Bagaimana Anak-anak Jepang Belajar Mandiri?

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Anak-anak Jepang tidak seperti anak-anak di negara lain. Jika Anda berkesempatan tinggal di Jepang, akan sering bagi Anda untuk melihat banyak anak kecil di kereta sendirian. Mereka diajarkan untuk mandiri di usia muda sehingga menjadi pemandangan yang biasa untuk melihat anak-anak berusia 7 tahun naik kereta sendirian. Meskipun pada awalnya orang tua mereka agak khawatir, mereka mengesampingkan rasa takut mereka karena ada begitu banyak anak di Jepang yang bisa melakukannya dengan selamat. Banyak dari mereka yang sudah dibiarkan untuk bepergian melalui transportasi umum sendiri. Mungkin hal ini tidak terpikirkan bagi banyak orang tua, tapi ini adalah bagaimana cara anak-anak kecil di Jepang dipersiapkan untuk mandiri di masa depan.

    Kemandirian Anak Muda Jepang

    boy-alone-at-train-station

    Anak-anak Jepang secara teratur dibiarkan ke dunia luar pada usia yang sangat muda oleh orang tua mereka. Banyak dari mereka percaya bahwa berjalan ke sekolah dan kunjungan lapangan sederhana merupakan langkah awal dalam mengajarkan anak untuk mandiri. Kemandirian adalah salah satu atribut Jepang yang membedakan mereka dari negara lain. Jadi jangan heran jika Anda melihat anak-anak kecil di Jepang mengenakan kaus kaki berlutut, sepatu kulit paten yang dipoles dan jumper kotak-kotak dengan topi bulat yang menuju ke stasiun, toko kelontong, toko roti, dan banyak tempat lainnya. Orang tua percaya bahwa kereta api adalah transportasi yang aman, tepat waktu dan mudah dinavigasi, sehingga mereka bergantung pada kecerdasan anak-anak mereka untuk berpergian tanpa pengawasan.

    Banyak anak-anak Jepang sudah mulai diberi tugas sederhana pada usia 2 atau 3 tahun. Sebagian besar tugas ini berkaitan dengan urusan rumah tangga seperti membersihkan atau membuang sampah kecil. Ini adalah cara hidup bagi anak-anak kecil tidak hanya di rumah tapi juga di sekolah di mana mereka belajar cara menyiapkan makan siang dan bersih – bersih secara efisien, bukan bergantung pada staf sekolah. Pekerjaan di sekolah juga dibagi dan digilir diantara siswa dengan sistem piket. Anak-anak juga dibesarkan dengan gagasan bahwa mereka akan menerima konsekuensi jika membuat sebuah kekacauan. Mereka tahu bahwa mereka harus merapikan kekacauan yang mereka buat. Dalam pengertian ini, mereka benar-benar memahami tanggung jawab mereka bahkan pada lingkungan umum. Tidak heran banyak jalanan di Jepang sangatlah bersih!

    Alasan Memandirikan Anak

    japanese-girl-waiting-to-cross-the-street

    Kemandirian anak berasal dari beberapa alasan dan faktor. Pertama, mereka telah diajarkan tentang konsep “dapat diandalkan masyarakat” pada usia yang sangat belia. Inilah alasan mengapa anak memiliki tingkat kemandirian yang tinggi. Mereka mengandalkan satu sama lain dan belajar bahwa membantu orang lain yang membutuhkan adalah hal yang sangat penting di masyarakat. Seorang anak di sebuah tempat umum jelas tahu bahwa jika ia sedang dalam keadaan darurat, maka ia akan dapat mengandalkan bantuan orang lain. Rasa percaya dan gotong – royong sudah mengakar pada diri mereka sehingga rasa ingin menolong tak perlu lagi diminta atau dijelaskan kepada mereka.

    Alasan lainnya adalah keamanan dan ketentraman negara. Jepang adalah salah satu tempat dengan tingkat kejahatan terendah di dunia. Hal ini membuat orang tua merasa percaya diri untuk mengirim anak mereka keluar rumah sendirian. Budaya berjalan kaki dan bepergian adalah sesuatu yang umum di negara ini, jadi hal ini juga bisa memupuk tingkat keselamatan. Orang-orang di negara ini terbiasa berjalan kaki di mana-mana karena ada begitu banyak tempat untuk pejalan kaki. Pengemudi juga terbiasa berbagi jalan dengan pejalan kaki, sehingga banyak orang berpikir bahwa aman bagi anak-anak untuk menyeberang jalan.

