4 Hal yang Mungkin Terjadi saat Kerabat atau Teman Mengunjungi Anda di Jepang

  • BUDAYA
  • Sering dikatakan bahwa culture shock akan lebih terlihat ketika Anda pulang dari luar negeri, dibandingkan dengan ketika Anda tiba di suatu tempat baru di negara asal Anda. Hal yang sama dapat terjadi ketika Anda menerima tamu dari kampung halaman Anda. Yang terjadi adalah, saat Anda pindah ke Jepang untuk pertama kalinya, segalanya terasa aneh. Namun setelah beberapa waktu segalanya menjadi normal, Anda belajar bahasa baru, terbiasa dengan makanannya, cuacanya pun tidak asing lagi, dan Anda juga mempelajari adat setempat. Akan tetapi ketika Anda kedatangan tamu dari kampung halaman untuk menjenguk atau menengok Anda, akan menjadi semacam krisis identitas dimana Anda nampak tidak mengenali diri anda sendiri, mungkin Anda akan terlihat lucu dan akan menjadi hiburan bagi tamu Anda! Mari kita lihat beberapa hal aneh yang terjadi kepada orang asing yang mencurahkan diri dengan berbagai hal terkait Jepang ketika orang yang familiar dari belahan bumi yang lain muncul di hadapan Anda.

    1. Anda akan lupa bahwa tidak setiap orang dapat berbahasa Jepang

    Mungkin kemampuan bahasa Jepang Anda hampir lancar, atau mungkin Anda masih jauh dari kata bisa dan hanya mampu melafalkan beberapa kata saja. Bagaimanapun, ketika tamu datang mengunjungi Anda, Anda akan hampir sepenuhnya tidak dapat menahan diri untuk berbicara menggunakan Bahasa Jepang dengan mereka. Kemungkinan satu atau dua kata akan terselip ketika berbincang-bincang alih-alih menggunakan kata lain dalam bahasa Inggris (bahkan mungkin Anda tidak mengetahui kata tersebut dalam bahasa Inggris…) atau mungkin Anda akan menyodorkan menu di restoran sebelum Anda mengingat “oh ya, kau tidak dapat membaca bahasa Jepang, bukan?” Setelah ditatap dengan penuh kebingungan Anda akan menyadari apa yang telah Anda lakukan, namun entah mengapa Anda tetap menggunakan bahasa Jepang kepada orang yang tidak berbahasa Jepang, membuat Anda lebih cenderung melakukannya.. Jika segalanya gagal, pada akhirnya kemungkinan tamu Anda akan pulang dengan beberapa kata bahasa Jepang yang mereka pelajari.

    2. Anda akan lupa bahasa ibu Anda sendiri

    Jika berbicara bahasa Jepang secara tidak sengaja bukanlah sesuatu yang terlalu buruk, kedatangan tamu dari negara asal Anda akan membuat Anda tersadar, sementara Anda sibuk mempelajari bahasa baru, secara tidak sadar Anda juga melupakan bahasa asal Anda sendiri. Ini bukan berarti Anda benar-benar lupa akan bahasa asli Anda, namun mungkin lebih karena Anda tidak sering menggunakan bahasa tersebut sehingga kata-kata tersebut tidak lagi ada di ingatan aktif Anda.

    Hal ini khususnya terjadi jika pekerjaan Anda berhubungan dengan anak-anak di Jepang (yang kemampuan berbahasanya terbatas dan sehingga Anda tidak mungkin membicarakan topik yang kompleks dengan mereka) atau jika Anda bekerja hanya dengan orang Jepang yang kemampuan bahasa Inggrisnya terbatas. Bahkan jika rekan Anda berbahasa Inggris dengan sangat baik, Anda akan tetap merasa ‘bodoh’ dengan bahasa yang Anda gunakan dan berbicara lebih lambat. Sehingga ketika orang Barat datang untuk berkunjung dan Anda membicarakan topik yang biasanya tidak Anda bicarakan dengan teman-teman Jepang Anda, Anda mungkin akan mendapati diri Anda lupa beberapa kata tertentu dan Anda akan mengatakan “oh… kau tahu yang kumaksud, itu… sesuatu yang ini berawalan dengan huruf P…ummm… apa ya?”

