9 Film Animasi Jepang Terbaik di Abad ke-21

  • BUDAYA
  • OTAKU
  • Di antara sekian banyak hal yang dikenal berasal dari Jepang, film animasi (anime), merupakan hal yang memiliki tempat spesial di hati penggemarnya. Anime, merupakan sebuah bentuk seni dan ada beberapa cara dan teknik unik dalam pembuatannya yang menjadi bagian dari budaya Jepang tersendiri.

    Baru – baru ini, sebuah situs film dan televisi, The Playlist (hanya dalam bahasa Inggris) merilis daftar 50 Film Animasi Terbaik pada Abad ke-21 dan menariknya, beberapa film animasi tersebut berasal dari Jepang. Oleh karena itu, Japan Info menyusun sebuah daftar untuk para pembaca kami, yang disesuaikan dengan daftar aslinya. (lihat daftar lengkapnya disini *hanya dalam bahasa Inggris) Mari kita lihat animasi yang direkomendasikan pada 50 Film Animasi pada abad ke-21 ini!

    9. Tokyo Godfathers (東京ゴッドファーザーズ – 2003)

    Film ini berada di posisi ke-47 dalam daftar. Film yang disutradarai oleh Satoshi Kon (今敏) ini mendapatkan ilham dari film John Ford berjudul Three Godfhers. Film ini bercerita tentang tiga orang tunawisma pecandu alkohol, Gin, wanita transgender Hana dan anak muda yang melarikan diri, Miyuki, ketika mereka menemukan seorang bayi di tempat sampah pada malam Natal. Mereka mencoba mencari dan mengembalikan bayi itu kepada kedua orangtuanya.

    8. Paprika (パプリカ – 2006)

    Pada posisi ke-42, lagi-lagi karya Satoshi Kon ada dalam daftar. Film ini merupakan film ke empat dan film terakhirnya sebelum beliau meninggal dunia karena kanker. Cerita pada film ini diangkat dari sebuah novel pada tahun 1993 yang berjudul sama, hasil karya Yasutaka Tsutsui (筒井康隆). Film ini menceritakan tentang kehidupan di masa depan, dimana orang-orang bisa memasuki mimpi orang lain menggunakan mesin yang dinamakan “DC Mini” (mesin yang dicuri) sebagai bentuk terapi revolusioner. Di antara penghargaan lainnya, Paprika mendapatkan penghargaan Golden Lion pada Venice International Film Festival ke-63.

    7. Ponyo (崖の上のポニョ – 2008)

    Dikenal dengan judul Ponyo on the Cliff by the Sea (崖の上のポニョ – Gake no Ue no Ponyo), Ponyo mendapatkan posisi ke-36. Ponyo disutradai oleh sutradari besar Hayao Miyazaki (宮崎駿) dan film ini terinspirasi oleh film The Little Mermaid oleh Hans Christian. Plot cerita berkisar di seputar persahabatan dan petualangan Sosuke dan Brunihilde / Ponyo yang merupakan gadis jelmaan ikan betina. Faktanya, film Ponyo adalah film animasi terlaris ketiga di dunia!

    6. The Girl Who Leapt Through Time (時をかける少女 – 2006)

    Disutradai oleh Mamoru Hosoda (細田守), film ini berada di posisi ke-34 dan merupakan sebuah sekuel berdasarkan novel dengan judul yang sama oleh Yasutaka Tsutsui. Ceritanya berkisah tentang Makoto (真琴), seorang gadis remaja yang tinggal di Tokyo yang dapat melakukan perjalanan ke masa lalu dengan terbatas, dan mencoba menyelesaikan masalah dengan “melompati waktu”. Film ini memenangkan banyak penghargaan, termasuk penghargaan pada Japan Academy Prize for Animation of The Year 2007 di Jepang.

    5. Wolf Children (おおかみこどもの雨と雪 – 2012)

    Film lainnya oleh sutradara Mamoru Hosoda berada di posisi ke-32. Wolf Children (Anak-anak Serigala). Film ini menceritakan anak-anak dari pasangan manusia serigala (sang ayah yang meninggal dunia) dan manusia (sang ibu), Yuki dan Ame. Film ini mengangkat cerita bagaimana mereka mencoba hidup dengan kelebihannya yang dapat beralih menjadi serigala dan bagaimana sang ibu mengasuh mereka seorang diri.

