaan.

    6. Ame wa amee!

    Makna: Permen-permen ini sangat manis!

    Cara yang sangat baik untuk berterimakasih kepada seseorang setelah diberi perlakuan tersebut adalah dengan membuatnya tertawa dengan dajare yang menarik ini!

    7. Cho ga cho itai

    Makna: Perut saya benar-benar sakit.

    Jika orang belum menganggap Anda seorang juara dalam hal membuat lelucon bahkan ketika dalam keadaan sakit, hati mereka pasti terbuat dari batu.

    8. Macchi kashite? Thank you very macchi!

    Makna: Bisakah Anda meminjamkan korek api itu? Terimakasih banyak!

    Tidak hanya Anda terlihat sopan, tapi Anda juga akan membuat orang tertawa. Jika Anda masih belum terkenal, Anda akan terkenal setelah ini!

    9. Nee, chanto ofuro haitteru?/Nee-chan to ofuro haitteru?

    Hai, apakah Anda mandi dengan rutin? VS. Apakah Anda mandi dengan saudari Anda?

    Dajare yang terakhir ini sebenarnya sebuah permainan kata-kata yang disamarkan sebagai sebuah pertanyaan jebakan! Tergantung apakah Anda mengucapkan kalimat ini seperti “Nee … chanto” atau “Nee-chan … to”. Maknanya berubah dari “Hai, apakah Anda mandi dengan rutin?” menjadi “Apakah Anda mandi dengan saudari Anda?”

    Siapapun yang Anda tanyakan dengan pertanyaan ini kemungkinan akan mengira Anda sedang membicarakan tentang mandi. Jika orang tersebut menjawab “iya”, maka di situlah bagian lucunya dimulai!

    Sejarah dajare

    Selain 9 dajare yang terkenal dan sangat dicintai ini, ada banyak hal lain yang mungkin Anda temui jika Anda mulai mempelajari bahasa dan melibatkan diri dalam budaya dan hiburan Jepang. Ada tempat khusus untuk dajare di Jepang yang memiliki sejarah panjang di negara ini.

    Dajare telah ada selama berabad-abad di Jepang. Memang, lelucon ini sering terlihat di Jepang sebagai lelucon yang kekanak-kanakan dan kadang tidak terlalu cerdas, sama seperti pelesetan kata-kata di Indonesia.

    Daya tarik dajare dalam budaya Jepang dianggap telah mendapatkan popularitas dan konsisten dalam popularitasnya karena orang Jepang merasa bahwa mereka dapat membuat lelucon nakal tanpa dianggap tidak pantas, memalukan, atau tidak sopan. Budaya ini cukup dipertimbangkan dan berperan penting dalam masyarakat Jepang, yang relatif konservatif dan ketat.

    Seiring dengan berjalannya waktu, lelucon semacam ini makin dicintai, namun sekarang terlihat sebagai lelucon murahan daripada komedi modern. Namun, kata-kata ini cukup menyenangkan dan Anda mungkin ingin belajar beberapa hanya untuk mendapatkan senyuman dari teman atau orang terdekat Anda.

    Semoga Anda belajar sedikit hal dari dajare ini! Gunakanlah pada jalan-jalan Anda selanjutnya dan lihatlah apakah Anda berhasil atau tidak!

    *Featured Image: jp.fotolia.com/