Tahukah Anda Mengenai Pajak Akomodasi untuk Turis di Tokyo, Osaka, dan Kyoto?

  • BUDAYA
  • Tokyo (東京), Osaka (大阪), dan Kyoto (京都) dianggap sebagai kota yang paling banyak dikunjungi wisatawan mancanegara di Jepang. Tiga kota ini memang lebih besar dibandingkan kota-kota lainnya dinilai dari populasi, ekonomi, dan kriteria lain. Jika Anda berencana mengunjungi salah satu dari tiga kota tersebut, Anda harus tahu bahwa perjalanan Anda akan menjadi sedikit lebih mahal dikarenakan pemberlakuan pajak kota baru yang sering disebut dengan “pajak turis.”

    Beban untuk turis

    Tahukah Anda bahwa lebih dari 24 juta orang asing mengunjungi Jepang di tahun 2016, menjadikan Jepang salah satu negara yang paling sering dikunjungi di dunia? Dari 24 juta turis ini, sebagian besar tinggal di kota besar seperti Tokyo dan Kyoto. Banyaknya turis yang berdatangan membuat kota-kota besar di Jepang memerlukan infrastruktur untuk mengakomodasi mereka semua. Bahkan pemerintah Jepang sendiri merasa perlu untuk meningkatkan kondisi saat ini untuk mengakomodasi banyaknya turis yang terus berdatangan tanpa henti setiap tahun. Bahkan, pertumbuhan jumlah turis yang berdatangan ke Jepang menunjukkan angka yang sangat besar setiap tahunnya.

    Pajak akomodasi untuk turis

    Bila Anda akan menginap di Kyoto dari April 2018, biaya inap per-malam akan menjadi lebih mahal. Pemerintah setempat berencana menambahkan pajak untuk turis akomodasi di hotel dan ryokan (penginapan tradisional) di Kyoto. Pajak ini juga berlaku untuk Airbnb dan tempat penginapan pribadi lainnya yang termasuk dalam bisnis “minpaku (民泊),” istilah dalam bahasa Jepang untuk akomodasi yang disediakan oleh perorangan di apartemen pribadi atau rumah mereka. Jika Anda berencana tinggal cukup lama, hal ini bisa cukup mengkhawatirkan. Semakin lama masa tinggal Anda, semakin mahal biaya akomodasi Anda.

    Tokyo dan Osaka sudah memperkenalkan pajak untuk akomodasi turis ini, masing-masing di tahun 2002 dan 2017.

    Di Kyoto

    Kyoto merupakan kota populer yang banyak dikunjungi oleh orang-orang yang berwisata ke Jepang. Jadi, berapakah kenaikan biaya akomodasi di Kyoto? Angkanya bisa bervariasi di setiap area. Biaya menginap di atas 10.000 yen (sekitar Rp. 1.200.000,-) di Kyoto akan mengharuskan Anda membayar pajak sebesar 1% hingga 3% (sekitar 100-300 yen, atau Rp. 12.000-36.000,-).

    Di Tokyo

    Tokyo sudah memberlakukan pajak akomodasi di tahun 2002 saat jumlah orang asing yang menginap terus meningkat. Tokyo merupakan kota pertama di Jepang yang memberlakukan pajak baru ini. Namun, dibandingkan dengan pajak di kota-kota besar di Eropa seperti Barcelona, Paris, dan Venesia, pajak di Tokyo jauh lebih rendah. Bila Anda menginap di hotel yang cukup mewah atau hotel bisnis dengan tarif minimal 10.000 yen (sekitar Rp. 1.200.000,-) per-malam, bersiaplah untuk membayar biaya tambahan minimal sebesar 200 yen (sekitar Rp. 24.000,-).

    Di Osaka

    Osaka baru saja memberlakukan pajak baru untuk turis asing ini di Januari 2017. Pajak ini akan diberlakukan di semua pilihan akomodasi dari Juli 2017 Tapi, pajak ini akan lebih mempengaruhi distrik bisnis di Osaka dibandingkan pusat kota.

    Pengecualian dan rencana ke depannya

    Pajak untuk akomodasi turis ini tidak akan banyak mempengaruhi rekening Anda karena jumlahnya yang kecil. Namun, Anda juga harus membayar biaya pelayanan, pajak pertambahan nilai, dan lain-lain.

    Selain itu, pemerintah kota Kyoto, Tokyo, dan Osaka berencana memperluas pajak turis ini ke pelayanan lain seperti makanan, berbelanja, dll. Ada pengajuan bantuan bagi anak-anak sekolah yang sedang didiskusikan di Kyoto. Pemasukan yang didapat dari pajak-pajak untuk turis akan digunakan meningkatkan pengalaman berlibur para turis dan penyediaan fasilitas yang lebih baik.

    Pernahkah Anda bertanya-tanya berapa besar pajak yang Anda bayar saat melihat tagihan hotel? Bila Anda berencana tinggal cukup lama di Jepang, atau bila Anda mengunjungi Jepang berkali-kali, Anda perlu menyadari pajak baru ini.