    4. Millennium Actress (千年女優 – 2001

    Film lainnya oleh Satoshi Kon, berada pada posisi ke-23! Millenium Actress concentrates around the making of a documentary about retired movie star Chiyoko Fujiwara (藤原千代子)’s life and career where the difference between reality and her cinematic roles get blurred. It is said that this film is loosely based on the real lives of Japanese actresses Setsuko Hara (原節子) and Hideko Takamine (高峰秀子).

    3. The Wind Rises (風立ちぬ – 2013)

    Di posisi ke-10 adalah film terakhir Hayao Miyazaki sebelum pensiun. The Wind Rises menceritakan tentang drama sejarah kehidupan nyata seorang perancang pesawat terbang, Jiro Hirokoshi (堀越二郎) , yang merancang pesawat tempur yang digunakan selama perang dunia II. Film ini didaptsi dari film manga Miyazaki dengan nama yang sama, dan berdasarkan nocel tahun 1937 oleh Hori Tatsuo (堀辰雄), berjudul The Wind Has Risen. Film ini mendapatkan penghargaan film terlaris di Jepang pada tahun 2013, dan juga penghargaan lainnya.

    2. The Tale Of Princess Kaguya (かぐや姫の物語 – 2013)

    Isao Takahata (高畑勲) salah satu pendiri Studio Ghibli dan sutradara Grave of the Fireflies adalah sutradara dibalik film ini. Film ini mendapatkan posisi ke-7, menceritakan kisah berdasarkan cerita rakyat Jepang, Bamboo Cutter, yang memiliki plot tentang gadis mini yang ditemukan dalam tunas bambu oleh seorang pemotong bambu. Dia tumbuh lebih cepat dibanding anak-anak pada umumnya, yang menjadikannya seorang angota keluarga raja.

    1. Spirited Away (千と千尋の神隠し – 2001)

    Dan pemenang posisi pertama pada daftar 50 Film Animasi Terbaik pada Abad ke-21 tidak lain dan tidak bukan adalah… Spirited Away oleh Hayao Miyazaki! Film ini bercerita tentang Chihiro (千尋) yang memasuki dunia roh saat dia dan keluarganya baru pindah ke lingkungan baru. Chihiro menemukan banyak hal aneh dan menjelajahi dunia magis. Film ini ditempatkan di urutan pertama karena film ini dianggap sangat istimewa bagi setiap orang yang menontonnya, ketika kita dibawa ke dunia fantasi oleh Ghibli. Film ciptaan Miyazaki ini merupakan film paling sukses dan terlaris dalam sejarah Jepang, meraup keuntungan sebesar 289 juta dolar atau hampir 4 trilyun rupiah! Film ini juga memenangkan penghargaan di Academy Award for the Best Animated Feature di Academy Awards ke-75.

    Film-film animasi jepang terkemuka lainnya

    Selain yang disebutkan di atas, ada beberapa animasi Jepang lainnya yang juga bisa dianggap sebagai top 50 tapi tidak berada pada daftar: Howl’s Moving Castle (ハウルの動く城), Dead Leaves (デッド リーブス), Evangelion: You Are Not Alone (ヱヴァンゲリヲン新劇場版:序), When Marnie Was There (思い出のマーニー), Ghost In The Shell 2: Innocence (イノセンス), The Cat Returns (猫の恩返し), Steamboy (スチームボーイ) dan Metropolis (メトロポリス).

    Dengan memiliki 9 film berada pada daftar 50 Film Animasi Terbaik pada Abad ke-21, hal ini menunjukkan sedikit banyak tentang kualitas animasi Jepang dan bakat luar biasa dari penulis dan sutradara Jepang. Mereka berhasil menggabungkan animasi spektakuler dan alur cerita yang memprovokasi, sehingga tidak mengherankan jika animasi Jepang lebih menonjol dari yang lain.

    Menonton film-film ini dapat membawa Anda lebih dekat untuk sepenuhnya memahami budaya Jepang, masyarakatnya, dan cerita yang ingin mereka ceritakan. Jadi tunggu apa lagi? Jika Anda belum melihat film ini, mari menontonnya! Atau jika Anda sudah melihat semuanya, menonton ulang hal yang juga seru, bukan?

    *Featured Image: jp.fotolia.com/