Mengapa Orang Jepang Senang Mandi dan Berendam di Malam Hari Sebelum Tidur?

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Jepang adalah tempat dimana beberapa budaya dan ritual mungkin terlihat tidak biasa jika dibandingkan dengan kebiasaan masyarakat negara lainnya. Salah satunya adalah fakta bahwa orang Jepang terbiasa untuk mandi di malam hari sebelum tidur, dibandingkan mandi setiap pagi sebelum pergi keluar rumah. Apakah Anda pernah bertanya-tanya mengapa?

    Pemandian umum

    Mungkin Anda sudah tahu, bahwa orang Jepang senang mandi di sento (pemandian umum) dan onsen (sumber air panas alami). Hampir setiap kota dan desa di Jepang memiliki fasilitas pemandian umum dimana setiap orang dapat mandi disana untuk membersihkan diri sekaligus bersosialisasi tanpa memandang usia. Pemandian umum adalah ritual atau kebiasaan yang umum dan mungkin setiap orang yang sudah pernah ke Jepang pasti mengetahui hal tersebut. Menurut Anda, mengapa orang Jepang senang untuk pergi ke pemandian umum? Terdapat dua alasan utama, yaitu: 1) iklim, 2) tidak memiliki fasilitas mandi yang lengkap di rumah.

    Iklim di Jepang sangat kontras karena dapat menjadi sangat dingin di kala musim di dingin dan dapat menjadi sangat panas serta lembab ketika musim panas hingga temperaturnya mencapai lebih dari 40 derajat. Selain itu, banyak orang Jepang tidak memiliki bak mandi dan sistem pemanas air yang membuat mereka sulit untuk mandi dengan rileks di berbagai musim.

    Sento dan onsen biasanya adalah sebuah penginapan dengan kolam dan shower yang temperaturnya dapat diatur, serta dilengkapi dengan berbagai kelengkapan alat mandi. Anda dapat membayar dengan biaya yang sangat terjangkau untuk masuk ke pemandian umum dan sejenak menikmati fasilitas-fasilitasnya dengan rileks. Dan adakah waktu yang lebih baik untuk mengunjungi pemandian umum selain ketika malam hari setelah Anda selesai bekerja?

    Selain itu, ide dari pemandian umum adalah membantu orang-orang untuk lebih rileks. Mandi yang rileks biasanya membutuhkan waktu yang lama dibandingkan dengan sekedar mandi kilat, bukan?

    Pengaruh kepercayaan Shinto

    Budaya Jepang banyak direfleksikan dari kepercayaan dan kebiasaan dari Shinto. Jika Anda pernah mengunjungi kuil Shinto di Jepang, Anda pasti tahu bahwa Anda harus mencuci tangan dan kaki sebagai bagian dari ritual membersihkan dan menyucikan diri.

    Ritual menyucikan diri adalah sesuatu yang dianggap penting bagi penganut kepercayaan Shinto karena dipercaya tidak hanya untuk membersihkan raga namun juga jiwa. Bahkan penganut Buddha Zen juga mempercayai bahwa kita harus memiliki badan dan jiwa yang bersih untuk menghindari distraksi seperti ketika Anda tidak ingin melihat debu di cermin Anda sendiri.

    Seperti yang sudah disebutkan di salah satu buku mitologi kuno Jepang yaitu Kojiki, mandi ketika malam hari dianggap sebagai sesuatu yang sangat spiritual dibawah kepercayaan Shinto. Menurut cerita legenda, Dewa Bulan dan Raja Langit Malam, Tsukuyomi-no-Mikoto, dilahirkan ketika ayahnya, Izanagi-no-Mikoto, sedang mandi setelah mengalami kesedihan dan kemarahan atas kematian istrinya. Beberapa orang Shinto bahkan melakukan “misogi,” sebuah ritual mandi di bawah air terjun pada malam hari.

    Berendam vs membilas badan

    Normalnya, orang-orang mandi sebelum pergi keluar rumah di pagi hari. Di budaya Barat, tidak mandi sebelum ke kantor adalah hal yang dianggap tidak sopan, begitupun di Jepang. Meski begitu, terdapat perbedaan antara berendam dan mandi: Anda mandi untuk sekedar membasahi dan membersihkan tubuh, sedangkan berendam juga diperuntukkan untuk membersihkan tubuh, namun sekaligus membuatnya rileks.

    Orang Jepang dikenal menghargai ketepatan waktu, dan untuk mengurangi waktu yang terpakai di pagi hari untuk bersiap-siap, mereka lebih senang berelaksasi dan membersihkan diri malam sebelum tidur. Meski begitu, mungkin ada sebagian orang Jepang yang terbiasa mandi pagi sebelum bekerja meskipun malam sebelumnya mereka sudah mandi. Akan tetapi hawa menggigil ketika musim dingin di Jepang sering membuat malas untuk mandi pagi.

    Terdapat sebuah lagu rakyat yang berjudul “Aizu Bandai San” yang bercerita tentang seorang pemuda bernama Ohara Shosuke yang miskin karena minum, tidur, dan berendam di pagi hari, meskipun ia adalah orang yang sangat baik dan tulus. Selain itu terdapat film hitam putih Jepang yang diproduksi tahun 40-an dengan judul yang sama, menceritakan tentang seseorang yang kaya raya lalu jatuh miskin karena terlalu banyak obsesi dan gemar berjudi.

    Dan lagi, orang Jepang dikenal dengan semangat kerja keras dan lembur meskipun cuaca sedang tidak begitu baik, sehingga relaksasi sehabis pulang kerja adalah bagian dari hidup mereka. Jadi, kapankah biasanya Anda mandi? Pagi atau malam? Atau apakah Anda termasuk orang yang mandi pagi dan malam tanpa mempedulikan cuaca? Meski tidak biasa, orang Jepang sepertinya mengetahui bagaimana caranya berelaksasi dengan cara yang lebih baik sehingga kita perlu mengapresiasi budaya mandi mereka.