Musim Hujan di Jepang — Apa Perbedannya dengan Indonesia?

  • SELURUH NEGERI
  • Bagi kita yang tinggal di Indonesia, mendengar musim hujan mungkin terdengar sedikit menyedihkan dan sesuatu yang membuat Anda lebih memilih untuk melewatkannya jika memungkinkan. Lagipula, hujan umumnya dihubung-hubungkan dengan citra negatif. Namun, sebenarnya musim hujan di Jepang memiliki sisi positif juga!

    Musim Hujan di Jepang

    Pertama-tama mari lihat pada arti katanya. Kata dalam bahasa Jepang untuk musim hujan adalah “tsuyu” (梅雨). Karakter mandarin kanji tersebut bermakna buah plum dan hujan dan terdapat beberapa teori mengapa hal ini bisa terjadi. Salah satu teori yang agak tidak masuk akal adalah selama musim hujan, terkadang rintik hujan yang jatuh besar-besar, sebesar buah plum. Penjelasan lain yang lebih masuk akal yaitu, bahwa selama musim hujan buah-buah plum menjadi matang, sehingga musim ini disebut juga musim buah plum. Itulah mengapa “tsuyu” terkadang dibaca “baiu” karena penulisan kanjinya sama.

    Musim hujan biasanya mulai pada permulaan/pertengahan bulan Juni dan berlangsung selama enam minggu di area Kanto. Bagian lain dari Jepang memiliki jadwal berbeda.

    Perbedaan dengan Musim Hujan di Indonesia

    Saat hujan berlangsung satu minggu penuh, mendung dan kelabu di luar, hal ini memang bisa sedikit membuat keadaan menjadi suram. Namun jangan khawatir, hujan deras tidak berlangsung sepanjang waktu. Biasanya lebih sering gerimis, bukan hujan deras. Sebagai tambahan, statistik menunjukan bahwa musim hujan di Jepang juga memiliki hari-hari cerah, sehingga pada dasarnya tidak begitu buruk. Jika Anda benar-benar perlu untuk melarikan diri dari musim tersebut, Hokkaido dapat menjadi rekomendasi karena wilayah ini hampir tidak terpengaruh musim hujan.

    Mereka memiliki banyak bunga indah yang mekar dan beberapa festival menakjubkan, jika Anda memilih untuk pergi ke sana, pastikan untuk membawa beberapa baju berlengan panjang karena pada periode ini hawanya masih terasa dingin.