Anjuran dan Larangan dalam Memberi dan Membalas Hadiah di Jepang

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Di Jepang, memberikan hadiah seringkali dihubungkan dengan sebuah peristiwa khusus. Apakah itu untuk pernikahan, kelahiran bayi, atau bahkan saat dirawat di rumah sakit, Anda akan menerima hadiah dari keluarga atau teman Jepang Anda. Jadi di Jepang, jika Anda menerima hadiah, maka merupakan hal yang penting untuk membalas hadiah tersebut untuk menunjukkan rasa bersyukur kepada orang yang memberikan Anda hadiah.

    Hal semacam memberi hadiah dan menunjukkan rasa bersyukur telah diajarkan kepada orang Jepang sejak kecil dan tindakan tersebut telah dijaga turun temurun. Untuk orang yang tidak tinggal di Jepang, mungkin hal ini merupakan kebiasaan yang berbeda dari negara Anda.

    Pola Pikir

    Di Jepang, untuk menunjukkan rasa bersyukur, ucapan terima kasih adalah hal yang penting, tetapi ada suatu pemikiran untuk membalas dengan hadiah yang setimpal dengan apa yang kita terima. Dengan pola pikir ini, orang yang menerima hadiah ke depannya juga akan memperlakukan kita dengan tindakan yang setimpal, sesuatu untuk mengimbangi hadiah yang kita berikan. Segalanya adalah tentang timbal balik di Jepang! Karenanya, membalas hadiah seringkali dapat menjadi beban bagi banyak orang, karena jika hadiah yang diberikan nilainya ‘kurang’ dari hadiah yang mereka berikan, Anda malah dapat menciptakan kesan yang buruk.

    Takhayul

    Takhayul juga menjadi salah satu hal yang dipertimbingkan saat memberi hadiah dan membalasnya. Contohnya, membalas dengan sebuah saputangan sebagai hadiah merupakan hal yang dianggap kasar atau tidak sopan karena menyimbolkan kesedihan.

    Baca juga: 4 Jenis Hadiah yang Tidak Boleh Diberikan di Jepang

    Selain itu, gunting juga tidak boleh diberikan sebagai hadiah pernikahan karena menggambarkan nasib buruk untuk pernikahannya. Untuk pemakaman, teh merupakan hadiah yang sesuai karena menunjukkan rasa ingin mengingat dan dianggap dapat membuat kita dapat berbicara tentang yang orang yang meninggal tersebut melalui secangkir teh sembari mengingat-ingat kenangan baik bersama orang yang meninggalkan kita.

    Tata Cara Mengepak dan Membungkus

    Di Jepang, merupakan hal yang tradisional untuk memberi atau membalas hadiah dari seseorang dengan membungkusnya di lembaran kakegami atau noshigami. Warna dan tipe ikatan untuk benang mizuhiki berubah sesuai dengan kondisi. Ikatan simpul digunakan untuk kondisi yang berulang seperti saat ulang tahun atau memulai sekolah, sedangkan ikatan musubi-giri hanya digunakan untuk kondisi yang terjadi hanya sekali seperti pernikahan dan pemakaman. Ikatan merah dan putih hanya digunakan untuk kondisi perayaan.

    Baca juga:  Inilah Daftar 15 Tempat Belanja Oleh – oleh Terbaik di Tokyo!

    Terdapat pemikiran yang dalam pada keinginan untuk menunjukkan rasa bersyukur di Jepang dan terkadang hal itu terlihat seperti tugas atau kewajiban dibandingkan sebuah adat. Tetapi hal ini sebernarnya adalah cara untuk memperkuat hubungan antar manusia di Jepang. Satu bagian dari Jepang ini mungkin tidak semua orang asing bisa mengalaminya jika mereka tidak tinggal di negara ini.