Apa ya Bahasa Jepangnya “Aku Cinta Kamu”?

  • BAHASA
  • BUDAYA
  • Cinta itu indah, seperti kebanyakan orang berkata. Ada begitu banyak definisi cinta. Saya yakin Anda tahu lebih dari tiga. Saya menganggapnya sebagai bahasa universal jiwa, inti kemanusiaan, atau sebuah arti dari mengapa kita ini ada. Siapa pun Anda, dimanapun Anda berada, kita semua merasakan dan mengungkapkan cinta. Tapi, bagaimanakah Anda mengungkapkannya? Ada banyak cara untuk mengungkapkannya dan salah satunya adalah dengan mengucapkan kata ajaib ini, “Aku cinta kamu.”

    Hilangnya makna kata-kata “Aku cinta kamu”

    Di beberapa negara, kata-kata “Aku cinta kamu” sering digunakan. Tidak hanya oleh pasangan dan anggota keluarga saja, namun teman pun juga ikut menggunakannya. Selalu dikatakan, lagi dan lagi. Terkadang, hal itu bisa mengubah mood buruk wanita menjadi mood yang baik dalam sekejap seperti sihir. Kata-kata ini biasa digunakan saat bangun tidur, berangkat kerja, dan sebagai akhir dari percakapan telepon kepada pasangan, atau pada kejadian-kejadian lainnya, seperti mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh seorang teman. “Oh, kamu adalah teman yang sangat murah hati. Selalu bisa jadi sandaran saat mengalami aku mengalamu masa sulit, aku cinta kamu!”, sembari memeluk dan mencium pipinya. Tapi, jika digunakan terlalu sering, kata-kata ajaib ini bisa menjadi kata-kata yang biasa saja.

    Cara mengatakan “Aku cinta kamu” di Jepang

    Di Jepang, mengatakan “aku cinta kamu” cukup sangat berbeda. Terjemahan harfiah dari “Aku cinta kamu” dalam bahasa Jepang adalah “Ai shiteiru”. Namun, “Ai shiteiru” jarang digunakan. Mengatakan cinta di Jepang dinyatakan dalam berbagai tingkatan.

    1. Suki

    Secara harfiah, “Suki” berarti menyukai atau menggemari. Hal ini digunakan untuk mengungkapkan kesukaan Anda terhadap sesuatu (benda, makanan, hobi, dll). “Ringo ga suki” (saya suka apel), “Sakka ga suki” (saya suka sepak bola), “Nihon ga suki” (saya suka Jepang). Jika Anda bertemu seseorang dan Anda pikir Anda menyukainya atau tidak, mungkin Anda akan mengatakan “Kanojo ga suki” (saya suka dia), “Kare ga suki” (saya suka dia). Ungkapan ini sangat biasa disukai dan bisa digunakan pada tahap pertama berkencan.

    2. Daisuki

    “Dai” berarti besar dan “suki” berarti suka, oleh karena itu makna harfiah dari “daisuki” adalah sangat suka. Dalam bahasa Inggris, kita mungkin mengatakan “Aku tergila-gila dengan anime”, dalam bahasa Jepang yaitu “Anime ga daisuki”. Ini adalah tahap yang lebih tinggi dari istilah “suki” yang lebih santai. Penting untuk ditunjukkan bahwa “daisuki” juga berarti “aku cinta kamu”. Sebenarnya, “daisuki” lebih sering digunakan oleh pasangan untuk mengekspresikan cinta mereka daripada “ai shiteiru”.

    3. Ai shiteru

    “Ai” (cinta) dianggap sebagai kata yang sangat spesial di Jepang. Begitu istimewa, seperti kimono berharga dan mahal yang diwariskan oleh nenek moyang. Begitu istimewanya sehingga sebaiknya Anda tidak menggunakannya setiap hari. Ini hanya digunakan untuk beberapa kesempatan penting. “Aishiteiru” jarang digunakan, seperti memakai kimono, hanya dipakai di acara yang sangat penting. Kata-kata ini digunakan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak keasliannya. Jadi, ketika orang Jepang mengatakan “ai shiteiru”, itu berarti mereka sangat serius, sangat nyata, sering dikatakan secara pribadi dan bukan di depan umum. Itulah mengapa mereka lebih suka mengatakan “daisuki” untuk (mungkin) menjaga arti cinta sejati dan tidak kehilangan maknanya. Apakah Anda setuju?

    Catatan Khusus:
    Ketika seorang ingin menjadikan orang yang disukai sebagai kekasih, ia mungkin tidak mengatakan “daisuki”, namun akan mengatakan “tsukiate kudasai” (jadilah pacar saya/ mari berkencan dengan saya.)