Legenda Eksentrik tentang Mumi Ikan Duyung Jepang

  • BUDAYA
  • Putri duyung adalah salah satu legenda mahluk air paling populer yang diceritakan memiliki kepala manusia dan ekor seekor ikan. Di beberapa kuil dan tempat suci di Jepang, Anda mungkin bisa melihat beberapa makhluk ini dimumikan dalam peti. Mereka berasal dari Periode Edo (pada abad 18 dan 19) dan menjadi pemandangan umum dalam banyak karnaval dan pameran pada masa itu.

    Asal-usul

    Pertunjukan di sebuah karnaval atau “Misemono” adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan perkotaan Periode Edo. Pertunjukan ini jelas berbeda dari pertunjukan lainnya karena kesederhanaannya yang kental. Kebanyakan dari karnaval ini dibuat dengan seksama dan detil agar dapat menghasilkan cukup uang untuk mendanai kuil dan tempat suci. Banyak dari mereka menampilkan kerajinan, akrobat dan binatang dalam berbagai atraksi karena diyakini membawa keberuntungan. Salah satu makhluk yang ditampilkan adalah putri duyung yang menunjukkan rekayasa praktik mumifikasi ikan duyung. Teknik ini dilakukan oleh nelayan dengan menjahit tubuh bagian atas monyet ke ekor ikan. Beberapa mumi ini masih bisa ditemukan di kuil dan tempat suci Jepang di seantero negeri.

    Mitos

    Mumi ikan duyung tertua yang tercatat berusia 1.400 tahun saat ini dirawat di Kuil Tensho-Kyosha. Mumi ini juga diyakini sebagai yang Mumi Duyung Fiji yang pertama. Sebuah cerita tentang keberadaannya telah ada sejak lama dimana pertama kali ia menampakkan diri di Danau Biwa di hadapan Pangeran Shotoku, seorang pejabat dan politisi semi legendaris. Makhluk itu berbicara pada napas terakhirnya bahwa dulu ia adalah seorang nelayan namun dikutuk menjadi binatang karena masuk ke perairan yang dilindungi. Ia juga meminta pangeran untuk menemukan tempat suci dimana jasadnya yang telah dimumikan dapat ditampilkan sebagai peringatan dan contoh bagi nelayan di laut. Sejak saat itu, mumi tersebut menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kehidupan. Banyak orang mengunjungi kuil tersebut untuk mengingat ajaran tersebut.

    Candi aslinya sepertinya banyak mendapat nasib sial dan mumi itu seringkali berpindah tempat sampai akhirnya ditetapkan di lokasi keberadaannya saat ini.

    Ada begitu banyak legenda yang mengklaim keberadaan ikan duyung di Jepang. Entah Anda percaya atau tidak, itu masih merupakan cerita yang menarik untuk disimak!

    *Featured Image:jp.fotolia.com/