Mengapa Banyak Sekali Orang yang Membawa Saputangan di Jepang?

  • BUDAYA
  • Bagi beberapa orang, mungkin ini terdengar kuno, tapi benda ini sangat disukai di negara yang terkenal teknologinya paling maju ini. Benda apakah itu? Jawabannya adalah saputangan! Saputangan atau hankachi (ハンカチ) dalam bahasa Jepang, adalah aksesoris yang sangat penting dalam saku atau tas orang-orang Jepang. Mungkin beberapa heran, bagaimana benda ini digunakan. Saputangan juga merupakan hadiah dan oleh-oleh yang sangat terkenal. Jadi, bagaimanakah orang-orang di Jepang menggunakan benda kuno ini? Dan kenapa membuang ingus dengan saputangan sangat tidak diperboleh di Jepang?

    Saputangan (atau handuk tangan kecil) dapat terbuat dari katun, sutra sintetis, atau linen. Yang banyak digunakan oleh orang-orang Jepang sehari-sehari biasanya tebuat dari katun, walaupun tentu saja ada beberapa orang yang memiliki selera berbeda. Tujuan utamanya adalah untuk mengeringkan tangan Anda, misalnya setelah Anda mencuci tangan setelah menggunakan toilet, karena itulah katun adalah yang terbaik. Saputangan juga dapat digunakan untuk keperluan darurat, ketika Anda ketumpahan sesuatu, terutama pada pakaian Anda.

    Walaupun saputangan digunakan untuk tujuan kebersihan pribadi seperti mengelap tangan atau wajah seseorang, membuang ingus dengan saputangan dan menggunakannya lagi dianggap tidak higienis di Jepang. Hal ini dikarenakan saputangan akan disimpan di saku atau tas setelah digunakan.

    Para pria menggunakan saputangan ketika berkeringat, dan tentu saja wanita juga dapat melakukannya, dan tidak ada yang memalukan untuk mengelap keringat di dahi, pelipis, atau leher Anda. Sebaliknya, tidaklah sopan membiarkan keringat Anda menetes tanpa mengelapnya, kecuali ketika Anda berada di tempat kebugaran dan berolahraga.

    Saputangan adalah hadiah yang populer, karena umumnya memiliki harga yang murah, beberapa memiliki pola yang cantik, dan entah kenapa ada kesan romantis di balik itu, mungkin karena saputangan digunakan sehari-hari, saputangan adalah benda yang sangat personal.

    Tapi, hal ini tidak berlaku sejak dulu. Dulu, memberikan saputangan di Jepang merupakan tanda perpisahan, karena melambaikan saputangan memiliki arti simbolik mengucapkan selamat tinggal. Tapi sekarang, kepercayaan ini sudah hampir hilang total.

    Harga-harga saputangan bervariasi: mulai dari 108 yen di toko 100 yen, hingga 3000 yen, bahkan lebih, jika saputangan itu buatan merek terkenal atau dibuat dari material khusus dan memiliki pola yang rumit.