3 Stereotip Umum Orang Jepang: Setuju atau Tidak?

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Siapapun Anda dan kemanapun Anda pergi, terdapat pemikiran umum bahwa biasanya orang-orang akan mencirikan Anda berdasar pada kewarganegaraan Anda. Hal inilah yang Anda sebut sebagai “stereotip”. Hal ini bisa jadi sesuatu yang positif dan negatif. Orang Amerika memiliki stereotip ramah, dermawan, pekerja keras dan optimis dalam arti positif. Secara negatif, mereka dipandang sebagai materialistis, rasis, pecinta senjata, tidak sadar lingkungan dan banyak lagi. Bagaimana dengan orang Jepang? Berikut adalah beberapa stereotip paling umum dari orang Jepang yang mungkin pernah Anda dengar.

    1. Gadis Jepang manis dan imut

    Disebutkan bahwa gadis Jepang kerap kali mencoba untuk berperilaku imut untuk memikat para pria. Ini mungkin adalah awal kata “kawaii” berasal. Kawaii berarti patut untuk dicintai, imut atau menggemaskan. Keimutan diterima di Jepang sebagai bagian dari budaya mereka. Gagasan keimutan ini semakin populer saat ini dimana dapat dilihat pada mode lolita atau mode kawaii.

    2. Sungkan dan pemalu

    Anda akan sering menemukan seorang Jepang yang biasanya sungkan dan kurang berterus terang. Hal ini merupakan salah satu karakteristik tak tergoyahkan dari kepribadian dan budaya mereka yang diturunkan dari satu generasi ke generasi lain. Mereka mencoba untuk menghormati pendapat orang lain tanpa menimbulkan sebuah perbedaan pendapat. Sebagian besar orang Jepang lebih senang menjadi bagian dari kelompok daripada memimpinnya. Mereka sepertinya tidak menyukai perhatian yang berlebihan!

    3. Terlambat menikah

    Bicara tentang statistik, populasi di Jepang semakin menurun. Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah pasangan yang terlambat menikah di negara ini. Seorang teman Jepang pernah mengatakan kepada saya bahwa hal ini terutama disebabkan oleh kesibukan kerja dan kurangnya pusat penitipan anak, serta pengasuh anak yang akan merawat anak-anak sementara orang tua bekerja. Keadaan finansial memiliki sebuah pengaruh besar pada jumlah anak pada sebuah keluarga Jepang pada umumnya.