Mengapa Jepang Merupakan Tempat Teraman di Dunia untuk Melahirkan?

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Dari sekian banyak pertanyaan yang orang-orang luar miliki tentang Jepang, tampaknya yang lebih menarik daripada yang lain adalah apakah Jepang aman untuk wanita hamil? Atau sederhananya, apakah Jepang adalah tempat yang bagus untuk melahirkan? Jepang memiliki ratusan hal yang harus diperhatikan, tetapi mengenai tingkat kematian bayi, Jepang menetapkan rekor baru. Bahkan, mengalahkan negara lain di dunia, termasuk negara-negara Skandinavia dengan menjadi tempat teraman bagi bayi yang baru lahir.

    Kematian Neonatal

    Meskipun kehamilan merupakan hal yang indah, sebagian besar bisa jadi menakutkan. Meskipun fasilitas modern dan kecakapan teknologi telah dimiliki oleh masyarakat kita, namun memiliki bayi masih menakutkan bagi setiap keluarga.

    Kenyataan pahitnya adalah bahwa kita, manusia, masih jauh tertinggal dalam mencapai angka kematian neonatal nol. Untuk setiap seribu kehamilan atau lebih di seluruh dunia, puluhan hingga ratusan tampaknya berakibat fatal bagi keturunan dalam beberapa minggu pertama kelahiran mereka.

    Banyak agensi menempatkan Skandinavia dan negara-negara Eropa lainnya sebagai patokan, karena mereka biasanya memiliki tingkat kematian yang sangat rendah dibandingkan dengan bagian dunia lainnya. Untuk Asia, hanya tiga negara yang dapat dibandingkan dengan negara-negara Barat menurut UNICEF (United Nations Children’s Fund), yaitu Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.

    Di antara negara-negara tersebut, Jepang adalah salah satu negara yang memimpin jalan tidak hanya di Asia tetapi di seluruh dunia. Menurut UNICEF, Jepang adalah tempat teraman di bumi untuk bayi karena memiliki tingkat kematian terendah 1 dari setiap 1.111 kelahiran. Jika dibandingkan dengan Norwegia, selisihnya hampir setengah, yang menunjukkan bahwa Jepang lebih serius menangani masalah ini.

    Alasan dibalik rendahnya angka kematian Jepang

    Populasi Jepang telah menurun dengan sangat cepat selama dekade terakhir, alasannya adalah tingkat masa hidup yang panjang makin bertambah dan tingkat kelahiran yang menurun. Meskipun ada desakan pemerintah untuk menghentikan kecenderungan menurun ini, tingkat kelahiran rata-rata Jepang masih jauh di belakang dibandingkan dengan negara-negara tetangganya. Meskipun populasi yang menurun merupakan tanda masyarakat yang berkembang, ia juga memiliki efek samping seperti ekonomi yang stagnan, peningkatan kesejahteraan, dan sebagainya.

    Sistem perawatan kesehatan adalah salah satu sektor yang akan menunjukkan pertumbuhan yang cepat di negara-negara seperti Jepang, karena banyak orang bergabung dengan klub senior (klub khusus untuk orang lanjut usia). Peningkatan sektor kesehatan ini juga dapat membantu meningkatkan angka kelahiran di Jepang, karena fasilitas modern akan membuat pasangan muda merasa percaya diri dan tidak takut untuk menjalani proses melahirkan. Studi menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah orang muda yang ragu-ragu untuk memulai keluarga, tetapi meningkatkan kondisi kesehatan dan menyebarkan kesadaran dapat membantu masalah ini.

    Banyak yang percaya bahwa alasan di balik tingkat kematian Jepang yang rendah adalah fasilitas medis canggihnya yang tersebar merata di seluruh negeri. Selain itu, banyak orang di Jepang berpikir bahwa memiliki asuransi kesehatan dan pemeriksaan medis rutin sangatlah diperlukan.

    Setiap anak hidup

    “Every Child Alive” adalah laporan yang dirilis oleh UNICEF yang berisi daftar tempat teraman dan paling berisiko untuk melahirkan. Menurut daftar itu, negara-negara berikut ini digolongkan sebagai empat tempat teraman untuk melahirkan (dalam urutan): Jepang, Islandia, Singapura, dan Finlandia. Jumlah Islandia sangat dekat dengan Jepang dengan hanya 1 kematian per 1.000 kelahiran.

    Namun, empat negara paling berisiko untuk melahirkan adalah Pakistan, Republik Afrika Tengah, Afghanistan, dan Somalia. Di Pakistan, angka kematian bayi baru lahir adalah 45,6 per 1.000 kelahiran.

    Ketika laporan itu dirilis, banyak pengguna Twitter Jepang benar-benar merasa sedih bahwa Jepang tidak melakukan cukup untuk membantu negara-negara yang kurang beruntung dan berkembang.

    Apakah Indonesia memiliki masalah kematian neonatal ini? Apakah Anda pikir Jepang memberi contohdan menjadi inspirasi bagi banyak negara lain di luar sana? Periksa peringkat Indonesia di sini! *tersedia dalam bahasa Inggris