Sisi Gelap dari Industri Idol di Jepang

  • BUDAYA
  • Jepang terkenal dengan banyak hal. Dipandang sebagai pusat tren yang tidak biasa dan mode busana warna-warni, orang mengasosiasikan Jepang dengan inovasi dan keunikannya.

    Namun, ada bagian hiburan Jepang lainnya yang menjadi fenomena dan kini mendominasi industri hiburan, yaitu budaya idol dan fenomena ini menarik orang-orang baik di dalam negeri maupun luar negeri. Industri masif ini tumbuh semakin besar sepanjang waktu dan menghasilkan jumlah uang yang besar untuk industri musik.

    Anda dapat menemukan idol dimana-mana, di setiap TV dan papan iklan. Anak-anak muda mengaguminya bermimpi menjadi salah satu diantaranya. Namun, terlepas dari persepsi mencolok tentang kehidupan idol sebagai selebriti dan segala kemewahan yang terkait dengannya, ada sisi gelap dalam kehidupan seorang idol dalam industri ini. Apakah menjadi idol di Jepang sangatlah baik? Apakah mereka memiliki kehidupan yang bebas, ataukah mereka terbelanggu? Bisnis ini menguntungkan atau eksploitatif? Dan apakah orang ingin tetap menjadi seorang idol meskipun industri ini memiliki banyak kekurangan?

    Apakah idol itu?

    Idol (アイドル) adalah istilah yang diciptakan untuk menggambarkan entertainer muda di Jepang. Idol memulai karirnya di usia muda, selalu tampak imut, dan seringkali mereka dilatih untuk bernyanyi, menari, MC, voice act, entertain, model, dan bermain alat musik. Tidak bisa dijelaskan betapa berpengaruh dan agungnya para idol ini di Jepang. Mereka menarik banyak pengikut dan membuat orang banyak menjadi tergila-gila.

    Para idol ini tidak hanya dilihat sebagai penghibur, mereka juga dianggap sebagai panutan bagi kaum muda. Oleh karena itu, persepsi masyarakat terhadap seorang idol haruslah positif. Seorang idola adalah cerminan masyarakat, gambaran tentang warga muda Jepang yang ideal, dan karena itu citra mereka pastilah tanpa cela.

    Karena itu, Para idol ini diharapkan bekerja sangat keras, berlatih berjam-jam, tampil, touring, tetap terlihat bersemangat, berkomunikasi dengan penggemar, mengadakan wawancara, dan pada umumnya dapat merebut hati orang-orang.

    Idols bisa meraih sukses besar, yang merupakan pilihan menarik bagi kaum muda yang mencari ketenaran dan keberuntungan. Jika mereka berkarir mengikuti aturan mainnya, mereka bisa memiliki karir yang menjanjikan dan menguntungkan. Namun, satu kesalahan saja dan mereka bisa mengucapkan selamat tinggal pada karir mereka, teman mereka, penggemarnya, bahkan keluarga mereka.

    Menjadi seorang idol adalah pekerjaan yang penuh tekanan, di negara di mana tekanan sosialnya masih dapat dirasakan dengan jelas. Tetapi beberapa orang mengatakan bahwa menjadi seorang idol memberi kesempatan kepada orang-orang biasa yang mungkin tidak mendapatkan kesempatan untuk menjadi kaya dan terkenal. Mungkin ini hanya pesan sederhana bahwa kerja keras yang mereka lakukan tidaklah sia-sia.

    Beberapa contoh dari idol grup yang terkenal di Jepang

    Ada banyak idol Group di Jepang. Jika Anda mengunjungi Tokyo atau Osaka, Anda mungkin akan melihat idola yang mempromosikan album atau tur terbaru mereka, atau menyaksikan para penggemar mengantri untuk mendapatkan merchandise. Berikut adalah dua contoh idol Group yang sangat terkenal di negara ini dengan penggemar di seluruh negeri.

    AKB48

    AKB48 mungkin adalah salah satu idol Group paling terkenal di Jepang. AKB48 hanyalah salah satu dari beberapa idol Group wanita yang dijalankan oleh brand idol terbesar Project 48 (PJ48), bersama dengan idol Group lainnya termasuk SKE48, NMB48, HKT48, dan NGT48. Terdengar cukup mirip bukan?

    Itu karena mereka memiliki banyak kesamaan, semua idol Group yang tadi disebutkan memiliki gagasan umum yang serupa tentang apa yang terlihat bagus dan terdengar bagus. AKB48 terdiri dari sekitar 130 orang anggota meskipun jumlah anggotanya berfluktuasi. Sudah bukan rahasia lagi bahwa idol Group ini memiliki persaingan yang intens dan kejam tidak hanya untuk masuk ke dalam Grupnya, tapi juga untuk menjadi salah satu gadis yang populer di grup ini.

    AKB48 mengadakan audisi yang cukup rutin, yang menarik gadis-gadis muda di usia remaja sampai usia dua puluhan awal, yang sangat menginginkan kesempatan untuk menjadi seorang idol.

    SMAP

    Idol laki-laki juga merupakan hal yang cukup besar di Jepang, dan salah satu merek idol terkemuka untuk idol Group laki-laki adalah Johnny and Associates, yang memiliki beberapa grup idol termasuk SMAP yang legendaris. SMAP bubar pada tahun 2016, namun group ini aktif sejak tahun 1988 dan memiliki banyak pengikut.

    SMAP hanya terdiri dari lima anggota, namun kemudian diakui sebagai harta nasional di Jepang dan membuka jalan bagi idol Group masa depan seperti V6, TOKIO, Arashi, dan Hey! Say! Jump. Proses rekrutmen anggota cukup mirip seperti di AKB48, mengikuti audisi dan kemudian mengikuti program pelatihan untuk para laki-laki muda.