    Anak-anak ini diberi kebebasan di usia muda. Hal ini mempengaruhi kepercayaan yang diberikan orang tua pada mereka.

    Meskipun mungkin aman untuk membiarkan seorang anak berusia 9 tahun bepergian menggunakan kereta bawah tanah di Tokyo, hal itu tidak sama dengan di negara lain seperti New York dan London. Masa muda generasi tua bahkan lebih sulit karena mereka harus berpergian sendiri tanpa telepon seluler atau sarana komunikasi lainnya. Hal ini berarti mereka harus pergi dari titik A ke titik B dengan mandiri.

    Hajimete no Otsukai (はじめてのおつかい)

    Banyak anak di Jepang diajari kemandirian saat mereka memasuki tamak kanak -kanak. Salah satu hal yang mereka pelajari adalah bagaimana cara menjadi mandiri, seperti membersihkan diri sendiri. Ini adalah pendekatan sedikit demi sedikit untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak-anak.

    Menariknya, bahkan ada acara televisi di Jepang yang berjudul, Hajimete no Otsukai (Orderan pertama), menunjukkan anak kecil yang melakukan tugas untuk orang tua mereka. Pertunjukan ini menampilkan anak-anak berusia 2 atau 3 tahun yang mengerjakan tugas sederhana seperti pergi belanja di toko kelontong terdekat, dll. Seorang kru kamera bersembunyi memfilmkan mereka untuk menunjukkan dengan jelas bagaimana kemampuan anak-anak Jepang kecil ini menyelesaikan tugas mereka. Dikatakan bahwa acara tersebut telah berjalan lebih dari 25 tahun. Banyak orang berpikir bahwa pertunjukan itu lucu dan bahwa anak-anak yang terlibat kompeten dan sangat imut.

    Komunitas yang lebih luas memainkan peran besar dalam membantu kemandirian anak. Orangtua sebenarnya menaruh kepercayaan yang signifikan bukan hanya pada anak-anak mereka tapi juga pada masyarakat luas. Hal itu membuat orang tua merasa percaya diri dalam membiarkan anak-anak mereka bepergian. Bila tetangga melihat anak-anak yang sedang berjalan sendiri, mereka tidak akan memanggil polisi tapi segera menolong anak tersebut. Masyarakat akan membantu memastikan bahwa anak-anak sampai di rumah masing-masing dengan aman dan selamat. Rute ke/dari sekolah sering kali melibatkan pertolongan seperti relawan yang membantu menyebrangi lampu merah dan rumah warga dengan tanda khusus yang dapat dijadikan shelter dalam keadaan darurat. Sangat mudah untuk meminta bantuan saat Anda tersesat di Jepang.

    Kemandirian adalah pelajaran seumur hidup. Ini adalah keterampilan yang diajarkan dengan praktik selama berbulan-bulan yang juga menimbulkan rasa tanggung jawab. Rasa tanggung jawab akan datang secara bertahap. Mengajar anak untuk mandiri di usia muda juga akan mengembangkan kemandirian mereka yang juga akan menguntungkan semua orang. Bahkan ada sekolah di suatu negara yang melarang siswanya diantar menggunakan mobil dan sebagai gantinya, anak-anak dituntut untuk berjalan kaki pulang pergi. Menanamkan kemandirian pada anak-anak di usia muda sering memberikan mereka kepercayaan diri. Hal itu juga dapat membantu anak untuk membuat keputusan secara mandiri, serta memungkinkan mereka melakukan tugas sederhana dan menguasainya pada usia yang sangat muda yang akan memungkinkan mereka menangani tantangan yang lebih sulit dalam hidup di masa depan. Mereka kemudian akan tumbuh menuju masa dewasa yang sukses dan mengajarkan kebebasan kepada anak-anak mereka. Hal ini merupakan siklus yang sehat.

    Bagaimana dengan Anda? Bagaimana pengalaman masa kecil Anda? Apakah sama dengan anak-anak di Jepang?