Bagi Para Pecinta Anjing, Inilah 10 Film Jepang yang Mengharukan

  • BUDAYA
  • Mungkin Anda sudah pernah menonton film Hachiko, atau ada yang belum menontonnya? Jika Anda mencari film Jepang tentang anjing yang bagus untuk ditonton, inilah jawabannya! Di bawah ini ada beberapa daftar film Jepang tentang anjing yang mengharukan dan sangat menginspirasi. Silakan menonton bersama keluarga dan teman Anda dan bersiaplah untuk tertawa, menangis, dan menangis lagi. Spoiler film-film ini kami buat seminimal mungkin. Jadi, mari menonton film-film berikut ini.

    1. Hachiko Monogatari (1987)

    Film ini bercerita tentang seekor anjing Akita bernama Hachiko yang sangat sayang dan setia kepada tuannya, yaitu Profesor Ueno. Pada tahun 1924, profesor Ueno menerima anak anjing Akita dan menamainya Hachiko. Ketika Hachiko besar, ia menemani tuannya ke stasiun kereta Shibuya, tempat profesor berangkat untuk bekerja. Setelah itu, Hachiko selalu menunggu tuannya pulang di stasiun. Suatu hari, Profesor Ueno mengalami pendarahan otak di kampusnya yang membuatnya tidak pernah kembali pulang kerumah. Karena merasa kesepian, istri Profesor Ueno menjual rumahnya dan pindah ke daerah Selatan. Karena tidak bisa membawa Hachiko, ia menitipkan Hachiko pada beberapa temannya. Walaupun begitu, Hachiko selalu kembali ke stasiun dan ke rumah profesor Ueno yang telah dijual. Keberadaan anjing Akita di stasiun sudah menjadi pemandangan yang biasa setiap harinya hingga ada surat kabar lokal yang memutuskan untuk menulis artikel tentangnya. Sembilan tahun setelah itu, Hachiko masih menunggu tuannya dengan setia di stasiun setiap hari. Pada suatu malam, Hachiko melihat Profesor Ueno di stasiun. Anjing Akita itupun berlari menyambut tuannya dengan bahagia dan menerima pelukan erat. Film ini diadaptasi menjadi film Amerika berjudul “Hachi: A Dog’s Tale” yang rilis pada tahun 2009 dan dibintangi oleh Richard Gere yang berperan sebagai Profesor.

    2. A Tale of Mari and the Three Puppies (2007)

    Film ini dibuat berdasarkan kejadian gempa bumi Chuetsu yang terjadi pada tahun 2004. Suatu hari, dua bersaudara Ryota dan Aya menemukan sebuah anak anjing yang dibuang. Mereka lalu memutuskan untuk memeliharanya. Anjing yang dinamai Mari itu melahirkan tiga anjing kecil setahun kemudian. Pada tanggal 23 Oktober 2004, gempa bumi yang sangat hebat mengguncang perkampungan tempat mereka tinggal. Pada hari itu, hanya ada si anjing Mari, Aya, dan kakeknya di rumah. Rumah itu roboh sedangkan Aya dan kakeknya masih terperangkap di dalamnya. Mari berlari-lari meminta tolong dan tim penyelamat berhasil menolong mereka. Malangnya, hewan tidak boleh ikut dalam helikopter, sehingga Mari dan anak-anaknya tertinggal di perkampungan itu. Mari dan anak-anaknya berusaha bertahan hidup sendiri. Ryota dan Aya memutuskan untuk menyelamatkan mereka sebelum hujan lebat membanjiri perkampungan, tapi mereka gagal. Ketika gempa susulan mereda, anggota keluarga diperbolehkan mengunjungi rumah masing-masing. Bersama dengan ayah mereka, Ryota dan Aya mengunjungi perkampungan itu untuk mencari Mari.

    3. 10 Promises to My Dog (2008)

    Film ini dibuat berdasarkan novel karya Hare Kawaguchi. Film ini bercerita tentang kisah pertemanan antara seorang gadis bernama Akari Saito dan anjing Golden Retrievernya yang bernama Socks. Ketika ibu Akari meninggal dunia, yang ia punya adalah ayahnya yang merupakan ahli bedah dan Socks. Sebelum meninggal, ibunya berwasiat kepada Akari tentang 10 janji yang harus dipenuhi oleh seorang pemilik anjing terhadap anjingnya. Ibunya juga berpesan agar Akari tidak melupakannya. Untuk merawat Akari dan Socks, Ayah Akari berhenti dari pekerjaan barunya dan kembali menekuni pekerjaan lamanya dengan membuka klinik. Sepuluh tahun kemudian, Akari sudah menjadi mahasiswi kedokteran hewan. Setelah lulus, ia meninggalkan rumah dan bekerja di kebun binatang. Karena beban kerjanya yang berat, ia tidak bisa lagi meluangkan banyak waktu untuk Socks. Suatu ketika, ia menerima panggilan dari ayahnya yang memberitahukan bahwa Socks sakit dan memintanya untuk pulang sebelum semuanya terlambat.

