Tipe Kimono Mana yang Cocok Untuk Anda?

  • BUDAYA
  • GAYA
  • Selama bertahun-tahun kimono telah dikenal sebagai pakaian tradisional di Jepang terutama untuk wanita. “Kimono” adalah istilah yang paling umum digunakan untuk menyebut pakaian tradisional wanita Jepang.

    Siapa sangka bahwa sebenarnya ada berbagai jenis kimono di Jepang dan masing-masing tipe memiliki makna dibaliknya, tergantung pada acara atau musimnya. Jadi sebelum memilih jenis kimono yang akan dipakai, mari kita lihat sekilas beberapa jenis yang tersedia dan pastikan Anda memilih baju kimono yang tepat!

    YUKATA – Kimono kasual musim panas

    Yukata adalah kimono katun ringan kasual yang dibuat untuk musim panas. Yukata biasanya memiliki desain warna yang dicetak dengan cerah dan warna-warni. Kimono khusus ini banyak dipakai pada festival musim panas tradisional di Jepang. Selain itu, Anda juga bisa mencoba yukata jika sedang menginap di “Ryokan”, penginapan tradisional Jepang yang terkenal, karena mereka menyediakan yukata untuk digunakan sebagai jubah mandi untuk semua tamu. Tak heran yukata menjadi sangat populer bahkan di kalangan orang asing.

    FURISODE – Kimono formal untuk wanita lajang/belum menikah

    Furisode adalah sejenis kimono yang berwarna cerah dengan sentuhan sutra kualitas tinggi. Furisode biasanya dipakai pada upacara “coming of age” atau “umur dewasa” di Jepang. Begitu seorang wanita Jepang berusia 20 tahun, dia resmi menjadi orang dewasa. Dalam budaya tradisional Jepang yang sederhana, mengenakannya adalah pernyataan resmi bahwa wanita tersebut telah lajang dan boleh untuk menikah. Salah satu perbedaan utama furisode di antara kimono lainnya adalah lengannya yang jauh lebih panjang dan hampir menyentuh tanah.

    UCHIKAKE – Kimono untuk upacara pernikahan

    Ini adalah kimono paling formal yang dipakai oleh pengantin muda di pernikahan tradisional Jepang. Biasanya berwarna putih atau sangat mencolok, seringkali dengan warna merah sebagai warna dasar. Uchikake cukup besar dan tidak dimaksudkan untuk diikat seperti kebanyakan kimono yang biasa kita lihat. Kimono ini juga cukup panjang dan sengaja agar dapat sedikit menyentuh tanah, seperti yang dapat dilihat di foto.

    Tak dapat dipungkiri bahwa budaya Jepang saat ini sangatlah kaya karena mereka terus menerus mengapresiasi, menerapkan dan merangkul tradisi kunonya seperti mengenakan pakaian tradisional yang masih dapat Anda lihat dalam beberapa upacara dan acara penting. Tentunya, jika belum pernah ke Jepang Anda pasti belum pernah mencoba pakaian ini!