Takhayul Jepang yang Paling Dasar untuk Anda Ketahui

  • BUDAYA
  • Setiap negara memiliki takhayulnya masing-masing yang telah melekat dalam budayanya. Entah benar atau tidak, kepercayaan ini seringkali merepresentasikan dan membentuk budaya kita.

    Jepang juga memiliki takhayulnya sendiri. Mengetahui beberapa takhayul dasar di Jepang dapat membantu Anda berbaur dengan masyarakat Jepang dan menghindari hal-hal memalukan ketika Anda sedang melancong ke Jepang atau ketika sedang tinggal di Jepang. Dalam beberapa kesempatan, takhayul itu bahkan bisa digunakan sebagai topik pembicaraan yang menarik.

    Nomor sial

    4: Nomor 4 merupakan nomor sial karena pelafalannya mirip dengan kata mati (shi-nu) di Jepang.

    9: Nomor 9 merupakan nomor sial karena pelafalannya sama dengan kata penderitaan (ku-rushi).

    Jadi, ketika melancong ke Jepang, hindari memberikan hadiah berkelipatan 4 atau 9. Tentunya, hindari pula nomor 49 karena akan menyerupai frasa “menderita hingga mati”

    Nomor genap

    Ketika menghadiri pesta pernikahan untuk memberikan hadiah, sebagian besar orang memberi uang dengan nominal ganjil. Memberi nominal genap yang mudah dibagi dua dianggap sial karena bisa menyebabkan pasangan tersebut berpisah.

    Jangan pernah menuliskan nama orang dengan tinta merah

    Menulis nama orang dengan tinta merah dipercayai akan memperpendek umurnya. Kepercayaan ini berawal dari penulisan nama keluarga yang masih hidup di batu nisan. Jadi, jangan meninggalkan pena merah ketika melancong ke Jepang.

    Jangan memindahkan makanan dari satu sumpit ke sumpit yang lain

    Ketika makan bersama teman-teman, ingat untuk tidak memindahkan makanan dari satu sumpit ke sumpit yang lain. Anda mungkin merasa senang saat bisa membantu teman Anda mengambilkan makanan yang jauh darinya. Sayangnya, hal ini hanya digunakan untuk memindahkan tulang belulang manusia dari sisa kremasi. Jika suatu saat Anda menghadapi situasi semacam ini, lebih baik Anda bertukar tempat duduk dengan teman Anda untuk menghindari tatapan aneh orang-orang Jepang saat makan malam.

    Kesimpulan

    Suatu saat jika Anda berada di Jepang atau akan pergi ke Jepang, ingatlah takhayul ini baik untuk menghindari nasib buruk, untuk mencari keberuntungan, atau hanya sekadar menjadi topik perbincangan yang menarik saat makan malam bersama.