5 Karakteristik yang akan Anda Temui ketika Berpacaran dengan Wanita Jepang

  • BUDAYA
  • Setiap individu memang unik, dan generalisasi/stereotip tentang sebuah budaya secara keseluruhan tidak bisa dibuat berdasarkan dari sejumlah kecil individual saja. Tetapi, dari sudut pandang antropologi, budaya-budaya tertentu cenderung menjalankan praktek ritual yang sama karena adanya transmisi budaya selama bertahun-tahun, dan meskipun seorang individu memiliki karakteristik uniknya sendiri, sebuah komunitas pada umumnya bertumbuh dan berkembang untuk membentuk pola pikir yang sama, yang mungkin tidak selalu tercermin secara sama persis tetapi paling tidak secara paralel. Terlebih lagi, Jepang telah berkembang secara politik dan sosial seiring berjalannya waktu. Bahkan Era Heisei sekalipun telah mengalami perubahan sosial dan politik. Walaupun demikian, pola pikir masyarakat Jepang zaman sekarang telah terbentuk untuk menghadapi perubahan-perubahan terbaru dan berikut ini adalah apa yang akan Anda temui ketika berpacaran dengan wanita Jepang, yaitu karakteristik mereka.

    1. Sangat teratur

    Spontanitas adalah hal yang disukai banyak pasangan pada saat berpacaran, akan tetapi, terutama dengan wanita Jepang, Anda harus merencanakan waktu kencan Anda sebelumnya karena mereka memiliki jadwal sibuk yang penuh dengan rencana kerja paruh waktu atau berpergian dengan teman yang lain atau keluarga. Mereka biasanya memiliki kalender kecil di tas mereka yang berisikan semua rencana mereka untuk sebulan atau bahkan lebih, yang telah mereka susun sebelumnya. Jika Anda mengajak mereka berkencan, Anda harus memberikan jam dan tanggal yang spesifik untuk mengetahui apakah mereka memiliki waktu kosong atau tidak.

    2. Mandiri dan sibuk

    Dari usia muda, orang Jepang telah dianjurkan untuk bekerja paruh waktu, terutama apabila mereka seorang mahasiswa. Tetapi, meskipun bukan seorang mahasiswa, kebanyakan wanita Jepang berusaha sebisa mungkin untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus SMA karena hidup mereka sudah tidak “terlalu tergantung” kepada orang tua. Terlepas dari apakah mereka masih tinggal dengan orang tua atau tidak, atau apakah orang tua memaksa mereka untuk bekerja atau tidak, kebanyakan dari mereka merasakan suatu keharusan untuk masuk ke dalam dunia kerja (baik arubaito, haken, ataupun freeter) agar Jepang dapat berkembang secara keseluruhan sebagai sebuah komunitas. Jadi, bersiap-siaplah untuk mendapatkan pacar wanita Jepang yang mandiri (terutama dari Anda) dan sibuk dengan pekerjaannya.

    3. Tertarik untuk menjalin hubungan namun sedikit takut dengan komitmen jangka panjang

    Ini bukan hanya karakteristik dari wanita Jepang, tetapi juga dari banyak wanita dan bahkan pria di seluruh dunia. Tetapi, sistem kerja di Jepang yang menerapkan sistem tenaga kerja permanen setelah Perang Dunia 2, membuat wanita yang dahulu pernah memiliki karir, sulit untuk kembali memasuki dunia kerja (terutama ke perusahaan tempat mereka bekerja sebelumnya). Ditambah lagi, akomodasi cuti merawat anak dan orang tua juga tidak terlalu mencukupi dan sama sekali tidak menjadi insentif bagi wanita Jepang untuk memiliki anak (yang menjadi masalah di Jepang karena rendahnya tingkat kelahiran). Selain itu, wanita Jepang memang sangat tertarik untuk menjalin hubungan, tetapi mereka cenderung takut untuk berkomitmen jangka panjang karena kesulitan-kesulitan yang akan timbul di masa depan karena sistem masyarakat Jepang kontemporer.

    4. Perbedaan bahasa (kecuali jika Anda fasih berbahasa Jepang)

    Wanita Jepang sangat tertarik untuk berpacaran dengan pria dari negara lain dan juga sebaliknya. Anda dapat menemukan banyak wanita Jepang yang sangat fasih berbahasa Inggris, meski kebanyakan dari mereka berasal dari sekolah internasional. Meskipun tidak terhitung jumlah orang Jepang yang mengikuti kelas bahasa Inggris dari bangku sekolah hingga universitas, dipercaya bahwa banyak dari mereka memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik tetapi takut untuk membuat kesalahan, sehingga memilih untuk tidak menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Di sisi lain, banyak dari mereka memiliki kepiawaian menulis yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan percakapan mereka. Jadi, jika kita anggap wanita di Jepang pada umumnya tidak fasih berbahasa Inggris dan mereka menjalin hubungan dengan orang asing yang tidak fasih berbahasa Jepang, kita akan menemukan sebuah hubungan antara dua individu yang pada awalnya berusaha menggunakan segala kemampuan mereka untuk menjalani waktu yang indah bersama. Tetapi, masalah perbedaan bahasa (jika mereka tidak berusaha keras untuk mempelajari bahasa asli kekasihnya tersebut) juga akan muncul dan menjadi dinding yang membatasi komunikasi antar keduanya karena kemampuan mereka yang terbatas dan tidak akan cukup untuk mengekspresikan apa yang mereka ingin katakan. Di sisi lain, banyak juga yang percaya bahwa perbedaan bahasa inilah yang membuat wanita Jepang kemungkinan besar akan memilih berpacaran dengan orang asing untuk jangka pendek tetapi tetap memilih pacar orang Jepang untuk jangka panjangnya.

    5. Toleran & bebas

    Penting untuk diperhatikan bahwa orang Jepang telah menjadi lebih toleran dan berpikiran terbuka seiring dengan perkembangan zaman. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, wanita Jepang tertarik untuk menjalin hubungan dengan pria dari negara lain, dan mereka juga sangat tertarik dan menerima budaya mereka yang berbeda. Banyak dari mereka juga memiliki jiwa berpetualang dan bersedia untuk mencoba tipe makanan yang baru, mengunjungi tempat dengan budaya baru dan menghadapi lingkungan baru. Mungkin karena mereka tidak memiliki rasa dedikasi yang tinggi terhadap agama, orang Jepang cenderung sangat bebas dengan pilihan mereka (seperti yang dideskripsikan oleh Nietzsche atau Jean-Paul Sartre). Tetapi, banyak yang percaya kalau tingkat toleransi ini disebabkan oleh adanya kontras antara tatemae dan honne. Tatemae adalah tingkah laku atau pendapat yang diekspresikan ke publik oleh seorang individu Jepang dan Honne adalah perasaan dan keinginan sesungguhnya yang mereka miliki. Terlepas dari itu, jika Anda berpacaran dengan wanita Jepang, Anda tidak perlu khawatir kalau Anda tidak akan diterima hanya karena adanya perbedaan.