Seberapa Efektifkah Metode Tidur Siang bagi Siswa SMP Kakogawa?

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Telah dipercaya sejak lama bahwa perkembangan mental dan fisik anak-anak terjadi saat mereka tidur. Faktor ini sangat penting tidak hanya untuk perkembangan fisik mereka namun pribadi mereka secara keseluruhan. Segaris dengan ini, siswa di SMP Kakogawa meminta agar tiap siswa diberi waktu untuk tidur siang di sekolah demi meningkatkan perhatian dan konsentrasi mereka di kelas. Ide tersebut disebut dengan “Kakogawa Siesta.” Mari kita pelajari lebih lanjut tentang hal ini!

    Pentingnya Waktu Tidur

    Semua orang direkomendasikan untuk tidur dalam waktu paling tidak 6 sampai 8 jam setiap hari. Tetapi jika Anda merupakan anak sekolah tingkat menengah di Jepang, hal ini sulit diwujudkan karena Anda akan memiliki jadwal yang padat dan banyak pekerjaan rumah. Sebagian orang bahkan berfikir bahwa ini adalah fase yang menarik dari kehidupan siswa karena Anda harus bangun pagi untuk berangkat ke sekolah. Setelah memiliki beberapa mata pelajaran, Anda masih harus mengikuti ekstrakulikuler sekolah dan lagi mengerjakan PR saat berada di rumah. Anda bisa dikatakan beruntung jika Anda bisa tidur pada jam 11 atau 12 malam. Karena itulah terkadang tertidur di kelas, akan tak terelakkan lagi terutama jika pelajarannya membosankan.

    Uji Coba Tidur Siang

    Karena waktu tidur memberikan pengaruh yang besar terhadap kemampuan belajar siswa, OSIS di sekolah SMP Kakogawa meminta persetujuan untuk melakukan uji coba tidur siang di sekolah. Hal ini diutarakan pada bulan Agustus 2015 di pertemuan dengan walikota yang telah diikuti oleh beberapa tes sebelumnya. Pada tahun 14 Juni 2016, program ini telah diresmikan dan diberi nama “Kakogawa Siesta” di mana siswa diperbolehkan untuk tidur selama 10 menit (Pukul 1:05 sampai 1:15 siang). Waktu jadwal tidur siang dimulai, korden ruangan kelas akan ditutup dan lampu dimatikan agar menjadi gelap membantu siswa untuk tertidur. Para siswa meletakkan kepala mereka di meja untuk beberapa waktu. Para guru juga diajak untuk melakukannya, meskipun tidak seorangpun dipaksa untuk mengikuti ini.

    Kesimpulan dari periode ini akan memiliki efek setelah beberapa hari setelah uji coba selesai untuk mengecek apakah para siswa merasakan perkembangan setelah tidur. Meskipun implementasi ini di sekolah masih belum jelas dan belum pasti, namun para siswa diharapkan untuk mengikuti program ini oleh staf sekolah.

    Hal ini mungkin salah satu dari cara terbaik untuk meningkatkan sistem edukasi di Jepang dalam perihal meningkatkan kinerja siswa baik secara fisik maupun mental. Kualitas dari kontribusi siswa kepada masyarakat akan sangat tergantung dari kualitas kinerjanya yang juga sangat dipengaruhi oleh pola tidur.