    4. Antarctica (1983)

    Cerita ini berdasarkan ekspedisi Jepang ke Antartika pada tahun 1958. Pada bulan Februari tahun 1958, Ekspedisi Lintas Musim Dingin Pertama Jepang harus meninggalkan Pangkalan Showa di Antartika karena kondisi cuaca yang sangat ekstrem. Para peneliti meninggalkan 15 anjing Sakhalin Husky di pangkalan karena mereka mengira akan dapat segera kembali. Namun, karena kondisi cuaca dan kekurangan bahan bakar, para peneliti itu tidak bisa kembali. Ditinggalkan dalam keadaan diikat, kedelapan dari anjing itu dapat melepaskan diri dan berkelana di kebekuan Antartika yang luas. Anjing-anjing Karafuto penarik kereta salju harus bertahan hidup sendiri selama beberapa bulan. Pada tanggal 14 Januari 1959, sebelas bulan kemudian, Ushioda dan Ochi, dua dari para pelatih anjing di Ekspedisi Pertama tiba di Pangkalan Showa sebagai bagian dari Ekspedisi Lintas Musim DIngin Ketiga. Mereka ingin mengetahui kabar anjing yang mereka tinggalkan. Cerita ini kemudian diadaptasi menjadi film berjudul “Eight Below” pada tahun 2006 dengan aktor mendiang Paul Walker sebagai ketuanya.

    5. Walking with the Dog (2004)

    Pada suatu malam, seorang pemuda bernama Yasuyuki bertemu dengan anjing yang dibuang. Karena baru saja ditinggalkan pacarnya, Miwa, Yasuyuki memutuskan untuk merawat anjing itu. Ia menamainya Tamura dan mendaftarkannya menjadi anjing terapis. Sementara itu, Miwa, mantan pacarnya kembali ke rumahnya untuk merawat keluarganya. Miwa sangat stress karena ibunya meninggal dan adiknya membencinya dan menolak meninggalkan rumah. Yasuyuki meminta Miwa untuk merawat Tamura yang telah memperlihatkan potensinya sebagai anjing terapi selama latihannya. Kehadiran Tamura di rumah Miwa memberi energi positif terhadap keluarga Miwa dan hubungan Miwa dengan Yasuyuki

    6. Quill (2004)

    Film ini merupakan adaptasi dari novel “The Life of Quill, the Seeing-Eye Dog”, yang merupakan kisah nyata. Quill, seekor anjing Labrador Retriever berwarna kuning dengan bercak mirip burung di sisi kirinya, terpilih menjadi anjing pemandu. Pelatih anjing bernama Satoru mempercayakan Quill ke Mitsuko dan Isamu Nii, yaitu puppy walker di Kyoto untuk dirawat hingga berusia satu tahun. Ketika sudah mencapai usia satu tahun, ia mulai melakukan latihan anjing pemandu dengan Satoru. Quill dikenalkan dengan seorang jurnalis tuna netra bernama Watanabe, dan keduanya menjalani pelatihan. Setelah Watanabe memperoleh surat izin pemilik anjing pemandu, Quill dibawa untuk tinggal bersamanya dan keluarganya selama dua tahun. Suatu hari, penyakit diabetes Watanabe semakin memburuk, dan menyebabkan gagal ginjal. Karena Watanabe harus dirawat di rumah sakit, Quill kembali ke pusat pelatihan dan bekerja sebagai anjing demonstrator. Setelah dua tahun, Watanabe kembali ingin dituntun oleh Quill. Tiga puluh langkah menjadi langkah terakhir mereka sebelum keduanya berpisah kembali.

    7. All About My Dog (2005)

    Film ini memiliki alur cerita yang tumpang tindih dengan iklan dan drama komedi. FIlm ini bercerita tentang seorang laki-laki bernama Yamada yang bekerja di bidang periklanan. Ketika masih kecil, Yamada tinggal di pinggiran kota yang tenang. Di sana, ia bertemu dengan seekor anjing. Ia memberinya nama Pochi dan bahkan menuliskan nama itu di bola mainan anjing. Suatu ketika, Yamada terkena serangan asma ketika sedang bermain dengan Pochi dan harus dibawa ke rumah sakit. Pochi mencari Yamada selama berhari-hari. Pochi akhirnya menemukan rumah sakit tempat Yamada dirawat sebelumnya dan menunggunya di luar rumah sakit. Sembari menunggu Yamada kecil, Pochi tetap berada di pintu masuk rumah sakit hingga bertahun-tahun, dengan bola mainan di sampingnya. Pada suatu malam yang hujan, Pochi bermimpi Yamada kecil kembali ke rumah sakit dan memeluknya dengan sayang. Yamada yang sudah dewasa kembali ke kota asalnya. Malam itu ia mimpi bermain dengan Pochi lagi seperti dulu. Cerita lainnya adalah tentang Mika dan anjingnya, Marimo. Cerita ini tidak tumpang tindih dengan yang lainnya, tetapi sama-sama menarik. Ada juga cerita tentang anjing jenis pug dan pemilik lovestrucknya. Cerita lainnya tentang seorang pria yang menemukan “Bowlingual”, sebuah mesin yang dapat menerjemahkan gonggongan anjing ke dalam kata-kata manusia.

