6 Fakta Menarik Tentang Ainu, Penduduk Pribumi Jepang

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Banyak orang menghubungkan masyarakat Jepang dengan mayoritas etnik modernnya. Seperti halnya jika Anda kembali sedikit jauh ke belakang, sebenarnya orang Amerika modern berasal dari Eropa, orang Jepang modern yang berasal dari Korea. Populasi masyarakat pribumi Jepang ini secara keseluruhan tidak diketahui dan budaya serta bahasa mereka berada di ambang kepunahan. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang penduduk asli Jepang yang misterius ini.

    1. Mereka sudah ada di Jepang sejak zaman Jomon (14500-300 sebelum masehi)

    Orang Ainu sudah ada di Jepang, atau lebih tepatnya di Hokkaido selama enam belas ribu lima ratus tahun, yang mana ini merupakan hal yang luar biasa.

    2. Mereka tidak diakui secara resmi oleh pemerintah Jepang sampai tahun 2008

    Walaupun sudah berada di Jepang lebih lama dari orang Jepang modern, penduduk Ainu didiskriminasi dan diabaikan hingga tahun 2008. Menurut pemerintah, ada sekitar 25.000 orang Ainu di Jepang saat ini, namun sumber lain menyatakan mungkin ada lebih banyak lagi.

    3. Orang Ainu didiskriminasi dalam waktu yang lama

    Beberapa sumber menyebutkan bahwa orang Ainu dijadikan budak, walaupun tidak ada cukup bukti yang mendukung pernyataan ini. Hingga tahun 1997, pemerintah sebenarnya melarang kegiatan budaya Ainu dengan harapan mereka akan berpindah menjadi budaya modern Jepang. Walaupun ini berakhir 20 tahun yang lalu, banyak kerusakan yang telah terjadi dan sebagian besar dari apa yang orang Ainu tinggalkan dari budaya mereka telah hilang, yang merupakan hal yang sangat disayangkan.

    4. Kebudayaan mereka sangat berbeda dengan kebudayaan modern Jepang

    Ada banyak perbedaan yang mencolok antara kebudayaan Ainu dan kebudayaan Jepang yang kita tahu. Pemburu tradisional, Ainu tinggal di tempat terbuka, kebanyakan memakan hewan liar seperti rusa, beruang, kelinci, ikan salmon, dan rubah, serta tanaman akar, dan mereka selalu memasak makanan mereka. Anda tidak akan menemukan sashimi di rumah orang Ainu.

    Wanita memiliki tato di mulut mereka untuk menandakan perjalanan mereka ke masa dewasa dan laki-laki berhenti mencukur jenggot mereka pada umur tertentu. Banyak aspek dari budaya Ainu yang sangat jauh berbeda dengan orang Jepang saat ini.

    5. Mereka memiliki bahasa mereka sendiri

    Tidak seperti bahasa Jepang yang berakar dari bahasa Cina, bahasa Ainu memiliki keunikan tersendiri. Selain tidak memiliki bentuk tulisan, asal-usulnya tidak diketahui. Sekarang, hanya ada segelintir penutur asli Ainu, semuanya adalah lansia, yang membuat bahasa dan budayanya terancam dan dekat dengan kepunahan.

    Karena kurangnya bentuk tulisannya, bahasa Ainu sebagian besar telah ditulis menggunakan kana Jepang, yang memiliki pengaruh pada bahasa tersebut. Sayangnya, tampaknya ini akan menjadi salah satu bahasa yang akan mati setelah puluhan tahun mengalami penindasan dan penyensoran.

    6. Ada beberapa tempat dimana Anda bisa mempelajari tentang orang Ainu

    Tahun 1994 tampaknya menjadi titik balik bagi orang-orang Ainu dikarenakan Shigeru Kayano, seorang penduduk asli Ainu, masuk ke dalam pemerintahan Jepang dan menyebarkan kesadaran tentang masyarakat dan budayanya. Dalam beberapa tahun terakhir, lebih banyak upaya dilakukan untuk melestarikan orang-orang pribumi Jepang dan untuk mengajar orang lain tentang mereka.

    Anda bisa mengunjungi Ainu Museum Poroto Kotan (hanya dalam bahasa Inggris) di Hokkaido untuk belajar lebih banyak tentang orang-orang yang menakjubkan ini. Dengan belajar tentang mereka, Anda membantu menjaga budaya mereka tetap hidup.

    Adalah hal yang baik untuk melihat bahwa upaya dilakukan untuk mengenali orang Ainu dan membantu menjaga tradisi mereka tetap hidup dengan mendidik orang tentang mereka. Sayangnya, mungkin sedikit terlambat bagi orang-orang ini yang hampir mati melalui penindasan dan diskriminasi. Mudah-mudahan, kita bisa membantu melestarikan apa yang tersisa dari budaya yang menarik dan unik ini.