5 Hal yang Harus Anda Ketahui Sebelum Memasuki Restoran di Jepang!

  • TATA CARA
  • ‘Irasshaimase’ adalah ucapan bahasa Jepang sangat umum yang memiliki arti “selamat datang” atau “silakan masuk”, dan kata ini sering terdengar ketika Anda memasuki restoran di Jepang. Bayangkan skenario ketika pelayan menyambut Anda, kemudian membawa Anda ke meja yang telah Anda tentukan. Sekarang, jika Anda baru ke Jepang, Anda mungkin akan bertanya pada diri sendiri pertanyaan berikut: Apakah saya membayar sebelum atau sesudah makan? Bagaimana saya membaca menu dalam bahasa Jepang? Apakah saya harus membayar minuman yang telah disediakan padahal saya tidak memesannya?

    Bagi orang asing yang tidak terbiasa dengan sistem dan praktik budaya di Jepang, jenis pertanyaan ini mungkin akan terlintas dalam pikiran Anda ketika Anda makan di luar. Artikel ini akan memberikan beberapa tips untuk membantu Anda mendapatkan makanan yang memuaskan dan bebas stres!

    1. Minuman gratis atau tidak?

    Dokumentasi penulis

    Adalah hal yang umum bila di restoran Jepang, pramusaji akan memberikan segelas air untuk Anda. Bagaimanapun juga, beberapa restoran akan menyajikan teh sebagai gantinya, dan adakalanya tehnya mungkin sangat enak sehingga Anda bertanya-tanya apakah ini gratis. Jawabannya adalah iya!

    Untuk selanjutnya, bahkan Anda bisa meminta kembali minumannya selama Anda makan, atau menentukan apakah Anda ingin minuman yang panas atau dingin. Segi pelayanan ini ketika makan di luar merupakan bagian besar dari budaya Jepang dan sebuah fakta yang baik untuk Anda ketahui sebelum mencobanya ke restoran.

    2. Menu dalam bahasa Inggris

    Sayangnya, tidak semua restoran, kafe, atau kedai makanan di Jepang menawarkan menu dalam bahasa inggris, bahkan di area wisata terkenal dan mall. Tempat-tempat yang memiliki menu dalam bahasa Inggris akan memiliki petunjuk pada pintu masuk atau dekat kasir yang mungkin mengatakan seperti “tersedia menu dalam bahasa Inggris disini”.

    Anda mungkin terkejut ketika menemukan beberapa dari restoran yang terlihat kuno dekat area wisatawan terkenal mungkin memiliki menu dalam bahasa Inggris, dan beberapa bangunan lagi yang terlihat lebih modern mungkin tidak memiliknya. Restoran tertentu bahkan memiliki menu dalam bahasa Cina, disebabkan oleh peningkatan jumlah wisatawan Cina ke Jepang. Jika tidak ada menu dalam bahasa inggris yang tersedia, Anda selalu bisa memeriksa pada tampilan jendela dan lemari, yang banyak diantaranya menampilkan gambar atau replika plastik dari makanan yang tersedia!

    Satu hal penting yang harus diketahui adalah sesekali, menu dalam bahasa Jepang dan bahasa Inggris mungkin berbeda dari apa yang mereka tawarkan. Ini bukan tidak biasa jika menu dalam bahasa Inggris mungkin menunjukkan makanan yang lebih sedikit dibandingkan menu dalam bahasa Jepang, mungkin karena restoran tidak mengetahui kata bahasa Inggris atau hanya menerjemahkan makanan yang cenderung dinikmati oleh para wisatawan. Oleh karena itu, coba untuk membandingkan dua menu sebelum memesan, dan selalu bertanya jika Anda memiliki pertanyaan.

    3. Peralatan makan

    Kedai makanan/restoran di Jepang biasanya menyediakan sepasang sumpit untuk memakan mie, kecuali sebagai contoh, restoran bergaya barat yang menyajikan spagheti. Jika Anda tidak terbiasa dengan sumpit, jangan mencoba dan memaksa diri Anda. Anda dapat selalu meminta garpu atau sendok, dan pelayan akan dengan senang hati menyediakannya untuk Anda.

    Jika Anda diberi sumpit sekali pakai, tolong berhati-hati dengan tidak menggosok satu sama lainnya untuk menyingkirkan potongan kecil bambu atau kayu. Ini mungkin hal yang menggoda untuk dilakukan tapi akan dipandang sebagai hal yang kasar. Juga, meminum sup langsung dari mangkuknya tanpa menggunakan sendok adalah hal yang lumayan umum di Jepang dan tidak dilihat sebagai hal yang kasar. Anda harus mencobanya!

    4. Memesan makanan untuk dibawa pulang

    Anda biasanya mendapatkan restoran menawarkan pelayanan bawa pulang yang memberikan Anda menu terpisah. Beberapa, pilihan menu makan ditempat mungkin tidak tersedia untuk dibawa pulang. Namun, jika Anda tidak dapat menghabiskan makanan Anda, Anda dapat meminta sisa makanannya untuk dikemas jadi Anda dapat membawanya pulang ke rumah. Sementara permintaan ini mungkin akan ditolak beberapa tahun yang lalu, hal ini telah menjadi sangat umum sekarang dan biasanya akan baik-baik saja.

    Namun, hal ini tergantung pada masing-masing restoran untuk mengizinkannya atau tidak. Jangan terkejut jika permintaan Anda ditolak, terutama jika Anda pergi ke restoran makan-sepuasnya (buffet). Satu alasan restoran mungkin tidak menawarkan untuk mengemas sisa makanan Anda adalah mereka tidak ingin membuat pelanggannya mengalami keracunan makanan jika makanannya dibiarkan terlalu lama.

    5. Membayar pesanan Anda

    Membayar tagihan pesanan makanan di Jepang selalu dilakukan setelah makan, dan harus dilakukan di kasir. Biasanya, Anda akan diberikan sebuah slip pembayaran setelah memesan dan Anda harus membawa slip itu ke kasir untuk membayar setelah makan.

    Memberikan uang tips di restoran di Jepang adalah hal yang tidak boleh dilakukan, bahkan di restoran bergaya barat atau ditempat yang sangat mahal. Hal ini dianggap sebagai hal yang kasar di Jepang, dan tidak akan diterima di restoran. Namun, Anda dapat menunjukkan apresiasi Anda dengan memuji makanan mereka dan mereka akan sangat senang. Lagi pula, menyediakan makanan yang enak harus menjadi fokus utama dari restoran.

    Makan di Jepang tidak akan menyusahkan jika Anda mengetahui aturannya. Berbekal fakta ini, saya berharap Anda dapat makan dengan nyaman di negara ini. Jika Anda masih khawatir melakukan kesalahan, jangan terlalu dikhawatirkan! Pelayanan terhadap tamu disini dikenal sangat membantu, jadi saya yakin pelayan akan selalu mencoba memberikan pelayanan terbaik untuk memberikan Anda pengalaman yang baik. Nikmati waktu Anda di Jepang!

    *Featured Image: jp.fotolia.com/