Apakah Perbedaan Antara Seorang Geisha, Geiko, dan Maiko?

  • BUDAYA
  • TRADISIONAL
  • Geisha dan maiko terkenal di seluruh dunia sebagai bagian dari beberapa contoh budaya Jepang yang paling lama bertahan. Para penghibur jelita ini telah ada selama berabad-abad sebagai pemain sandiwara, yang sekarang melanjutkan menghibur para tamu dengan menari, musik, permainan, menuang minuman, dan memulai percakapan. Seni menjadi seorang geisha adalah sesuatu yang masih dipraktikan hingga hari ini, tidak seperti budaya lain seperti samurai yang telah pudar termakan waktu. Dan jika Anda berwisata ke tempat tertentu di Jepang seperti Gion di Kyoto, Anda sangat mungkin berkesempatan untuk menemukan salah satu wanita ikonik ini.

    Mereka dengan mudah dikenali dengan riasan putih dan bibir merah, tatanan rambut yang rumit, dan kimono, sering pula ditemani dengan kipas kertas atau sebuah payung. Jika Anda mengunjungi Jepang, kemungkinan besar Anda ingin menyaksikan para wanita penuh yang misteri ini, atau bahkan mungkin Anda berharap untuk bertemu langsung dengan penghibur cantik ini dan menikmati hidangan bersama dan menyaksikan beberapa pertunjukan mereka. Menariknya, semakin Anda melihat para geisha, semakin banyak perbedaan yang mungkin Anda sadari. Contohnya, beberapa dari mereka disebut sebagai seorang maiko atau geiko. Jadi apa perbedaan antara seorang geisha, geiko, dan maiko?

    Geisha vs geiko

    Perbedaan paling mudah untuk dilihat adalah perbedaan antara geisha dan geiko. Seorang geisha atau geiko adalah seorang wanita yang dilatih dalam seni musik, menyanyi, dan menari. Mereka juga menggunakan instrumen senar tradisional yang disebut dengan shamisen dan memainkan berbagai tarian yang merayakan datang atau berubahnya musim. Mereka juga dilatih untuk bergerak dan berbicara secara elegan, menuangkan minum dengan fasih, menjadi karismatik dan menawan.

    Keduanya sama-sama memakai kimono, memiliki tatanan rambut yang rumit, dan tata rias putih ikonik dengan bibir merah. Satu-satunya perbedaan di antara mereka adalah dari mana asal mereka datang. Di Kyoto, para wanita ini disebut dengan geiko sedangkan di Tokyo, mereka dikenal sebagai geisha. Namun, jangan terlalu malu jika Anda lupa perbedaannya, sebab geisha adalah istilah yang diterima secara luas.

    Jadi apa itu maiko?

    Secara sederhana, seorang maiko adalah geiko dalam masa pelatihan. Seorang wanita yang lebih muda atau bahkan anak-anak yang dilatih dalam seni geisha dan geiko. Terjemahan harafiah “maiko” adalah “anak yang menari”. Di Tokyo, geisha dalam masa pelatihan juga dikenal sebagai hangyoku, yang berarti “setengan permata” karena mereka biasanya hanya mendapatkan sebanyak setengah dari bayaran geisha sepenuhnya.

    Di masa lampau, seorang maiko bisa semuda lima tahun atau bahkan tiga tahun! Namun, di waktu modern di mana anak-anak harus pergi ke sekolah, hal ini sudah tidak terjadi dan seorang gadis dapat menunggu hingga cukup umur untuk memutuskan sendiri. Di Kyoto, para gadis maiko dapat memulai pelatihan saat usia lima belas atau enam belas tahun, dan di Tokyo, mereka dapat memulai pada usia delapan belas tahun. Seorang maiko harus berlatih paling tidak setahun penuh sebelum mendapatkan gelar “geisha”. Kadangkala, para wanita yang memulai pelatihan setelah usia 20 dianggap terlalu tua untuk menerima gelar “maiko”, namun mereka masih harus berlatih untuk minimal dua belas bulan sebelum dianggap memenuhi kualifikasi untuk menjadi seorang geisha atau geiko sejati.