    3. Anda akan menganggap tamu Anda tidak sopan hingga Anda menyadari bahwa adat istiadat Jepang tidaklah sama dengan di negara Anda

    Tamu Anda tidak membungkuk ketika bertemu dengan seseorang untuk pertama kali, oh tidak! Alih-alih dengan kedua tangan, tamu Anda menerima kartu nama hanya dengan satu tangan … betapa menyeramkan. Tamu Anda tidak melepas sandal sebelum memasuki ruangan dengan tatami di dalamnya… apalagi selanjutnya? Tamu Anda menancapkan sumpitnya di atas semangkuk nasi… tidak termaafkan!

    Tergantung dari berapa lama Anda telah tinggal di Jepang, adat istiadat dan tradisi tersebut bisa jadi menjadi sifat kedua Anda sekarang, namun ingatlah ketika pertama kali Anda tiba di Jepang, Anda juga membuat kesalahan ala pemula seperti halnya yang dilakukan oleh tamu Anda sekarang. Sejujurnya – tidak perlu khawatir tentang hal ini. Meski tradisi sangatlah penting di Jepang, saya rasa kebanyakan orang akan sangat memaklumi kesalahan yang dilakukan oleh tamu dari luar negeri. Jika Anda merasa ada sesuatu yang dilakukan oleh tamu Anda akan menyinggung orang, peringatkan mereka sebelumnya. Terdapat banyak sumber online tentang bagaimana bersikap sopan di Jepang, sehingga mendorong mereka untuk membacanya sebelum melakukan perjalanan.

    4. Anda berusaha membuat tamu Anda terkesan dengan sesuatu yang tidak mengesankan

    “Jadi, aku tidak punya oven di dapurku tapi lihatlah… ini penanak nasi, ooooh!” dan tamu Andapun merespon “Oh, ya. Kami juga memilikinya di rumah…” Meski beberapa tamu Anda mungkin hanya benar-benar bertujuan untuk mengunjungi Anda, kemungkinan besar mereka setidaknya memiliki minat pada Jepang dan mengetahui beberapa hal tentang Jepang. Pada saat bersamaan, Anda mungkin berpikir bahwa tamu Anda tidak banyak mengetahui sesuatu tentang Jepang. Jangan heran jika tamu Anda benar-benar tidak terkesan dengan kata ‘sake’ atau ‘tonkatsu’ atau ‘teriyaki’ karena kata-kata tersebut sangat biasa disebutkan di restoran Jepang di negara Anda, tidakkah Anda mengingatnya? Dan, jangan lupa bahwa mereka dapat mencari tahu segala hal tentang Jepang melalui internet!

    Hal-hal tersebut hanyalah sesuatu yang terlihat, yaitu saat Anda memiliki pengunjung yang datang ke Jepang, Anda akan mendapati diri Anda secara tidak sengaja melakukan hal-hal yang aneh dan mengagetkan. Namun ini bukanlah suatu hal yang negatif. Beberapa hal terbaik saat keluarga atau teman Anda datang ke Jepang, yaitu Anda bisa saling bercanda tawa dengan humor yang pastinya Anda ketahui, karena pasti humor Jepang atau negara lainnya kadang sulit dipahami. Paling tidak, Anda bisa menjadi diri sendiri dengan mereka.

    Menunjukkan daerah setempat kepada tamu Anda dan berbagi tentang kehidupan di luar negeri merupakan salah satu kebahagiaan terbesar dari bepergian dan hidup di luar negeri. Jadi jangan khawatir akan kemalangan dan nikmati pengalaman tersebut, serta jangan biarkan diri Anda terlalu merindukan rumah ketika mereka pergi.