Mengapa Anak-anak Jepang Sangat Mandiri?

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Salah satu pemandangan yang umum di Jepang yang mungkin mengejutkan di negara lain adalah anak-anak berjalan pulang atau naik bus dari dan ke sekolah oleh mereka sendiri. Hal ini sudah biasa berdasarkan budaya mereka dimana anak-anak harus belajar untuk mandiri di usia yang dini. Hal ini berhubungan dengan peribahasa Jepang, “Kawaii ko ni wa tabi o saseyo” yang berarti “kirim anak tercinta dalam sebuah perjalanan.”

    Kemandirian Anak

    Setiap anak diciptakan berbeda satu sama lain. Satu mungkin menjadi dewasa lebih dahulu daripada yang lain. Meskipun begitu, di Jepang anak-anak dilatih menjadi mandiri di umur yang dini. Mungkin itu terdengar menakutkan bagi beberapa orang, terutama bagi orang asing, tetapi ini merupakan aturan negara yang mengedepankan pembelajaran secara praktek daripada teori saja. Kebanyakan orang tua mengirim anak mereka ke sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumahnya, biasanya sekitar 15 sampai 20 menit, membuat hal tersebut mudah bagi mereka untuk pergi ke sekolah untuk mereka sendiri. Walaupun hal ini sedikit tidak mungkin bagi orang tua di luar Jepang, tetapi ini adalah kenyataan di Jepang.

    Keamanan Negara untuk Anak-anak

    Banyak orang tua percaya bahwa Jepang adalah negara yang aman untuk anak-anak karena tingkat kejahatannya yang relatif rendah. Di negara Barat, orang-orang selalu berpikiran bahwa anak-anak tidak akan aman saat tidak diawasi. Orang tua takut memikirkan anak mereka akan diculik atau lebih buruknya, tidak bisa kembali ke rumah. Jadi, meninggalkan mereka sendirian adalah sesuatu yang tidak umum. Tetapi, di Jepang anak-anak terkadang diberikan bel pencegah kejahatan untuk kondisi darurat. Murid SD dilatih untuk berjalan ke rumah sendiri sementara anak-anak yang sangat muda sering bertemu dengan anak-anak lain di daerah sekitar dimana mereka berjalan ke sekolah secara berkelompok.