    Boy Band ini menarik perhatian terutama untuk gadis-gadis muda, dan ada persaingan yang ketat untuk menjadi anggota, karena menjadi anggota grup ini dapat membuka jalan bagi karir yang menguntungkan di industri hiburan.

    Bagaimana idol menghasilkan uang?

    Idol dibayar oleh idol Brand yang mempekerjakan mereka, namun gaji seorang idol dapat berfluktuasi dan sangat bervariasi tergantung pada seberapa banyak mereka mempromosikan diri mereka dan seberapa populernya mereka. Industri ini telah memikirkan banyak taktik pemasaran yang cerdik untuk menghasilkan uang.

    Mungkin salah satu yang paling menarik adalah ‘handshake ticket’. Dimana penggemar membeli CD, dan setiap CD memiliki tiket undian di dalamnya yang bisa memberi mereka hadiah. Jika mereka beruntung, mereka bisa memenangkan handshake ticket yang berarti mereka bisa berjabat tangan dengan salah satu idola mereka dalam acara apresiasi penggemar.

    Tentu saja, ini tidak hanya menghasilkan sejumlah besar uang tapi juga memastikan bahwa lagu-lagu dari idol tersebut langsung menuju puncak tangga lagu karena penggemar membeli banyak CD yang mereka rilis. Penghasil uang besar lainnya adalah penjualan merchandise. Penggemar dai idol ini sangatlah berkomitmen, dan akan sering menghabiskan banyak uang untuk membeli kaos atau kotak makan terbaru dengan gambar idol favorit mereka.

    Idola yang sangat populer bisa melanjutkan ke tingkat selanjutnya yaitu “lulus” dari grup idola mereka dan menghasilkan uang sendiri, misalnya dengan merilis lagu mereka sendiri dan tampil di iklan atau di acara TV. Jadi ada bukti nyata bahwa idol yang bekerja keras dapat menghasilkan kekayaan di masa depan.

    Sisi gelap

    Industri ini memiliki banyak sisi gelap. Sementara di balik layar manajer grup idol yang kaya mendapatkan keuntungan, idol muda yang melakukan kerja keras harus banyak berkorban demi harapan akan kesuksesan dan ketenaran mereka.

    Gambaran keluguan

    Di atas segalanya idol diharapkan menjadi sosok yang paling murni, tanpa cela, seperti malaikat. Citra keluguan dan naif sangat atraktif dan kuat di Jepang. Tentu saja, ini berlaku untuk semua idol tapi kebanyakan berlaku untuk idol wanita. Idol harus memberi kesan bahwa mereka secara romantis tidak terikat dan tidak berpengalaman secara seksual.

    Ada beberapa contoh idol yang memiliki hubungan rahasia. Jika media mengungkap berita ini, karir idol tersebut bisa jadi akan berakhir. Hal ini bisa sangat membuat tertekan bagi idol di usia awal dua puluhan, misalnya pada usia dimana hubungan romantis merupakan hal yang normal dan sehat. Menolak segala jenis kehidupan seksual dan romantis adalah pengorbanan besar.

    Eksploitasi dan pelecehan seksual

    Sudah sangat banyak laporan tentang idol wanita dilecehkan secara seksual oleh atasan dan manajer industri mereka, yang kebanyakan adalah laki-laki. Sayangnya, Jepang masih harus menempuh perjalanan panjang untuk mencegah dan menindak seksisme dan pelecehan seksual. Hal ini tercermin dalam kenyataan bahwa meski banyak laporan tentang pelecehan-pelecehan, tapi pada kenyataannya tidak ada tindakan yang dilakukan.

    Eksploitasi juga merupakan aspek negatif lain yang datang dengan pekerjaan sebagai idol. Idol tidak hanya dieksploitasi secara finansial (banyak yang tidak mendapatkan upah lebih dari upah minimum, sementara orang-orang di balik layar meraup kekayaan), namun mereka sering bekerja berjam-jam dan dipertunjukan maupun dijadikan sebagai objek.

    Berurusan dengan orang-orang aneh

    Khususnya pada acara tiket jabat tangan ini, ada laporan tentang penggemar laki-laki yang terlihat dan berperilaku sedikit menyeramkan terhadap idol wanita dan seringkali hal ini hanya dilihat sebagai pekerjaan paruh waktu.

    Pada tahun 2014 dua anggota AKB48 dan satu orang staf diserang dengan kejam oleh seorang pria dengan gergaji sepanjang 50 cm. Anggota yang diserang masih memiliki bekas luka, dan sejak serangan ini keamanan telah ditingkatkan pada acara-acara sejenis ini. Namun, ini hanyalah sebuah contoh ekstrim dan nyatanya, orang aneh ada dimana-mana!

    Kesimpulan

    Menjadi idol bisa jadi menyenangkan, tapi butuh banyak usaha, keberuntungan, dan pengorbanan juga. Idol bekerja dengan sangat keras dan berupaya menjadi segalanya yang diinginkan Jepang, tapi mungkin cita-cita ini tidak akan tercapai. Itu tergantung pada apa yang lebih diinginkan oleh idol tersebut, ketenaran dan pengakuan, ataukah kehidupan yang normal?

    Lain kali, jika Anda menonton idol Jepang yang terkenal terlihat bahagia dan tersenyum di depan kamera pada layar TV Anda, ingatlah bahwa ada sisi yang sangat gelap dan negatif bagi industri ini yang harus ditangani tetapi seringkali diabaikan.