Mengapa 3 Hewan ini Sangat Penting Hingga Patung Mereka Dibangun di Tokyo?

  • MACAM-MACAM AREA
  • TEMPAT
  • TOKYO
  • Sangat terkenal dan digunakan sebagai tempat janjian segala pertemuan, patung-patung berbentuk hewan di Tokyo banyak dilihat oleh orang-orang, tapi cerita dan arti di balik kreasi itu terkadang menghilang. Entah bagaimana, patung-patung manusia masih dapat diceritakan kisahnya, tapi kisah tentang patung-patung hewan malah jarang diketahui. Apakah Anda tahu kisah tentang patung-patung hewan terkenal ini?

    1. Hachiko (Shibuya)

    Hewan yang paling dikenal, Hachiko adalah sang anjing penunggu. Profesor Tokyo University, Hidesaburo Ueno, mengadopsi Hachiko pada tahun 1924. Hachiko selalu menunggu teman manusianya ini di stasiun kereta api setiap hari dan pulang ke rumah bersama setelah bekerja. Pada tahun 1925, Prof. Ueno tiba-tiba meninggal dan Hachiko terus menunggu majikannya sampai ia sendiri mati, sembilan tahun kemudian. Ada film-film dan buku-buku tentang Hachiko dan kesetiannya terus menyentuh banyak orang. Sebuah patung yang mengenang hidup Hachiko terletak di dekat tempat ia menunggu.

    Akses

    2. Burung Hantu (Ikebukuro)

    A post shared by @ayapeii on

    Burung hantu ini bertengger di pintu keluar timur stasiun JR Ikebukuro. Burung hantu dalam Bahasa Jepang adalah “fukuro”, jadi patung itu sering disebut “Ikefukuro”. Burung hantu berhubungan dengan nasib baik di Jepang. Kata “fukuro” dapat ditulis dalam karakter yang berarti “kebahagiaan yang akan datang” dan “tak ada penderitaan” dimana keduanya diinginkan oleh banyak orang. Banyak orang mendekor rumah mereka dengan figur burung hantu dengan harapan menjauhkan penderitaan dan mengundang kebahagiaan ke dalam rumah mereka. Dalam kasus Ikefukuro, patung itu dibuat hanya sebagai simbol untuk Ikebukuro, dan patung itu sendiri dibangun sebagai hadiah untuk Ikebukuro oleh perusahaan kereta api JR pada tahun 1987.

    Akses

    3. Patung Singa (Ginza)

    A post shared by Maiko Kudo (@kudomaiko) on

    Di luar Mitsukoshi Department Store, terdapat dua singa tembaga menjaga kedua sisi pintu masuk. Singa ini dibuat berdasarkan singa yang terletak di bawah patung Nelson’s Column di Trafalgar Square di London. Saat Mitsukoshi baru saja bergabung dengan toko Mitsui Clothing pada tahun 1904, manajernya pada saat itu, Hibi Ousuke, memiliki ide untuk meletakkan dua patung singa di pintu masuk gedung. Hibi memiliki ambisi yang besar untuk perusahaan dan menginginkan simbol yang kuat untuk itu, tapi ia juga menyukai singa, sangat menyukainya sampai ia menamai anak laki-lakinya “雷音” yang dapat dibaca sebagai “rai-on”. Sekarang, Mitsukoshi adalah toko serba ada kelas tinggi yang terkenal dengan banyak toko di seluruh penjuru Jepang.

    Akses

    Patung-patung terkenal di Tokyo biasanya hampir selalu dikelilingi orang-orang yang menunggu untuk bertemu teman-teman dan keluarga mereka, tapi patung-patung itu sendiri sering dianggap remeh. Patung-patung itu membantu untuk mengingatkan orang-orang pada sesuatu yang penting, apakah itu kesetiaan seekor anjing, atau ambisi seorang pria atau simbol untuk mengundang kebahagiaan, patung-patung di Tokyo ingin mengingatkan kita semua. Jadi jika lain kali Anda melihat salah satunya, mengapa Anda tidak melihatnya lebih dekat unuk melihat apa yang dilambangkan patung itu.