Berikut 5 Tren Fesyen Paling Aneh dan Menakjubkan dari Jepang!

  • BUDAYA
  • GAYA
  • Tren fesyen selalu berubah seiring waktu. Gaya fesyen biasanya ditentukan oleh karakter seseorang, pekerjaan atau hobi, dan dapat sangat memengaruhi gaya fesyen orang lain.

    Indsutri fesyen Jepang adalah salah satu industri paling unik di dunia. Tren fesyen Jepang terkadang dianggap sedikit aneh, tapi beberapa di antaranya masih sangat populer. Berikut beberapa tren fesyen teraneh yang berasal dari Jepang yang mungkin menginspirasi Anda untuk menemukan gaya fesyen baru!

    1. Cosplay (コスプレ)

    Cosplay adalah singkatan dari kata Costume dan Play. Cosplay adalah tren fesyen dimana seseorang memakai pakaian, aksesoris, dan dandanan yang mirip dengan karakter anime, manga, gim, dan Tokusatsu (film Jepang dengan genre sci-fi /fiksi ilmiah, fantasi, horor, dan live-action/versi manusia dari film kartun).

    Cosplay pertama kali ditampilkan di pesta topeng saat pertemuan fiksi ilmiah bernama Nihon SF Taikai ke-17 di Ashinoko, Prefektur Kagawa pada tahun 1978.

    Lomba Cosplay menjadi acara tetap setelah pertemuan Nihon SF Taikai ke-19 pada tahun 1980 dan banyak orang mengikuti tren itu. Sejak saat itu, cosplay menjadi lebih terkenal dan ditampilkan secara rutin di majalah-majalah dan melalui media lain.

    2. Visual Kei (ヴィジュアル系)

    Tren fesyen Visual Kei berasal dari kata Visual dan Kei (bahasa Jepang untuk “Gaya”). Visual Kei sering disebut sebagai gaya punk yang berasal dari Jepang.

    Gaya fesyen Visual Kei berasal dari band J-rock terkenal yang dibentuk pada tahun 1990. Para anggota band saat itu sering memakai kostum band yang rumit, rambut berwarna dengan gaya yang unik, dandanan yang mencolok, dan mengembangkan gaya Visual Kei yang terkenal masa kini!

    3. Gyaru (ギャル)

    Gyaru adalah istilah yang sering digunakan untuk mendeskripsikan gadis-gadis Jepang yang modis dari usia 10 hingga 20 tahun. Gaya ini terbagi menjadi dua kelompok, gyaru putih (白ギャル, shiro gyaru) dan gyaru hitam (黒ギャル, kuro gyaru).

    Orang-orang yang mengikuti tren gyaru putih mendandani diri mereka supaya kulit mereka terlihat natural dan putih, sedangkan mereka yang mengikuti tren gyaru hitam lebih memilih untuk menghitamkan kulit mereka dengan foundation gelap atau pergi ke salon tanning (berjemur dengan alat bantuan).

    Gaya fesyen gyaru dipengaruhi oleh beberapa tren fesyen barat termasuk memakai rok mini, dandanan dan aksesoris unik, beberapa pakaian yang kontroversial, dan rambut yang diwarnai cokelat keemasan.

    4. Decora

    Decora adalah fesyen jalanan Jepang. Tren fesyen Decora populer pada tahun 1990 dan mulai berkembang pada tahun 2000.

    Gaya fesyen ini ditandai dengan pakaian berwarna cerah, gaya rambut yang dekoratif, dan berbagai macam aksesoris yang berwarna-warni seperti stocking, ikat rambut, gelang, kalung, dan pita dengan karakter yang lucu dan imut!

    5. Lolita (ロリータ)

    Lolita adalah gaya fesyen klasik yang dipengaruhi oleh fesyen Eropa. Lolita ditandai dengan gaun-gaun berkerut dan renda, parasol, kaos kaki di atas lutut, sepatu dan hiasan kepala Eropa.

    Gaya fesyen ini juga terkadang ditafsirkan sebagai pakaian untuk anak perempuan yang masih kecil yang dipakai oleh wanita dewasa. Anda dapat melihat banyak gadis memakai pakaian jenis ini, terutama di Harajuku. Sebenarnya, ada banyak gaya dalam fesyen lolita, seperti gaya gothic, gaya manis, gaya klasik dan kasual.

    Inilah 5 tren fesyen teraneh Jepang. Jangan terkejut jika Anda menemukan tren fesyen ini di jalan manapun di Jepang, terutama di area yang trendi seperti Harajuku dan Shibuya!