Gunting Kuku Berujung Kematian? 9 Takhayul Jepang Menarik dan Menyeramkan yang Mungkin Belum Anda Ketahui

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Setiap negara dan kebudayaan memiliki takhayul tersendiri yang diyakini sejak lahir atau sejak tumbuh besar dan menjadi bagian dari identitas mereka. Misalnya, di Indonesia, salah satu takhayulnya adalah jangan menyapu di malam hari atau Anda akan tertimpa nasib buruk. Jepang memiliki takhayul dan kepercayaan sendiri, beberapa mungkin terlihat aneh bagi orang-orang yang tidak dibesarkan di Jepang. Mengetahui takhayul ini bisa membantu untuk mengetahui budaya di Jepang. Bagi orang yang percaya pada takhayul di luar sana, berikut adalah 9 takhayul jepang yang menyeramkan.

    1. Menggunting kuku di malam hari akan menyebabkan kematian

    Takhayul orang Jepang mengatakan bahwa jika Anda menggunting kuku saat malam hari, Anda akan mati. Beberapa orang mengatakan takhayul ini berasal dari pemikiran beberapa orang jaman dahulu yang tidak memiliki gunting kuku dan menggunakan pisau untuk memotong kuku mereka. Jadi, bila mereka melakukannya pada malam hari, hal tersebut sangatlah berbahaya dan terkadang bisa berujung pada kematian.

    2. Bersiul di malam hari akan mengundang penjahat

    photo-ac.com/

    Takhayul ini berasal dari aksi penjahat dari masa lalu. Untuk berkomunikasi di malam hari yang sunyi, pencuri dan penjahat yang lain bersiul. Takhayul tersebut berkembang menjadi jika Anda bersiul saat malam hari, Anda akan mengundang penjahat, atau bahkan ular! Beberapa variasi dari takhayul ini juga mengatakan jika bersiul saat malam hari, Anda dapat menarik perhatian hantu!

    3. Jangan berbaring setelah makan atau Anda akan menjadi sapi

    photo-ac.com/

    Mungkin takhayul ini sedikit membingungkan. Kalimatnya adalah jika Anda langsung berbaring setelah makan, Anda akan berubah menjadi sapi. Dikatakan bahwa tujuan dari takhayul ini adalah untuk mencegah orang-orang menjadi malas dan untuk menghentikan orang dari tidur setelah makan. (Saya lebih memilih untuk tetap terjaga dan berdiri jika saya memiliki resiko berubah menjadi sapi).

    4. Cegukan 100 kali berturut-turut akan menyebabkan kematian

    Takhayul semacam ini masuk akal juga, coba pikir betapa cegukan dapat mengganggu kita. Gagasan ini adalah jika Anda cegukan seratus kali terus menerus, maka Anda akan mati.

    5. Melihat laba-laba di malam hari adalah nasib buruk

    Laba-laba adalah salah satu bagian dari kehidupan sehari-hari untuk kebanyakan orang di dunia, dimanapun Anda berada. Laba-laba di Jepang tampilannya lebih menyeramkan, tetapi beberapa dapat memberikan nasib baik. Jika Anda melihat laba-laba saat siang hari, atau terutama pagi hari, artinya Anda akan mendapatkan nasib baik, jadi Anda harus membiarkannya hidup. Di sisi lain, jika Anda melihat laba-laba di malam hari, nasib buruk akan datang kepada Anda, jadi lebih baik untuk melenyapkan laba-laba itu. Saya pikir takhayul ini masuk akal bagi banyak orang. Siapa yang mau ada laba-laba di kamar tidur?!

    6. Jika mendengar guntur, sembunyikan pusar Anda atau dewa guntur akan memakannya

    Raijin (雷神) adalah dewa petir, guntur dan badai di Jepang. Anda dapat melihat patungnya di kuil-kuil Jepang, yang paling terkenal terdapat di Asakusa Senso-ji (浅草浅草寺) di Asakusa (浅草), Tokyo (東京). Saat orang mencoba untuk menyembunyikan pusarnya, mereka akan merunduk dan ini dapat melindungi mereka dari guntur. Dan pastinya, tersambar petir dapat menyebabkan kematian. Jadi, sembunyikan pusar Anda atau Anda akan mati.

    7. Membiarkan kipas angin menyala sepanjang malam akan menyebabkan kematian

    Ini merupakan takhayul yang lebih modern karena kipas angin adalah penemuan modern. Takhayul ini menjelaskan bahwa jika Anda membiarkan kipas angin menyala sepanjang malam, maka Anda akan mati. Sebenarnya, penyebab kematian yang ditakuti adalah hipothermia atau masalah pernafasan. Orang percaya bahwa membiarkan kipas menyala sepanjang malam dapat menyebabkan suhu tubuh menjadi terlalu rendah hingga dapat menyebabkan kematian. Atau sirkulasi udara saat tidur menjadi tidak teratur sehingga Anda tidak bisa bernafas secara normal. Takhayul ini tidak hanya ada di Jepang saja, keyakinan ini juga sudah menjadi hal yang umum di Korea.

    8. Jangan tidur dengan kepala menghadap ke utara

    Saya seringkali tidak sadar atau mengetahui dimana sebenarnya arah utara itu, tetapi di Jepang, arah pada kompas memiliki peran yang besar. Di acara pemakaman, kepala jenazah diposisikan menghadap ke arah utara. Di sebelah jenazah, ada semangkuk nasi dengan sumpit menancap. Saat ini, saat mengatur tempat tidur di Jepang, orang Jepang menaruh perhatian besar ke arah mana tempat tidur mereka menghadap. Jika Anda tidur dengan kepala menghadap utara, Anda akan memicu datangnya nasib buruk, atau hukuman yang lebih buruk – kematian. Sama dengan penempatan di acara pemakaman, jangan pernah menaruh sumpit Anda di mangkuk nasi secara vertikal karena itu adalah hal yang tabu!

    9. Jangan pernah menginjak ujung atau batas dari tikar tatami (畳)

    Tikar tatami merupakan barang yang berhubungan dengan sisi tradisional Jepang. Tikar tatami dibuat dari jerami yang ditenun, lalu digunakan untuk menutupi lantai tradisional Jepang. Sekarang, banyak tempat yang masih menggunakan tikar tatami seperti ryokan (旅館) dan restoran. Secara tradisi, bagian tepi dari tatami dibungkus dengan bahan yang lebih dekoratif dan sering dihias dengan lambang keluarga. Dengan menginjaknya, Anda akan mengundang nasib buruk ke diri Anda sendiri dan juga dianggap sebagai tidak menghormati leluhur. Jadi tetaplah berada di tengah tikar saat berjalan melewati lantai tatami.

    Walau Anda tidak percaya dengan takhayul, mengikuti aturan ini di Jepang dapat membantu Anda berbaur dengan budayanya. Beberapa kepercayaan ini, seperti menaruh sumpit secara vertikal pada mangkuk adalah tabu disamping memberikan kesialan. Lakukan yang terbaik dan jangan mencoba untuk mengundang kesialan (ataupun hantu)!