    8. Star-watching Dog (2011)

    Berdasarkan manga “Hoshi Mamoru Inu”, film ini bercerita tentang pegawai balai kota bernama Kyousuke Okutsu dan kasus ditemukannya jenazah seorang pria di dalam mobil dengan anjing Akita yang sudah mati di dekatnya. Okutsu mulai melakukan investigasi untuk mempelajari identitas mereka dengan menggunakan struk yang ia temukan di tempat kejadian perkara. Di sepanjang perjalanan, ia bertemu seorang gadis bernama Yuki yang kemudian ikut bergabung dengannya dan menjadi rekannya. Dengan mengunjungi toko-toko tempat pasangan anjing dan tuannya terakhir kali terlihat, Okutsu dan Yuki menemukan kisah pengabdian dan cinta yang menakjubkan antara si lelaki tua dan anjingnya yang bernama Happy. Kembali ke tempat jenazah si lelaki ditemukan, Okutsu mengubur beberapa tulang lelaki tersebut dalam kuburan Happy. Ketika Okutsu kembali bekerja, ia melihat seekor anak anjing yang dibuang di luar tempat kerjanya dan memutuskan untuk mengambilnya. Sementara itu, di kuburan Happy, sesuatu yang indah hadir kembali.

    9. Wasao (2011)

    Film ini berdasarkan kisah nyata dari seekor anjing Akita bernama Shiro/Wasao. Pemilik Shiro yang baru yaitu Akira mengembalikan Shiro ke bibinya setelah ibunya tertabrak mobil ketika berusaha menyelamatkan Shiro. Namun, Shiro berkelana dan kembali lagi ke kota Ajigasawa tempat Akira dan keluarganya tinggal. Sebagai hewan yang tersesat, Shiro berteman dengan Setsuko, penduduk kota yang terkenal sebagai pemelihara anjing liar. Setsuko memberi nama Wasao pada Shiro karena bulunya yang mengembang. Suatu hari, seekor beruang terlihat di dalam hutan. Walaupun begitu, perayaan dan festival triathlon tetap berlangsung untuk menghidupkan kota yang sepi. Pada hari itu, ibu Akira dipindahkan ke Tokyo untuk operasi. Akira yang mengira bahwa ia tidak akan bisa bertemu dengan ibunya lagi, memutuskan untuk mengikutinya dengan berjalan melintasi hutan tempat beruang itu terlihat. Wasao melihat Akira dan mengikutinya ke hutan.

    10. 7 Days of Himawari and her Puppies (2013)

    Seorang duda bernama Shoji Kanzaki bekerja di panti perlindungan hewan. Fasilitas ini hanya memungkinkan untuk merawat hewan selama tujuh hari. Jika tidak ada orang yang meminta atau mengambilnya, hewan itu akan disuntik mati. Suatu hari, para petugas shelter melihat seekor induk anjing dengan ketiga anaknya. Karena terlalu protektif terhadap anak-anaknya, para petugas shelter menyebutnya kejam. Shoji ingin membantu si induk anjing dan anak-anaknya sehingga ia memperpanjang masa tinggal anjing-anjing itu di shelter. Pada suatu malam, ia harus menjelaskan kepada putrinya, Satomi bahwa hewan-hewan di shelter secepatnya akan dibuang begitu mereka kehabisan waktu. Setelah itu, putrinya menolak berbicara padanya. Teman baik Shoji yang juga dokter hewan, Yoshihisa Igarashi membantu memperbaiki keadaan. Sementara itu, waktu bagi induk anjing yang masih berada di shelter sudah hampir habis. Dengan waktu yang hanya tersisa satu hari untuk si anjing, Shoji, Yoshihisa, dan Satomi berusaha dengan keras menemukan cara untuk menyelamatkan induk anjing dan anak-anaknya.

    Sekarang, Anda dapat menambahkan film-film tentang anjing yang mengharukan ini dalam daftar koleksi film Anda. Ketika Anda sedang butuh inspirasi, Anda dapat menonton salah salah satu atau beberapa film ini.