    Perbedaan penampilan

    Terdapat perbedaan yang sangat jelas di antara seorang geiko dan maiko atau geisha dan hangyoku, yang pertama adalah usia. Sebagai maiko atau hangyoku dalam masa pelatihan, mereka biasanya lebih muda dari yang benar-benar geisha. Jika Anda melihat seorang remaja, maka hampir dapat dipastikan bahwa ia adalah seorang maiko. Namun, jangan selalu menebak dari usia mereka! Karena tidak selalu mudah untuk menebak usia wanita Jepang, terutama ketika mereka mengenakan riasan yang begitu cantik.

    Perbedaan utama lainnya adalah rambut mereka. Rambut geisha atau geiko adalah sebuah ikon, tebal, hitam, dan ditata dengan berhias di belakang wajah. Maiko biasanya memiliki rambut mereka sendiri untuk ditata, di mana geiko menggunakan sebuah wig yang sudah ditata. Maiko biasanya memiliki tatanan yang lebih rumit atau perhiasan rambut yang menyolok, sedangkan geiko memiliki hiasan yang lebih sederhana.

    Riasan wajah putih biasanya sangat mirip di antara geisha dengan para maiko, meskipun para maiko mungkin menggunakan blush lebih untuk penampilan yang lebih fresh. Perbedaan utama dalam makeup mereka adalah lipstik. Maiko hanya mewarnai bibir bagian bawah mereka dengan warna merah, atau jika maiko tersebut sudah menjadi seorang senior, mereka dapat mengoleskan segaris tipis di lipstik di kedua bagian bibir. Geiko atau geisha akan mewarnai bibir mereka secara penuh dengan warna merah. Maiko seringkali mewarnai alis mereka dengan warna merah.

    Anda juga akan menemukan perbedaan dalam hal alas kaki yang mereka kenakan, maiko mengenakan sepatu dengan alas yang sangat tinggi yang tampaknya sulit digunakan untuk berjalan!

    Semoga informasi ini dapat membantu Anda untuk mengenali perbedaan antara geisha, geiko, dan maiko di saat kunjungan Anda ke Jepang berikutnya! Informasi ini juga dapat membantu Anda untuk mengetahui perbedaan sesungguhnya antara seniman geisha sejati dan “geisha turis”, yang hanya sekedar berdandan dengan gaya geisha untuk berfoto ria. Jika Anda menemukan geisha dua bibir penuh dengan warna merah lengkap1 dengan riasan perhiasan rambut, maka kemungkinan mereka adalah geisha turis, terutama jika mereka kesusahan untuk berjalan atau memperkenankan orang lain untuk mengambil foto mereka dengan mudah. Tidak ada yang negatif dari para geisha turis tersebut, namun jangan berharap mereka dapat melakukan sebuah pertunjukan seni Jepang!

    Lain waktu jika Anda menyaksikan seorang geisha, perhatikan apakah Anda bisa menebak apakah ia seorang geisha, geiko, atau maiko. Ingat, jika Anda berada di Kyoto dan menemukan seorang wanita dewasa dengan bibir merah penuh, maka ia adalah seorang geiko. Jika Anda melihat gadis yang sangat muda dengan bibir bawah saja yang diwarna merah dan mengenakan sepatu yang tinggi, maka ia adalah seorang maiko. Jika Anda berada di Tokyo dan melihat wanita yang memakai perhiasan rambut sederhana dan memiliki warna merah penuh bada kedia sisi bibirnya, maka ia adalah seorang geisha. Buatlah teman-teman Anda terkesan dengan menjelaskan perbedaan dan mengidentifikasi para penghibur ini secara benar di kunjungan ke Jepang Anda selanjutnya! Ingatlah untuk menghormati para wanita ini dengan tidak mengerumuni mereka atau mengambil foto yang berlebih. Kendati demikian, memandang dari jarak jauh selagi mereka pergi untuk memulai hari sama sekali bukan menjadi masalah!