Bagaimana Cara untuk Mengatakan “TIDAK” di Jepang?

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Mengatakan “TIDAK” di Jepang tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Untuk mengatakannya memiliki seni tersendiri. Orang Jepang biasanya menghindari mengatakan “TIDAK” pada siapapun. Dalam situasi tertentu, mereka akan terus terang mengatakannya. Tapi pada umumnya, mereka cenderung menghindari kata itu. Orang asing akan memerlukan waktu lama untuk terbiasa dengan hal ini. Memerlukan kejelian untuk memahami kata TIDAK yang tersembunyi.

    Di negara-negara Barat, mengatakan TIDAK merupakan suatu hal yang wajar. Tapi di Jepang, cara berkomunikasi masyarakat cenderung tidak lugas. Orang Jepang umumnya mempertimbangkan posisi orang lain saat berbicara dan cenderung menghindari konflik. Mereka tidak secara langsung mengatakan iie (tidak), iya desu (saya tidak suka), yamete kudasai (tolong hentikan), atau ungkapan-ungkapan sejenis secara lugas. Perasaan orang lain, harga diri, dan status sosial harus jadi bahan pertimbangan di Jepang.

    Selain itu, perlu juga menunjukkan minat terhadap apa yang ditawarkan walaupun Anda tidak menginginkan ataupun membutuhkannya. Bila lawan bicara adalah teman Anda atau seseorang yang sudah Anda kenal cukup lama, Anda bisa mengatakan TIDAK dengan menambahkan sedikit alasan misalnya dengan menggunakan frase gomennasai (maaf). Tapi, saat berbicara dengan atasan, mungkin Anda perlu tahu cara yang sopan untuk menolak tawarannya.

    Tips bersosialisasi di dunia kerja

    Di Jepang, sangat umum ada ajakan dari tempat kerja. Biasanya bos atau atasan Anda akan mengajak Anda untuk minum-minum atau makan malam sepulang kerja seminggu sekali atau bahkan lebih sering. Memang tidak mungkin untuk selalu mengiyakan semua ajakan. Jadi, bila Anda berada dalam situasi tersebut, silakan ikuti tips berikut ini:

    1. Jangan diam saja

    Bila Anda hanya diam dan tidak memberikan respon, hal itu akan diartikan sebagai tidak memberi hormat. Anda harus terlihat tertarik pada apa yang dibicarakan dan ikut mengatakan sesuatu atau mengangguk.

    2. Kebohongan sepele

    Anda bisa mengucapkan kebohongan sepele seperti “Saya sedang demam” atau “Saudara saya menikah” atau semacamnya dengan cukup sering. Tapi perhatikan jangan sampai Anda mengucapkan hal yang sama dua kali.

    3. Berlagak berpikir keras lalu katakan “Mungkin”

    Bila Anda berada dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk menolak, lebih baik anda mengatakan “Mungkin” sambil menunjukkan wajah sedang berpikir keras. Pastikan Anda memberitahu alasannya dan jelaskan bahwa ada kemungkinan Anda dapat ikut serta.