Inilah Panduan Tempat Jajanan Paling Enak di Dotonbori, Osaka

  • MAKANAN
  • MAKANAN
  • OSAKA
  • Osaka, kota terbesar di Kansai dan kota ketiga terbesar di Jepang, menawarkan berbagai jajanan terbaik yang tak perlu diragukan lagi. Tepat di sekitar Glico man, di suatu sisi hiruk pikuk Dotonbori, terdapat sebuah jalan yang penuh dengan aneka jajanan lokal. Atmosfer Dotonbori begitu hidup dan bersemangat, dengan kerumunan orang yang asyik makan dan mengambil foto. Seperti yang dapat dilihat pada teater Kabuki, Dotonbori sebenarnya merupakan suatu kawasan teater, namun saat ini merupakan area pusat kehidupan malam dan hiburan di Osaka. Cobalah beberapa restoran atau jajanan khas di sepanjang Dotonbori, lidah Anda pun akan terasa dimanjakan.

    Dari stasiun Osaka, naiklah kereta bawah tanah menuju stasiun Namba atau Nipponbashi. Dotonbori dapat dijangkau dengan mudah dari kedua stasiun ini. Kerlip lampu neon dan obrolan dari turis Taiwan dan Korea mungkin akan menyadarkan Anda bahwa Anda telah menjejakkan kaki pada jalanan terkenal yang terletak di sepanjang kanal Dotonburi.

    1. Kushi-katsu

    Kushi-katsu (串かつ) adalah daging tusuk yang digoreng (seperti satay), yang dilapisi berbagai bahan yang ditabur tepung roti tipis dan kemudian digoreng dalam minyak yang banyak. Beberapa masyarakat Jepang setempat mungkin terlihat  menikmati Kushi-katsu dalam sebuah nomikai (pesta minum). Makanan ini merupakan teman yang cocok sambil meminum alkohol. Kushi-katsu tidak diadoni seperti dalam pembuatan tempura namun terdapat lapisan tepung panir tipis yang tidak bercampur dengan bahan utama makanan ini. Selain potongan daging termasuk daging sapi, perut babi, bebek, dan daging ayam cincang, terdapat pula jenis kushi-katsu yang lebih ringan seperti sayuran, jamur, mochi, keju, dan telur puyuh. Kushi-katsu dilengkapi dengan saus berwarna coklat yang manis. Meskipun jajanan lokal, seperti banyak makanan Jepang lainnya, terdapat etiket ketika kushi-katsu. Aturan utama dalam menikmati kushi-katsu adalah: jangan mencelup daging yang sudah Anda gigit ke dalam saus dua kali!

    2. Takoyaki

     

    View this post on Instagram

     

    Street signs 🐙🐲🦀🥟🐡⁣ ⁣ #latergram #throwback day trip to #osaka #japan #dotonbori #kukuru #kinryuramen #kanidoraku

    A post shared by Jerome Lim (@jeromelimjr) on

    Takoyaki (たこ焼き) secara harfiah berarti gurita panggang, namun sebenarnya makanan ini merupakan adonan yang dipanggang dengan potongan tentakel gurita di dalamnya. Panggangannya memiliki cetakan dengan bentuk setengah bulatan, dimana sang koki dengan kemampuan membalik adonan, memangganggnya hingga menjadi bulatan. Biasanya, sedikit jahe merah, lokio (sejenis bawang putih), dan gumpalan adonan kecil yang digoreng ditambahkan di atasnya. Takoyaki sering kali disajikan dalam wadah kertas dengan jumlah minimal penyajian 6 buah, takoyaki seukuran bola golf dibubuhi mayonaise, saus berwarna coklat, peterseli kering, dan remah-remah katsuoboshi bonito.

    3. Ramen Kinryu


    Ramen ini bisa jadi merupakan ramen terbaik yang pernah saya makan di Kansai. Rasanya mengingatkan kepada ramen ala Hakata yang lembut, namun ramen ini berbeda, kaldunya nampaknya merupakan campuran dari kaldu daging babi dan tulang ayam, namun kombinasi dari mie yang al dente dan taburan di atasnya-lah yang membuat ramen ini sangatlah lezat. Di salah satu dari dua toko yang kami temui, kami tidak menemukan tempat duduk dan para pelanggan menyantap mie sambil berdiri di sekitar kedai. Chashu daging babi-nya juga patut menjadi perhatian: diasinkan dan dibumbui dengan baik, dengan lapisan lemak yang direbus hingga menjadi benar-benar lunak. Selalu perhatikan tempat kosong di kedai atau tempat tersebut akan segera ditempati oleh orang lain!

    4. Okonomiyaki

    Japanese Traditional Pizza Okonomiyaki

    Okonomiyaki (お好み焼き) memungkinkan Anda memanggang apapun yang kalian suka. Jika dianalogikan, Okonomiyaki mungkin merupakan panekuk lezat yang biasanya terdapat kubis dan bahan-bahan lainnya dalam adonan tepung. Restoran seperti Mizuno telah dijalankan oleh keluarganya sejak Perang Dunia ke-2; yang paling khas dari restoran mereka adalah adonan berbasis tepung ubi jalar, dengan daging babi panggang dan skalop (sejenis remis). Makanan ini bukanlah makanan ringan yang mahal, membuat Anda ingin terus memakannya. Tergantung dari restorannya, okonomiyaki dapat disajikan dalam bentuk matang maupun adonan mentah yang dicampur dan dimasak dalam panggangan berbentuk datar.

    5. Taiyaki

    Tai, atau pastri berbentuk ikan adalah makanan ringan yang enak. Biasanya terdapat dalam rasa kacang merah dan ketela, namun versi yang jaman sekarang termasuk pula rasa custard, coklat, bahkan daging babi asap dan keju. Anda dapat mengatakan suatu taiyaki itu lezat jika adonannya wangi, lapisan kulit tipis, dan isiannya merata hingga ke bagian ekor. Tidak hanya cocok sebagai makanan ringan, taiyaki juga merupakan makanan pencuci mulut yang luar biasa di kala malam.

    6. Kedai pop-up

    osaka pop up

    Dokumentasi penulis

    Hampir mendekati ujung jalanan, kami juga menjumpai dua toko pop-up yang menjual sandwich es krim melon pan dan steak daging kukus Kobe. Roti melon buatan sendiri sebagai sandwich es krim vanilla? Tentu sangat enak! Daging sapi Kobe grade-rendah yang digoreng ala teppanyaki dengan kentang goreng mochi sebagai makanan pendampingnya? Tentu lebih enak!

    Kedai pop-up bukanlah merupakan sesuatu yang umum di Jepang seperti halnya pada negara-negara barat; toko-toko yang ada tersebut telah diijinkan untuk hanya menjual makanan yang telah dibuat sebelumnya atau makanan kemasan, dan menurut saya pada umumnya tidak terlalu inovatif. Dapat dikatakan, kami sangat senang menemukan kedai semacam itu di Osaka, dan berharap akan melihat lebih banyak lagi! Terdapat pula klub komedi di sebelah toko tersebut. Sayangnya kemampuan bahasa Jepang kami biasa-biasa saja padahal posternya terlihat begitu menyenangkan dan menggoda untuk dicicipi.

    7. Berbagai toko souvenir

    osaka omoshiroi koibito

    Dokumentasi penulis

    Toko-toko ini menjual omiyage, souvenir yang biasanya berupa makanan, yang biasanya dibawa pulang oleh para pengunjung sebagai hadiah. Anda dapat menemukan stik Pocky raksasa dengan rasa yang unik, kotak Glico model lawas, begitu pula dengan “kembaran” dari Shiroi Koibito dari Hokkaido, Omoshiroi Koibito. Shiroi Koibito berarti “kekasih yang putih”, dimana hurufnya merupakan permainan kata yang diartikan sebagai “kekasih yang menarik/lucu”. Ezaki Glico, perusahaan manisan/gula-gula Jepang yang sangat besar, berpusat di Osaka.

    Baca juga: 5 Jajanan Terbaik Khas Jepang untuk Oleh-oleh Anda! Harganya Murah, Lho!

    Fakta menarik: permen pertama yang diproduksi Glico adalah karamel yang memiliki jumlah kalori sebanyak 15.4 kcal, yang diperkirakan sebagai jumlah energi yang dibutuhkan untuk berlari sejauh 300 meter. Dan sehingga, Glico man yang berlari 300 meter pun terlahir! Ini merupakan potret yang wajib Anda ambil ketika Anda mengunjungi Osaka.

    Makanan pastinya memberikan gambaran sekilas tentang kekayaan budaya Osaka. Bersenang-senanglah di Dotonbori ketika suatu saat Anda berada di Osaka, dan pastikan Anda mencicipi makanan ringan khas daerahnya!